
Ketika mengingat mantan ingin sekali rasanya aku bertanya-tanya tentang dirinya setelah berpisah denganku...
Kamu yang disana apa kabar ?
Semoga baik-baik ya di sana. Sekedar mengingatkan untuk jangan berusaha melupakan seseorang karena semakin keras engkau berusaha maka kau semakin mengingatnya. Jangan sedih aku masih tetap sendiri setelah kepergianmu hatiku masih milikmu hanya saja aku sengaja memberi tabir pelindung agar tidak sesakit dulu.
Aku tahu kau memperlihatkan dia bukan untuk hal lain melainkan untuk melihat respon ku bukan? Aku begini bukan karena aku terlalu percaya diri tapi karena aku tahu sifat mu setelah beberapa kali kau mencoba bertahan dengan sikapku. Aku pun mulai terbiasa dengan kau namun mungkin kita belum ditakdirkan untuk saat ini hingga akhirnya kita berpisah dan kau telah menerima dia dan melupakan aku, aku di sini terus mengingatmu namun apalah hak ku? Siapa aku bagi dirimu? Saat ini aku bukan lagi orang yang kau cintai seperti dahulu. Aku tahu, aku bukan lah orang yang mudah didekati namun jika kau berusaha lebih keras lagi mungkin takbir dalam diriku akan runtuh dan aku akan mulai percaya padamu tapi sayangnya kau menyerah pada kata-kataku. Jadi aku berpikir kau itu bukan lah orang yang ditakdirkan menjadi milikku, kau bukan jodohku ya mungkin jika kita jodoh kita akan bertemu lagi di waktu yang tepat tapi bukan untuk saat ini. Aku juga tidak memaksakan pada pencipta ku untuk menjadikan kita jodoh. Aku akan menerima dia yang nanti pencipta kukirimkan untukku. Aku tak ingin salah memilih atau terlalu pemilih tapi jujur saja aku memang seorang pemilih, selalu memilih karena enggan hal yang dulu terjadi terulang lagi. Mungkin dulu saat kita bertemu aku masih aku yang polos yang tak paham akan kata cinta namun saat ini aku sedang dipaksa oleh keadaan untuk mengerti betapa kerasnya dunia, betapa sulitnya kehidupan dan berapa menyenangkannya mempermainkan dan dipermainkan. Meski dipermainkan sakit namun aku tetap bersyukur karena telah dipermainkan tapi bukan berarti aku ingin selalu dimainkan. Aku juga berterima kasih kepada kalian yang telah mempermainkan aku karena memberi tahu bahwa sangat jarang ada orang yang benar-benar serius. Maka dari itu aku ingin orang yang serius, orang yang dapat membimbing diriku menjadi orang yang berguna. Aku menginginkan seorang yang dapat membawa aku ke tempat dimana aku merasa bahagia dengannya. Aku sudah tidak peduli lagi dengan yang dinamakan pertemanan atau persahabatan bahkan aku hanya menginginkan perhatian mu yang mungkin akan membuat aku mampu untuk terus bertahan.
Oh, ya aku lupa kamu sudah bukan lagi milikku, jadi aku tidak terlalu berharap untuk kamu kembali padaku. Hanya terpikir untuk berdoa semoga saat kita bertemu lagi kita tidak akan menjadi musuh dan kita akan tetap berteman atau kita tetap tak asing. Aku tidak akan asing kepada mu karena alasan mu pergi adalah diriku bahkan kamu selalu bahagia kan aku. Namun aku minta maaf karena aku belum mampu menjadi diriku sendiri, aku masih mengharapkan bahkan berebut kasih sayang bersama keponakan-keponakan kecilku.
Lagi, lagi dan lagi aku mengingat kebaikan yang kau berikan bahkan aku merindukanmu dan berharap kau pulang ke dalam pelukan ku. Egois bukan? Awalnya aku berkata tidak namun pada masanya aku menginginkan dirimu. Ya saat ini aku menginginkan kehadiran mu nasihat-nasihat mu dan juga tingkah konyol mu saat menghibur ku.
Tak salah jika ada orang yang menyebutkan aku materialistis karena aku juga merindukan jajan-jajan ria dari mu saat kita bersama. Aku yang dulu ketika menginginkan sesuatu kau berikan tanpa banyak bertanya dan berkata-kata. Kau hanya memberikannya dan berharap aku menerimanya. Namun bukan aku namanya yang menyembunyikan keinginan ku. Aku berbohong kepada mu jika aku berbicara tak menginginkan nya dan aku jujur jika aku berbicara aku menginginkan nya.
Banyak kaum Laki-laki berkata bahwa kaum perempuan itu munafik, tapi sebenarnya kami bukan munafik. Aku sebagai kaum hawa mewakili diriku sendiri mengatakan bahwa aku tidak munafik, kami hanya tidak ingin merepotkan dirimu. Maaf ya aku gak mau mewakili semua kaum hawa toh kita bisa aja beda pendapat.
Matrealistis, manja, pencemburu, posesif dan sikap yang ada pada perempuan itu mutlak dari dirinya dan itu sebenarnya sebagian dari kelebihan kaum Laki-laki. Jika kami tidak matrealistis maka untuk apa kaum laki-laki bekerja? Jika kami tidak manja, tidak pencemburu dan posesif lalu apakah siap kalian menerima kami seorang wanita mandiri, penggila kerja, dan acuh tak acuh pada mu.
Wahai barisan kaum laki-laki tolong hargai perjuangan kaum perempuan. Tolong jangan egois dan jangan terlalu keras kepada perempuan karena hati perempuan bagaikan gelas kaca. Rapuh. Namun jangan pula kalian mengabaikan bahwa gelas kaca yang tebal karena ditempa akan melahirkan para gelas yang baik kualitas maupun kuantitasnya.
Tentang Perempuan dan Emosinya
__ADS_1
dikutip dari Pijar Psikolog
“Cengeng banget, dimarahin dikit aja udah nangis.”
“Jangan melulu perkataan dia dibawa baper dong!”
Perempuan diidentikkan sebagai makhluk yang mengedepankan emosi dalam menghadapi masalah. Selain itu, biasanya perempuan akan lebih mudah mengekspresikan emosi yang sedang dirasakannya. Tak jarang, sebagai perempuan, kita dianggap sebagai individu yang baper-an (bawa perasaan). Namun, sesungguhnya ada hal lain yang bisa kita pahami dari emosi yang dialami oleh perempuan.
Keunikan Membangun Hubungan Melalui Emosi
Perempuan mempunyai keunikan untuk membangun hubungan dengan orang di sekitarnya melalui emosi. Tidak semua perempuan mudah mengungkapkan perasaannya secara lisan. Ada beberapa perempuan yang lebih mampu mengungkapkan apa yang sedang dirasakan melalui perbuatan langsung. Misalnya, ketika seorang perempuan merasa bahagia karena bertemu seseorang, ia akan lebih mudah untuk mengungkapkan kebahagiaannya dengan senyuman yang lebar, dengan pelukan atau rona wajah yang berseri. Begitu juga saat perempuan sedang merasa sedih, menangis bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan kesedihannya.
Melibatkan Emosi dalam Menghadapi Masalah
Laki-laki juga bisa menjadi lebih emosional dibanding perempuan. Namun, mungkin saja laki-laki memiliki cara mengekspresikan emosi yang berbeda. Perbedaan pada laki-laki dan perempuan ada pada ekspresi emosi negatif. Studi pada perempuan dari berbagai budaya dan negara menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih sering merasakan emosi negatif, seperti rasa bersalah, rasa takut dan rasa malu. Hasil studi ini juga didapatkan pada anak-anak perempuan.
Laki-laki cenderung lebih menggunakan otak kiri sedangkan perempuan secara umum bergantian dalam menggunakan kedua belahan otak kanan dan otak kiri. Hal ini yang mendasari laki-laki lebih kuat dalam logika dan pengambilan keputusan berdasarkan fakta sedangkan perempuan cenderung lebih melihat sesuatu secara garis besar (big-picture), memiliki emosi yang lebih kuat dan bergantung pada intuisi mereka saat mengambil keputusan.
Selain itu, perempuan memiliki kecenderungan untuk mengatasi tekanan atau masalah dengan strategi koping yang berdasar emosi, misalnya melakukan ruminasi kognitif atau mencari dukungan emosional. Di satu sisi, perempuan akan lebih merasakan emosi negatif ketika ditolak atau diabaikan pasangan. Sedangkan, laki-laki lebih merasakan emosi negatif ketika pasangannya meminta kedekatan atau intimasi yang berlebih.
“Berperasaan” Bukan Berarti Selalu Lemah
__ADS_1
Terkadang, kita menjadi merasa rendah diri karena pandangan yang menganggap perempuan sebagai makhluk yang lebih lemah daripada lelaki. Perempuan memang terlihat mudah mengalami mood swing, mudah merasa sedih, dan mudah menangis. Hal itu disebabkan adanya kecenderungan untuk mengekspresikan perasaan. Namun, bukan berarti setiap perempuan identik dengan istilah “rapuh”, “emosional”, atau “baperan”. Justru dengan hal tersebut, mari pahami diri kita lebih baik lagi. Jadikan hal tersebut sebagai keunikan yang kita miliki dan tetaplah menjadi pribadi yang berharga dan berbahagia.
Mari pahami diri kita sendiri. Jadikan hal tersebut sebagai keunikan yang kita miliki. Tetaplah menjadi pribadi yang berharga dan berbahagia.
Sampe sini paham?
Kalau gak paham atau mau tau lebih lanjut bisa di dukung dong author nya dengan komentar, like dan vote.
Dukungan Kalian Semangat Bagi Author...
Ke ingin tahuan kalian tentang Author atau mau kasih saran atau masukan ke author tentang ceritanya bisa di follow autornya terus di Chat kalau minta folback atau ngasih masukan di kolom komentar nanti author respon kok.
__ADS_1