
Disaat diriku tak mampu untuk berpikir jernih, terlintas di otakku "apakah aku menyerah saja akan dunia ini?" Aku sudah mulai lelah berpura-pura baik-baik saja namun nyatanya aku terluka begitu dalam. Aku tahu banyak orang yang menginginkan ada di posisiku karena yang mereka tahu hanya apa yang mereka lihat, bukan apa yang aku rasakan. Sedangkan aku, aku menginginkan suatu kebahagiaan. Aku merindukan ayah, kasih sayang ayah. Jika aku diperbolehkan untuk berkata jujur, aku akan mengatakan setidaknya "tolong datangkan seorang laki-laki yang bisa membuatku merasakan kehadiran seorang ayah."
Aku egois, keras kepala ataupun tak berperasaan tapi aku juga menginginkan kasih sayang seorang ayah. Aku tahu aku adalah seorang anak yang cukup manja. Aku hanya merindukan ayah, aku rindu kasih sayangnya. Aku ingin bertemu dengan ayah meski hanya dalam mimpi. "Tolong aku, aku sangat ingin bertemu dengan ayah." Aku tahu jika aku mati pun belum tentu aku bisa bertemu dengan ayah. Karena aku tahu dosa yang aku lakukan tidak dapat dihitung dengan jariku. Aku tak memiliki teman di sini, aku yang egois. Aku enggan membagi kasih sayang ibu dengan orang lain. Aku kehilangannya. Aku sadar, lambat laun sikap nya semakin acuh. Aku tahu, iya aku tahu jelas kalau semua ini hanya sementara. Aku tidak selamanya ada didunia ini tapi aku inginkan bahagiaku. Aku ingin keluarga yang lengkap. Aku ingin kasih sayang ayah ibu meski aku tahu bahwa aku telah mendapatkannya dulu aku masih kecil tapi aku menginginkan itu saat ini. Bukan untuk mengingat masa kecil yang membuatku ingin menangis karena rasa rindu atau aku yang tak mampu untuk bertahan. Aku rindu dipelukmu ayahku, aku rindu masa kecil dimana aku dipeluk dan duduk di pangkuan mu, kau yang mengecup kening dan pipiku. Aku rindu, aku merindukan kasih sayang dan semuanya tentang mu ayah.
Seandainya aku bisa memilih, biarkan aku yang pergi jangan kau. Semua kehilangan dirimu sedangkan jika aku yang pergi sedikit orang akan kehilangan diriku karena siapa yang akan merindukanku? Teman? Mungkin banyak dari mereka yang berpikir bahwa aku adalah rintangan bagi mereka aku tahu aku bukan orang yang baik, aku juga tahu jika aku hanya bisa mengandalkan diriku.
Tuhan telah mengajarkan aku untuk hidup mandiri sejak aku kecil. Tuhan menjauhkan aku dari orang-orang di sekitarku. Aku sendirian tanpa arah, berjalan kesana kemari, saat aku melakukan kesalahan semua mendorong ku menjauh tak ada yang ingin merangkul ku. Hingga aku sadar bahwa keberadaan mereka dari awal hanya untuk mengambil kesempatan yang ada untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tuhan telah membuat diriku sadar bahwa semua hal yang ada akan hilang. Begitu pula dengan cinta.
__ADS_1
Aku mulai lelah.
Dan ingin menyerah.
Namun aku terlalu pengecut untuk mengakhiri.
Namun apalah daya ku?
__ADS_1
Aku..
Hanya anak kecil yang menangis lalu meminta susu pada mama.
Aku tau bahwa sikap ku memang buruk tapi aku memperlakukan semua orang dengan baik.
Aku tak pernah membuat orang yang baik kepadaku terluka atau kecewa.
__ADS_1
Aku selalu mati-matian berusaha untuk membuat mereka bahagia dengan hadir nya diriku. Namun nyatanya mereka lebih sering mengganggap aku benalu dalam langkah nya.