Sebagian Dariku

Sebagian Dariku
Aku


__ADS_3

Banyak orang yang iri dengan berbagai keberuntungan yang aku dapatkan, entah itu tentang cinta, kasih sayang bahkan sikapku yang terkadang ceroboh.


Inilah aku yang cintanya terabaikan namun banyak orang yang melihat bahwa aku amat bahagia. Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku iri dengan mereka yang kehidupannya lebih baik dariku namun itulah aku yang tak mengerti betapa kerasnya dia berusaha menyembunyikan masalahnya dan tersenyum seperti aku saat ini.


Aku yang ceroboh namun banyak disukai guru disekolah dijadikan alasan oleh mereka untuk menjauh dariku, pasalnya mereka tidak ingin kesalahan mereka terbuka atau dibuka olehku. Sebenarnya selama mereka berlaku baik padaku aku akan ada untuk mereka baik buruknya mereka akan aku terima. Karena mereka memilih untuk menjauh maka aku memilih menyendiri, mencoba menjadi tertutup dan tak peduli namun hati kecilku tak bisa tak peduli. Aku yang sering merasa iba dan kadang menempatkan diri ku diposisi mereka itu membuatku tak bisa tak peduli.


Aku tidak pernah menyalahkan orang lain untuk apa yang telah terjadi. Aku lebih sering menyalahkan diriku sendiri. Mengapa? Karena aku tak ingin membuat orang lain terlibat dalam urusanku. Walaupun pada akhirnya aku terus menerus menyakiti hati dan perasaanku. Tidak masalah bagiku walaupun aku terkadang merasa kecewa. Kecewa karena belum mampu melakukan sesuatu hal dengan baik.


Aku yang mudah kecewa dan merasa tersinggung bahkan moody ini merasa serba salah ingin rasanya berubah dan aku akan berusaha untuk berubah jika arahan dari dalam tidak berdampak maka aku mencari arahan diluar yang mungkin mampu merubah diriku menjadi lebih baik dan menemukan jati diri ku sendiri.

__ADS_1


Harapan ku semoga usaha yang kulakukan ini tidak sia-sia dan sampai titik ini aku mulai mengerti dan memahami sedikit demi sedikit tentang diriku dan orang lain. Dan sekarang aku paham menghindari masalah bukanlah sesuatu solusi tapi seperti memperburuk dan seolah menutupi masalah yang sebenarnya bukan kita yang melakukannya. Solusi terbaik adalah menghadapinya dan jika diam membuat mereka bungkam dan mulai lelah maka lakukanlah karena kita tidak perlu membalas apa yang dilakukan orang lain kepada kita.


Aku pernah mendengar Rasulullah saja yang dihina dan direndahkan bukannya membalas, nabi malah membaca doa saat ia dihina. Allahummaghfir li qaumi fa innahum la ya'lamun. Yang artinya " Ya Allah ampunilah kaumku, (mereka berbuat demikian) karena mereka tidak mengetahui.


Doa nabi saat dihina ini bisa dilacak dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadis lengkapnya diceritakan kronologi penghinaan dan pemukulan kepada nabi saat beliau berdakwah.


عن عبد الله بن مسعود  قال: كأني أنظر إلى رسول الله ﷺ يحكي نبيًّا من الأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم- ضربه قومه فأدمَوْه، وهو يمسح الدم عن وجهه، ويقول: اللهم اغفر لقومي، فإنهم لا يعلمون(متفق عليه.


Kalimat fa innahum laa ya’lamun yang dibacakan nabi di atas menunjukkan bahwa nabi sangat memahami kondisi orang-orang yang menghina dan memukuli beliau.

__ADS_1


Mereka, bagi nabi, adalah orang-orang yang tidak mengetahui kemuliaan ajaran yang dibawa Nabi SAW. Jika mereka mengetahui, mereka pasti akan sadar dan merasa malu telah berbuat demikian.


Doa nabi saat dihina ini juga menjadi cambuk bagi kita bahwa nabi sendiri bukanlah seorang pendendam. Nabi mengajarkan kepada kita cara terbaik untuk berdakwah dan mengenalkan ajaran Islam. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kasih sayang. 


Disinilah aku mulai belajar bahwa tak semua kejahatan harus dibalas dengan kejahatan lagi. Aku pun akan belajar ikhlas dan lebih sabar lagi untuk memperbaiki kesalahan dimasa lalu dan mencegah kesalahan dimasa depan. Aku tau aku bukan malaikat, bukan nabi apalagi Rasulullah tapi berusaha untuk meniru teladan nya bukan masalah bukan? malah dalam berdoa saja di katakan ' Beragama itu CUKUP MENCONTEK JANGAN MENGARANG' Jika ingin memuji Allah dengan pujian yang tepat tidak usah pakai mikir, cukup nyontek, meniru, bertebaran di ayat-ayat Alquran, bertebaran di hadits-hadits Nabi pujian-pujian pada Allah, ikuti saja. Sanggupkah kita mengarang sesuai dengan kebesaran Allah? -Tidak sanggup, tidak mungkin-. ~Ustadz Muhtarom hafizhahullah~


Banyak hal yang ku pelajari dari aku kecil hingga saat ini aku pernah belajar menjadi orang yang taat, perempuan yang menutupi auratnya sampai dikatai *******, aku pernah nakal dengan menggunakan masker (sebelum ada covid) dan dikatakan ******* lagi. Sampai saat ini kata-katanya masih terngiang di telingaku.


Aku memilih untuk menyendiri bukan tanpa alasan tapi ada banyak hal yang membuat diriku tidak ingin mengenal lagi orang luar. Aku lebih sering berbicara dengan diriku sendiri kadang aku berpikir dibandingkan dengan manusia hewan lebih baik "lupa diri bahwa aku sendiri adalah manusia:")"

__ADS_1


Aku terkadang bertanya mengapa aku memperlakukan orang yang jahat padaku dengan baik walaupun mereka menganggap bahwa diriku adalah saingannya bahkan tidak sedikit yang menganggap aku sebagai musuhnya sedangkan aku selalu berharap agar mereka dapat menerima diriku sebagai orang yang dapat mereka ajak bercerita dan dapat mereka percaya. Aku yang kesepian karena seringnya kehilangan dan mengasingkan diriku ke dalam suatu tempat yang tidak dapat ditemukan oleh orang lain.


Bisa dikatakan bahwa terkadang terlintas dipikiran ku untuk membuat mereka menderita karena mengabaikan diriku namun apalah dayaku yang tak mampu melihat orang menderita karena aku tau bagaimana sakitnya tak dianggap dan tak dihargai. Aku bisa menangis dalam hal sederhana pun aku bisa tertawa, karena sebenarnya hidupku itu sederhana dan singkat.


__ADS_2