
Apa yang aku lakukan saat ini telah terjadi sebelumnya, ketika aku belum menjadi seperti aku yang sekarang. Pada awalnya aku tidak tahu siapa dia, bagaimana atau mengapa dia bersikap seperti itu padaku. Tetapi, lambat laun aku mulai mengerti mengapa ia menjadi seperti itu. Mengapa matanya begitu acuh tak acuh? Kenapa dia terlihat membenciku? Kenapa dia menyangkal kehadiranku? Meskipun aku tidak tahu yang sebenarnya, aku harus belajar berpikir positif. Mungkin dia dalam masalah di kehidupan pribadinya, mungkin sedang marah atau kesal pada seseorang.
Aku berkata pada diriku sendiri bahwa untuk positif thinking tapi otakku berpikir sesuatu yang lain. Aku pikir dia marah padaku, aku pikir dia tidak menyukai aku, dan aku pikir mungkin sudah waktunya aku pergi karena dia sudah tidak nyaman dengan ku. Aku menerima siapapun yang ingin dekat dengan ku, aku tidak akan menolaknya karena aku tau tak memiliki teman atau kehadiran yang ditolak memang tak terlalu menyakitkan bagi mereka yang dikehidupan pribadinya baik-baik saja lain halnya dengan mereka yang punya kehidupan kurang baik.
Mm, sebenarnya dia diberubah berawal dari guru yang marah-marah di GC »Grup Chat« khusus pelajaran tertentu. Guru itu marah karena menemukan jawaban dari kami yang hampir sama semua. Dan kebetulan banyak orang yang bertanya pada ku tentang jawabnya.
Apa aku salah mengatakan yang sebenarnya? Ya, aku mengatakan kebenaran bahwa sebagian orang meminta jawaban latihan pada ku saat itu. Aku mungkin terlihat bodoh mengatakan itu pada guru. Tapi sebenarnya aku merasa bersalah karena berbohong pada guru yang notabennya adalah orang tua ku disekolah. Setelah guru itu bertanya kepada ku, tidak ada salahnya aku menjawab dengan jujur. Dan dia juga tidak menyuruhku untuk tidak memberitahu guru itu.
Jadi di mana letak kesalahanku? Kenapa selalu aku yang disalahkan sedangkan mereka juga bersalah karena mencontek dariku. Ya memang aku pun punya kesalahan karena memberitahunya. Tapi mereka juga salah karena meminta jawaban padaku. Aku kan cuma menolong mereka. Hehe...
Sebenarnya aku juga bertanya-tanya mengapa guru itu memberi pertanyaan yang sama pada semua siswa-siswi, yang membuat aku bingung adalah kenapa guru itu mempertanyakan kenapa jawabannya sama semua?! Sedangkan soalnya juga sama. Dan aku lagi-lagi bertanya dimana letak kesalahanku? Disini lah aku mulai terpikir pembicaraan kebanyakan siswa-siswi disekolah bahwa "Guru Selalu Benar".
Dan juga aku memang sedang belajar agar selalu berkata jujur. Seperti saat ini karena aku sudah lelah dihantui rasa bersalah dan rasa takut akan terbongkar nya kebohongan ku suatu saat nanti. Aku juga sedang belajar memahami diriku sendiri. Aku akan memulai memperlakukan seseorang seperti dia memperlakukan aku. Aku akan menjadi cermin dari mereka. Aku mungkin tau siapa dan seperti apa mereka sebenarnya karena aku tergolong orang yang mudah beradaptasi namun kesulitan untuk menerima kenyataan bahwa kalian hanya memanfaatkan hadirnya aku.
Belajar
Ya aku sedang belajar...
_Belajar mengulang. Belajar mengingat. (smk)_
*Agar inget bisa dicatet biar lupa bisa dibaca terus inget lagi deh (mts)*
Aku mungkin tergolong orang yang mudah beradaptasi tapi aku juga memiliki kebiasaan menjadi pendengar yang baik terutama cerita-cerita seperti sejarah. Aku kadang juga menjadi penasihat yang handal dalam menasihati orang lain namun belum pandai menjalankan apa yang aku katakan.
Mm ya aku juga baru belajar bergombal dari kakak-kakak online ku. Awalnya aku hanya iseng-iseng nyobain biar gak gabut gitu loh, eh gak nyangka malah diladenin...
__ADS_1
♀️ :" Kak ajarin gombal donk..."
♂️ :"Aku tak pandai bergombal sayang..."
♂️ :"Ku tak pandai gombal klo ada di dekatmu karena saat didekatmu isi otaku hanya kamu..."
♀️ :"Apa hanya ketika berada didekatku kau tak pandai bergombal? Bagaimana jika kau jauh dariku? Apa kau bergombal pada yang lain?"
♂️ :"Tak akan karena hatiku sudah untukmu..."
♀️ :"Benarkah? Knp aku tak percaya dengan kata-katamu?"
♂️ :"Kau tak percaya karena hatimu belum kau percayakan padaku..."
♀️ :"Untuk apa aku percaya jika pada akhirnya kau berkhianat ?!"
♀️ :"Nyaman? Cinta? Apa itu? Kemana dirimu dulu saat aku sedang berharap padamu?!"
♂️ :"Kau? Pernahkah berharap padaku? Bukannya kau dulu dengan dia?"
♀️:"Tidak. Aku tidak pernah sepenuhnya dengan dia. Hatiku ada untukmu..."
♂️ :"Begitu pula denganku hatiku dari dulu selalu ada untukmu..."
♀️ :"Lantas siapakah dia? Yang kau jadikan history dan kau takuti?"
__ADS_1
♂️ :"Aku tak takut dengan siapapun karena yang ku takut kehilangan kamu... Dan dia hanya pelarianku saja"
♀️ :"Apa kau sungguh-sungguh mengatakan bahwa dia pelarianmu.. bukanlah aku yang kau jadikan pelarian?"
♂️ :"Bukan. Kau bukan pelarianku karena aku sungguh menyukaimu"
♀️ :"Sejak kapan? Apa sejak kau melihat fotoku? Apa sejak aku mulai berbicara disini?"
♂️ :"Sejak awal aku mengenalmu. Makin lama aku makin jatuh hati padamu"
♀️ :"Jatuh hati? Benarkah? Knp aku masih berpikir bahwa akulah yang sebenarnya pelarian mu?!"
♂️ :"Kau bukan pelarinku tapi pemilik hatiku karna semakin lama mengenalmu aku semakin nyaman dan tanpa aku sadari aku mulai jatuh hati padamu😌"
♀️ :"Aku berterimakasih karena kau tak jadikan aku pelarian mu namun aku harap kau tak menjatuhkan hatimu untukku"
♂️: "Kenapa ?"
♀️ :"Karena aku tau jatuh itu sakit"
♂️ :"Tapi hatiku terlanjur mencintamu"
♀️ :"Cukup cintai aku jangan kau jatuhkan hatimu"
Bukan tanpa alasan aku mengatakan cukup cintai tapi jangan menjatuhkan hati, itu karena aku pernah terlalu terlena pada seseorang namun pada akhirnya aku pun yang tersakiti. Aku tau meski semua hanya sekedar candaan tapi untuk menyisipkan setitik pendapat dan amanat tidak ada salahnya bukan? Bukankah dalam sebuah cerita yang seharusnya diambil adalah hikmah dan pelajaran nya? Jadi apa salahnya menyisipkan satu dua patah kata sebagai amanat.
__ADS_1
Aku tau cerita ini tidak tersusun rapi tapi aku akan berjuang sebaik yang ku bisa dan akan ku paksakan agar aku bisa karena jika aku membiasakan diri bermalas-malasan aku berpikir akan jadi apa diriku nanti?
Aku yang mahal ini harus bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk orang yang berharga jua. Karena semakin mahal harganya semakin bagus kualitas dan kuantitas nya. Kenapa begitu? Karena untuk menghasilkan sesuatu yang bak perlu bahan yang baik dan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jika enggan dengan harga tinggi coba saja kau buat seperti yang kau inginkan lalu selesai itu kau total dan bandingkan dengan pengeluaran ketika membeli. Belum jua harus menghitung pengeluaran, pemasukan, hutang dan modal usaha nya.