
Aku membagi diri menjadi beberapa bagian sebagian dari diriku berada disini dicerita ini, sebagian ada disebuah buku diary yang menemaniku sehari-hari dan sisanya mungkin sedang menjalani hari-hari di dunia nyata.
Aku menyimpan setiap bagian dari diriku diberbagai tempat agar saat aku merasa bosan aku dapat mencari mereka dan mengenang kembali apa yang pernah aku lewati selama ini.
Aku tak menyesal karena membagi diriku menjadi banyak bagian, hanya cara ini yang bisa membuatku melupakan berbagai hal menyakitkan yang pernah aku alami.
Aku tidak ingin banyak orang tau tentang diriku bukan karena aku ingin memendamnya sendiri tapi aku takut masalah dan proses yang aku alami tidak semenyakitkan yang mereka alami tapi aku masih mengeluh seolah masalahku adalah yang paling buruk namun pada nyatanya akulah yang merasa diriku yang paling tersakiti.
Aku mumgkin tak pandai menilai atau memilih mana yang baik untukku tapi aku mampu melihat hal buruk yang akan menimpaku jika aku bertingkah melalui batasannya.
Ada rasa sakit yang aku derita namun tak mampu aku jelaskan.
Ada perasaan takut yang aku rasakan tapi tak mampu aku katakan.
Ada perjalanan menyakitkan yang aku lewati tapi tak ingin aku ceritakan karena itu merupakan aib bagiku yang telah Tuhan bantu menyembunyikannya dari dunia luar.
__ADS_1
Aku sadar diriku tak cukup baik untuk dia yang berjuang untukku saat ini maka untuk itu aku tidak berharap banyak tentang bagaimana dia akan memperlakukanku di masa depan.
Aku juga tidak berharap dia tak menduakanku kala dia melihat yang lebih baik dari diriku.
Aku sudah cukup bersyukur aku bisa bersama dia selama ini.
Akku juga sangat bersyukur karena Tuhan telah kirimkan dia untuk menyembuhkan patah hati yang sebelumnya aku derita.
Walaupun itu belum sembuh sepenuhnya tapi itu sudah lebih dari cukup untuk kembali menjalani hari-hari indahku sebelum kembali terluka lagi.
Saat ini aku sudah cukup mensyukuri apa yang ada dan menerimanya dengan lapang dada sisanya biar Tuhan yang membantuku mengaturnya.
Jika aku ikut campur dalam pengaturnnya aku tak tau berapa banyak hal yang akan aku kacaukan dimasa depan.
Kekacauan yang selama ini aku buat saja sudah cukup membuat setengah dari kehidupanku hancur karena harapku yang aku berikan pada orang yang salah memmbuaku terluka cukup parah.
__ADS_1
Singkat peristiwanya aku terluka oleh diriku sendiri yang meletakan hati pada porsi daan posisi yang kurang tepat dan membuatku terluka oleh diri sendiri.
Sudah tak pantas rasanya jika aku menyalahkan orang lain apalagi meminta pertolongan orang lain karena yang melukai dirinya sendiri adalah aku.
Aku pernah berpikir;
"Tuhan telah cukup baik padaku. Dia masih mau menerimaku dalam keadaan pikiran yang sudah tak suci, tubuh yang cukup kotor oleh dosa dan bahkan aku berkhianat padanya karena mengabaikan segala perintahnya juga menduakan kepercayaannya padaku.
kemarin aku sudah menduakan Dia dengan dirinya yang kemudian mengkhianatiku bahkan menjatuhkanku kejurang keputus asaan.
Tuhan aku tau aku salah, aku tau aku membuat kesalahan yang amat besar namun aku tak memiliki tempat pulang selain kembali padamu.
Maafkan aku Tuhan, tolong bantu aku untuk yang kesekian kalinya dan tolong jangan pernah tinggalkan aku sendirian disini karena jika kau meninggalkanku maka kemana lagi aku akan pulang?
Rumah mana lagi yang akan menerimaku seperti Engkau menerimaku, memaafkanku, menjagaku juga mengasihaniku?
__ADS_1
Selain diri-Mu tidak ada lagi tempat ternyaman yang aku miliki untuk berlindung." pikirku dalam sejenak...