Sebagian Dariku

Sebagian Dariku
Semoga Kau Bahagia


__ADS_3

Sebagian dari diriku mungkin adalah kau namun seberapa jauh kau berlabuh masih tergantung pada pengorbanan kasih dan sayang yang kau berikan.


Banyak hal yang terjadi setelah pertemuan kita yang telah berlalu lebih dari tiga tahun dua bulan 11 hari kita telah berpisah untuk beberapa tahun ini mungkin banyak perubahan pada diri kita yang tidak kita ketahui maka dari itu aku mencoba yang terbaik.


Semoga perjuangan yang kita lakukan selama ini membuahkan hasil yang memuaskan untuk masa depan antara kau dan aku atau kau dan dia.


Tak banyak pintaku, hanya ingin kau bahagia entah dengan ku atau dengannya.


Aku secara diam-diam mendoakan agar kita bisa bersama untuk waktu yang lama jika diperbolehkan hidup dan matipun bersama.


Aku tak ingin kau tau bahwa aku mencintaimu karena aku takut itu akan menjadi beban dikehidupanmu.


Jujur saja walaupun aku berpura-pura dalam keadaan yang sangat baik saat melihatmu bersamanya, namun hatiku telah hancur berkeping-keping dan diri ini menangis dalam diam.


Menangis dalam diam mungkin terdengar ironis namun menangis dalam diam membiarkan aku merasakan bahwa tak semua hal harus diekspresikan.


Apa gunanya menangis dalam diam?


Dia takkan tahu!


Dia takkan mengerti apa yang kau rasakan.

__ADS_1


Lantas untuk apa?


Untuk apa kamu menangisinya?


Kau tau menangis itu tak berguna.


Bagaimana bisa berguna, karena bagaimanapun dia tak tahu isi hatimu bahkan dia tak tahu apa yang kau rasakan.


Bertemu denganmu saja dia kini berpaling muka seolah mengatakan bahwa kita sudah tak sedekat dulu.


Jangan berpikir terlalu banyak bahwa dia akan selalu ada untukmu karena dalam hidupnya bukan hanya ada kamu tapi ada dia, dirinya dan mereka bahkan mungkin ada banyak hal yang disembunyikan darimu tapi cukuplah tak apa meski dia hanya sempat sekali atau dua kali memberitahumu bukan berarti kau itu istimewa dihatinya.


Dulu dia sempat bersamaku sekitar empat atau 5tahun kita pernah menjalaninya tapi itu sudah cukup bagiku untuk bersyukur karena dia sudah mau menemaniku dalam waktu-waktunya yang berharga di hari-hariku ini.


Sedikit dimengerti mungkin kita tak akan lagi bersama namun aku berharap kau sadar bahwa aku selalu ada bersamamu.


Saat ini kekasih dalam bayangku hanya ada dirimu.


Aku tak pernah memikirkan tentang laki-laki lain, entah di depanmu atau di belakangmu yang kupikirkan hanyalah kamu laki-laki pujaan hatiku yang kini telah perpindah hati dengan alasan bahwa dia tak cukup sempurna untuk diriku yang menurutnya seperti matahari.


Matahari?!

__ADS_1


Sejenis tempat berbelanjakah?


Bukan, matahari disini adalah yang memberikan kehangatan dalam kejauhan dan memberikan luka saat terlalu dekat.


Entah bagaimana dia bisa berpikir demikian tapi aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa itu hanya kata-kata yang dia ucapkan saat emosi atau dia sedang mabuk.


Mabuk?!


Mabuk cinta dengan dia yang sekarang menemaninya.


Dia yang membuatmu meninggalkanku sendiri dalam rasa sakit yang tiada tara.


Sendiri yang membuatku takut bahkan trauma dengan hadirnya pria lain disisiku. Aku takut mereka akan sama sepertimu akan pergi juga pada waktunya.


Pergi meninggalkan aku dalam rasa takut yang amat dalam yang menjadikan aku sebagai seorang pecundang bahkan mungkin pengecut sesungguhnya.


Aku berharap kau bahagia dengan pilihanmu itu dan aku akan berusaha melupakanmu juga mencari tempat maupun waktu yang tepat untuk melepaskan semuanya, mencari bahu yang siap menopang diriku, pundak yang mampu membantuku berbagi beban bersama untuk dijadikan pendamping priaku.


^^^^^^Salam hangat,^^^^^^


^^^Tangerang, 06 Apr 2023^^^

__ADS_1


^^^Pemuja^^^


__ADS_2