
Ada kalanya aku membenci hal paling ku sukai.
Ada waktu dimana aku tak ingin ada orang yang ikut campur dalam urusan ku.
Ada juga waktu dimana aku egois dan menginginkan semua orang mendengarkan aku tanpa komentar.
Dan...
mungkin pada saat itu adalah masa dimana aku sedang merasa kesepian dan hanya menginginkan kasih sayang bukan belas kasihan.
Aku yang sering disalahkan.
Aku yang ingin diperhatikan.
Tapi aku yang selalu diasingkan.
Aku tak mengerti harus bagaimana lagi aku berjalan?!
Kemana aku mencari pijakan?!
Dimana ada bahu yang bisa jadi senderan?!
Aku lelah namun tak ingin menyerah.
Aku kecewa namun nggan mengecewakan.
Aku tau aku bukanlah manusia sempurna.
Aku memiliki kekurangan.
Aku pun memiliki kelebihan.
Aku tak tau kekurangan dan kelebihan apa yang ku miliki.?
Hanya saja...
__ADS_1
Aku yang belum mampu menerima kenyatan.
Aku yang tak pernah berpikir satu arah.
Aku yang mengasingkan diri sendiri.
Aku yang jauh dari segalanya.
Aku hanya yang ingin pergi.
Ingin sendiri.
Tak ingin menjadi beban bagi orang lain.
Aku tau mencintai satu orang yang telah melupakan diriku adalah sebuah cara untuk menghancurkan dinding pertahanan hati.
Aku mengerti meski tak tahu bagaimana caranya menjelaskan apa yang ku rasakan namun itu cukup untuk diriku mengerti arti lain dari kecewa yaitu tak dapat memiliki.
Aku mungkin egois atau aku lebih tak peduli tentang apa yang orang lain pikirkan aku hanya tahu apa yang kurasakan dan apa yang kuinginkan kan meski aku tak benar-benar sepenuhnya mengerti bahwa itu adalah yang aku inginkan.
Aku bukan pecandu cinta namun aku yang gila kasih sayang ini punya hak apa?
Cukup hati kecilku yang mengerti apa yang aku rasakan biarkan aku menangis dalam lubuk hatiku aku hanya berharap air mataku tak menetes dan menjadi beban bagi seseorang yang pernah mengorbankan waktunya untuk ku.
...Ada orang yang berkata ''jika kurang bisa tambahkan dosisnya'' entah dosis mencintainya atau dosis obatnya yang terpenting adalah paham apa yang akan didapatkan dari hasil menambahkan dosis seperti jika kita menambahkan dosis dalam mencintai seseorang kita akan sensitif terhadap dirinya dan tak ingin dia dekat dengan siapapun itu biasa disebut overprotektif dan dari sana mungkin kita akan belajar bahwa dia yang menerima kita akan senang dengan perlakuan kita seperti itu namun jika dia tidak senang maka dia mungkin akan menganggap kamu mengganggu ketenangan dirinya maka sadarlah dan pergi karena yang membutuhkanmu bukan hanya dia....
Jangan dengarkan anjing yang menggonggong, karena anjing yang menggonggong biasanya melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh mata telanjang dan indera mereka lebih sensitif terhadap perasaan manusia.
*Jangan risau karena pisau memang tajam tapi tidak akan melukai jika tak digunakan, seperti korek api tak akan menggeluarkan api jika tak dipetik.
Sama halnya dengan cinta tidak akan hadir tanpa sebuah rasa, tidak akan bertahan lama jika saling mendahulukan harga diri dan ego sendiri.
Mengalah
Bukan berarti kalah
__ADS_1
Mengalah dan bersabar lihatlah ketulusan hatinya.
Jika tulus bisa dipertimbangkan dan jika mulus bisa digunakan jangan lupa jika mempermainkan boleh dihajar.
Bukan kasar ini hanya serangan balik, seperti hukum alam, sebab-akibat dan nama lainnya disebut karma*.
Seandainya jika saja aku diperbolehkan untuk jujur aku merindukan kasih sayangnya.
Aku ingin tidur di sisi-nya.
Aku ingin terus bersamanya namun apalah dayaku aku menahan semua rasa ini agar aku terbiasa jika suatu saat aku di perantauan dan aku merindukannya aku akan mengingat ini.
Aku mampu!
Aku bisa dan aku harus bisa dan terbiasa aku tahu tak ada yang baik dalam hal ini namun itulah yang terbaik yang harus kulakukan.
Aku tak tahu jalan mana yang akan dipilih? Jalan mana yang akan kulewati? Jalan seperti apa yang kan ku lalui? Namun kupercaya takdirnya tak akan pernah mengecewakan ku meski seburuk apapun aku, takdir ku telah ditulis olehnya dan takdir telah ditentukan.
Aku tak ingin percaya kepada siapapun lagi karena aku pernah dikhianati oleh teman, saudara ataupun keluarga.
Aku memilih percaya kepada-nya bukan hanya sekedar Ia adalah pencipta ku tapi dia juga adalah suatu zat yang membuat aku merasakan adanya kehadiran seseorang yang yang telah lama meninggalkanku (ayah).
Ayah aku merindukanmu. Aku sering meminta pada Tuhan semoga kita bisa di pertemukan. Aku berharap semoga perjuanganku tak sia-sia. Aku tahu meski tak semua harapan dan tak semua mimpi bisa menjadi nyata namun tak ada salahnya untuk mencoba belajar memahami sedikit demi sedikit tentang kehidupan ini.
Walaupun realita menyakitkan namun lebih menyakitkan lagi lagi ketika kita tahu bahwa semua yang kita lalui adalah palsu. Itu lebih menyakitkan daripada ditikam oleh pisau saat berhadapan dengan musuh namun jika musuh itu adalah orang kita sendiri bukan hanya sakit karena ditikam saja tapi sakit karena dikhianati juga akan dirasakan. Dan rasa yang dirasakan menjadi double, berkali-kali lipat.
Aku mencoba untuk percaya hanya pada sang pencipta mungkin adalah solusi untuk menghargai perasaan diri sendiri keluarga saja bisa menghianati karena harta dan tahta bahkan tak jarang ada saudara yang saling berebut wanita. Jika keluarga saja masih bisa berkhianat maka bukankah banyak kemungkinan bagi mereka orang yang baru kita kenal untuk berhianat karena mereka tidak punya alasan untuk setia kepadamu.
Benar atau tidak tapi kita tidak diperbolehkan untuk percaya sepenuhnya kepada selain pencipta.
Gagal atau berhasil Pencipta yang menentukan bukan aku, kau ataupun dia karena jika kita ditakdirkan untuk gagal lalu bangkit lagi mungkin itu takdir baik mu. Itu keberuntunganmu. Namun jika takdir mengatakan atau Tuhan telah memutuskan untuk kegagalanmu, kejatuhan mu, bahkan kehancuranmu maka yang kau terima adalah itu.
Jadi untuk apa mengeluh sedangkan yang ditakdirkan sudah di depan mata. Kenapa harus terus beralasan? Kenapa harus terus saling mencela? Sedangkan takdir, keberuntungan, kesialan, keberhasilan atau kegagalan itu sudah ada dalam catatan sebelum kita menginjak tanah di muka bum ini, sebelum kita diturunkan, sebelum kita menjadi seorang manusia atau bayi yang keluar dari rahim ibu.
9 bulan kita dikandungnya berapa banyak penderitaan yang ia rasakan kan, seperti apa nakalnya kita saat masih kecil bahkan mungkin sampai saat ini kita memiliki sisi yang berbeda.
__ADS_1
Semuanya tak ada yang tahu kecuali Tuhan dan ibu mu dan jika kau masih memiliki ingatan masa kecil mungkinkah mengetahui apa yang telah kau lakukan di masa lalu apa yang telah kau lewatkan? Apa yang telah kau jalani waktu itu? Apa kau menangis hanya karena mainanmu terjatuh atau bahkan kau menangis ketika kau ingin menggenggam sesuatu? Oh misalnya tangan ayahmu yang ingin kau genggam namun kau tak mendapatkannya bukan hanya kecewa yang dirasa namun tak jarang mungkin kau menangis karena hal sederhana sedangkan sekarang kau menangis karena hal yang lebih sederhana lagi kau menangis karena seorang pria yang hatinya tak sepenuhnya untukmu dan mungkin kau hanya seperti debu di matanya dan bahkan tidak ada di hatinya kecewa saat mendengar ini, kecewa saat membaca ini atau ketika menulis ini aku sendiri pun kecewa karena aku terlalu perasa tidak seperti dirimu yang tak peduli tentang apa yang dilalui sebelum kita bisa pergi bersama kembali entah sebagai teman, pasangan atau hanya sebagai pengganti.
Meski hati