
Dulu kita sangat dekat, kita sering bercerita... Eh bukan kita yang bercerita tapi aku yang sering bercerita tentang diriku bukan engkau yang bercerita tentang dirimu hingga terjadi sebuah masalah dalam hidup mu dan aku mencoba untuk menghibur mu, menarikmu ke dalam jalan yang benar.
Aku tak ingin kau tersesat namun apalah dayaku. Aku tak tahu dimana masalahmu? Seperti apa masalahmu? Karena kau tak pernah bercerita kepadaku. Aku tahu dan aku sadar, aku bukan siapa-siapa bagimu tapi aku menganggapmu sebagai seorang yang spesial meski akhirnya tak terbalaskan.
Aku tahu saat mencintai pasti ada saat untuk tersakiti. Kuat atau tidak itu tergantung pada diri sendiri. Jika ingin bertahan maka harus berjuang dan siap tersakiti.
Dulu panggilan diantara kita adalah aku dan kamu, tapi entah apa alasannya panggilan itu telah berubah menjadi lu dan gua yang seolah kau telah membuat jarak antara kita.
Aku tak tau dimana kesalahan ku, harus seperti apa aku terhadap mu.? Panggilan aku kamu yang kau ubah membuat aku segan untuk melanjutkan percakapan karena sadar bahwa aku telah jauh darimu.
Aku sudah memberanikan diri untuk menghubungi mu terlebih dahulu sudah termasuk keberanian bagi diriku karena sudah mau menurunkan ego ku yang tinggi, tapi seperti itu tak berarti bagimu.
__ADS_1
Aku sadar dari awal sampai akhir aku hanyalah orang asing bagimu. Aku disadarkan oleh panggilan yang berubah sejak kau mendapat masalah, sejujurnya aku juga ingin menjadi tempat untukmu bercerita berbagi ku dan kesah namun apalah dayaku aku hanya anak kecil di matamu yang mengungkapkan rasa dengan tergesa-gesa dan meskipun engkau memberikan respon positif namun aku tahu aku hanya orang asing yang baru mengenalmu beberapa waktu ini tapi perasaanku padamu sebenarnya itu tidak bohong itu nyata dan itu benar-benar ada namun setelah panggilan berubah aku pun disadarkan kembali oleh kenyataan bahwa aku masih jauh darimu.
Aku sudah sadar, aku sudah tahu kalau aku itu asing bahkan engkau tak pernah mencari ku saat kau jauh dariku kau tak pernah merindukanku walau aku sering menyebut namamu.
Kau yang Ku kenal ceria, yang kukenal humoris sekarang telah berubah menjadi seseorang yang sering berkata kotor sering mabuk-mabukan aku tak tahu apa yang kau lalui tapi sejujurnya aku sering mencari tahu tentang bagaimana keadaan mu.
Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapamu aku bukan pasangan bahkan mungkin dari kata calon pun masih jauh. Hah... sudahlah dimana semua orang aku hanya anak kecil entah kapan aku akan dewasa di mata mereka walaupun sebenarnya aku telah dewasa kan oleh keadaan dan disiksa oleh penyesalan. Sedih bukanlah solusi untuk setiap masalah namun sedih atau kesedihan adalah sebuah motivasi untuk bangkit kembali.. Bangkit dari keterpurukan dan membangun diri yang lebih kokoh dari sebelumnya.
Berkata-kata mungkin adalah hal yang mudah tapi untuk melakukannya lumayan perlu usaha... Haha dunia ini memang menyebalkan hingga membuat beberapa orang mulai muak dan banyak yang memilih untuk menyerah tak jarang juga ada yang memilih untuk bergantung pada orang lain dengan terus menjilat. Aku sarankan kepada kalian untuk menjadi diri sendiri dan kibarkan bendera kemenangan atas keberhasilan dirimu sendiri walaupun banyak orang yang tidak percaya akan kemampuan mu tapi yakinlah suatu saat mereka akan memuja mu.
Jika ingin mendapatkan hal baik maka lakukanlah kebaikan meski kebanyakan orang baik tersakiti namun yang menyakitinya jika tak kau balas akan ada Tuhan yang membalaskan dengan cara -Nya lebih sulit atau lebih mudah jika Tuhan mau itu seperti membalikan telapak tangan dan membalik halaman buku.
__ADS_1
Mmm, setelah dipikir membalikkan telapak tangan juga akan ada sulitnya walaupun itu hanya berlaku bagi orang yang memiliki kekurangan dan membalik halaman buku juga ada kalanya halaman itu sulit di buka namun jiga Sang Pencipta telah berkehendak "JADI MAKA JADILAH". Tidak ada hal yang sulit bagi Sang Pencipta namun ada hal sulit yang perlu kita lewati untung menguji keimanan kita. Seperti untuk naik kelas akan ada sebuah ujian kenaikan kelas dan untuk menjadi makhluk yang lebih beriman maka harus menyakinkan diri dan menyerahkan diri pada-Nya. Bukan malah bergantung pada makhluk lainnya bahkan hingga menjilat para pejabat. Tidak menjijikan tapi menggelikan karena mau menjadi seseorang yang dibawah.
Meski kita berbeda jalan dan tujuan namun kita sama dalam satu hal. Kita sama-sama berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah untuk apa bersikap seperti langit?
Langit tinggi dan luas lah kalau kamu tinggi cuma 170cm aja sama pekarangan rumah 10 hektar aja bangga. Coba langit aja yang tinggi dan luas gak sombong lah kamu cuma butiran debu sombong amat.
Langit mendung namun tak turun hujan
hati suram karena dendam
Hei kawan!
__ADS_1
Jangan sombong dalam lautan
belum terlihat berapa dalam