
Aku yang mencintaimu lewat senyuman.
Aku yang mencintaimu dan menunggumu untuk datang dan menjumputku.
Aku yang berharap dalam senyuman manis mu itu ada aku sebagai alasannya.
Aku yang kau abaikan tanpa alasan yang jelas.
Aku yang tak mampu menahan mu untuk tetap tinggal atau pun untuk tidak pergi.
Aku yang tak memiliki hak untuk memelukmu dengan erat.
__ADS_1
Inilah aku yang mencintaimu dan kau abaikan,
berdoa dan berharap yang terbaik untukmu.
Aku yang jauh disini menunggumu tanpa kepastian.
Ini aku yang memiliki mimpi untuk membahagiakan mu diwaktu tersulit mu, membuat dirimu bangga pada ku. Aku paham aku bukan orang yang berpengalaman dalam menyenangkan seseorang tapi aku berpengalaman dalam mendapatkan apa yang ku inginkan bagaimana pun caranya meskipun resikonya nyawaku, akan lebih baik bertaruh pada takdir dibandingkan berdiam tanpa hasil dan kepastian. Mungkin saat ini aku banyak membuat dirimu tak senang namun suatu saat nanti, aku akan membawakan bulan sekalipun jika kau menginginkannya. Kau salah satu orang yang ingin ku bahagiakan setelah kepergian nya beberapa tahun lalu, kau juga alasan aku masih bertahan dengan kerasnya hidup ini. Meski dalam tekanan dari keluarga, sekolah dan bahkan lingkungan masyarakat. Aku hidup hanya untuk membuat mimpiku menjadi nyata, kata-kataku menjadi kepercayaan, dan harapanku menjadi tak terkecewakan.
Ujian kedewasaan memang lebih menantang dari pada ujian sekolah yang hanya bertaruh dengan nilai sedangkan ujian kedewasaan bertaruh pada nyawa ku sendiri bahkan bisa menyangkut paut kan nyawa orang sekitarku. Namun inilah taruhannya mau bagaimana pun harus diterima karena semua telah ditulis dan ditakdirkan untuk semua orang.
Aku akan berjuang lebih keras lagi nanti saat aku sudah lulus dan benar-benar masuk ke kehidupan baruku. Yang terbesit di benak ku adalah sebuah kebebasan namun kebenarannya adalah sebuah perjalanan yang masih cukup panjang hingga akhirnya nanti.
__ADS_1
Tak pernah ada yang ku sembunyikan darimu. Aku jujur disetiap kata yang ku ucapkan entah itu tentang perasaan atau pun tentang diriku sendiri tapi jika aku menyembunyikan sesuatu, yang ku sembunyikan adalah betapa gagalnya diriku ketika menolak untuk melakukan sesuatu yang kau inginkan. Maafkan aku jika aku tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri tanpa kau aturkan ini dan itu. Aku mensyukuri apa yang telah kau berikan, aku berterimakasih kepada mu dan soal perasaan ku, aku sudah mengatakannya dari awal aku menyukai siapa, apa alasannya aku sudah ceritakan semua meski kau tau pada akhirnya lagi dan lagi aku memilih untuk menyakiti hati kecilku sendiri. Entahlah ini seperti aku tak memiliki kepercayaan diri, kau tau sejak kecil aku diombang-ambingkan oleh rasa sakit bukan? Mungkin itulah sebabnya kenapa lambat laun rasa percaya diri itu mulai terkikis menjadi rasa sakit hingga aku memenjarakan diriku sendiri ditempat yang gelap tanpa penghuni.
Aku memenjarakan diriku, menutup diriku rapat-rapat dari semua hal yang dapat membuatku terluka lagi namun aku gagal, rasa cinta yang harusnya ku pendam ku katakan lagi. Aku tau akhirnya aku akan kehilangannya bukan sekali dua kali aku kehilangan orang yang ku cintai entah itu teman sahabat bahkan ayah pun meninggalkan ku. Mungkin jika suatu saat nanti aku mencintai seseorang aku akan belajar membisukan mulut dan perasaanku agar saat itu aku tak kehilangan orang yang ku sukai. Aku mulai paham akan arus kehidupanku. Aku selalu diajarkan oleh pencipta ku untuk sadar bahwa didunia ini tidak ada yang abadi dan kekal kecuali diri-Nya, aku juga diajarkan cara menghargai namun aku belum tau rasanya dihargai. Aku selalu sabar dan sadar bahwa tidak ada hal yang akan menetap. Aku terkadang berpikir untuk apa aku takut kehilangannya? Dia yang bukan untukku bagaimana pun akan sulit jika aku memaksanya. Aku memilih menerima dibandingkan terus memintanya. Jika dia adalah seorang yang kau utus untuk membimbing ku aku juga menerimanya bahkan jika dia yang kau utus untuk menyakiti ku, aku akan tetap menerima keputusan Mu. Aku bukan egois karena menerima dirinya tapi aku hanya bisa berjalan sesuai takdir yang telah kau tulis Ya Robb ku. Aku sudah terbiasa kehilangan orang yang ku sayangi, aku sudah terbiasa ditinggalkan bahkan aku terbiasa untuk selalu ada saat seseorang membutuhkan bantuan ku. Bahkan temanku berkata bahwa "hatimu hitam seperti warna yang kau sukai namun ada yang istimewa didalamnya warna biru yang artinya disetiap kau melakukan sesuatu yang kau pikirkan adalah perasaan orang lain dan saat kau marah ataupun kecewa kau hanya diam jika tak ditanyai. Kau ada disini berkumpul bersama namun hati dan jiwamu tidak ada disini, jangan terlalu suka menyendiri cobalah untuk terbuka, bersosialisasi dan mengenal banyak hal. Dan juga jika dihatimu terdapat secercah cahaya putih maka hitam itu akan hilang."
Aku terdiam seketika ketika dia mengetahui apa yang kulakukan dan apa yang ku kerjakan. Aku memang menyendiri alasannya karena aku tak ingin membuat orang disekitar ku tergantung dan membuat mereka membenciku. Benar adanya ragaku disana namun hati dan jiwaku ada ditempat lain karena aku kadang tidak menginginkan itu. Untuk hatiku yang hitam karena aku orang yang sangat mudah beradaptasi jika ada seseorang atau sesuatu hal yang baru dan aku ikut 15menit saja kedepannya aku sudah satu dengan mereka dan terbiasa disana. Jadi jika aku menginginkan diriku sendiri menjadi anak baik aku hanya perlu dekat dengan orang yang berakhlak baik mungkin itu yang dimaksud dengan putih.
Banyak hal yang ku takutkan karena terlalu sering kehilangan salah satunya aku takut diasingkan namun nyatanya aku telah mengasingkan diri ku sendiri di lubuk hati ku yang terdalam bahkan memenjarakannya. Jika kau bertanya cara mengeluarkan diri ku yang ku penjarakan di lubuk hatiku yang terdalam mungkin ada satu cara yang akan mampu bahkan bisa melepaskan diriku didalam sana yaitu kasih sayang dan perhatian bahkan mungkin cinta. Yang ku inginkan adalah cinta yang mampu membuat aku menjadi diriku tak ada kecurigaan didalamnya. Kejujuran dan kepercayaan adalah hal yang wajib ada dalam cinta itu. Ah aku mulai menghayal lagi. Itulah aku yang suka hidup dalam angan-angan bahkan tidak ingin bangun dari tidur ku.
Aku yang mempunyai julukan putri tidur dan mis galau ini lebih suka akan tidur dan bermimpi indah. Aku akan memberitahu mu bahwa panggilan putri tidur atau kadang disebut menyiapkan diri untuk kematian itu diberikan oleh teman sekelas ku di SMK karena jika aku sudah kenyang makan dan kelelahan tidak peduli siapa guru yang mengajar aku akan tetap tidur bahkan saat dibangunkan sangat susah kecuali saat tadinya Freeclass atau bebas ada guru yang akan masuk kelas dalam jarak 3-2 meter aku bangun dan langsung berkata pada teman sekelas ku bahwa ada guru yang akan masuk. Pernah ada yang tidak percaya padaku namun you know dia sampai di hukum karena menjelekkan guru. haha aku hanya tertawa sedang dia menatapku kesal, aku memberikan juluran lidar karena itu akibat tidak mendengarkan aku yang baru bangun. Sebenarnya aku masih disana aku pun tau apa yang mereka katakan dan lakukan karena saat aku berusaha tertidur dikebisingan aku seperti melepas jiwaku dari ragaku dan pergi bermain di duniaku. Orang mungkin tak percaya jika aku tak berbicara demikian. Ah aku ingin mengatakan bahwa aku pernah tertidur di kelas yang gurunya adalah guru yang paling ditakuti di kampus ku bahkan saat aku tidur aku disuruh menjawab pertanyaannya untung aku pintar karena punya reflek langsung menjawab pertanyaan tersebut. Salah benarnya sih aku serahkan pada takdir, tapi untungnya itu benar dan bahkan aku dengan guruku ini sekarang seperti anak dan ayah. Ya memang aku yang menganggapnya seperti itu tapi mungkin kalian tak akan percaya bahwa kadang-kadang aku dijajani oleh guruku itu. Aku dekat dengannya awalnya karena ada tugas yang tidak aku pelajari dan bertanya lewat WhatsApp ketika aku dirumah ah ya sekarang aku bahkan memiliki tab di tangan ku karena waktu itu pertama daring namun hp ku tak bisa mendownload zoom meeting dan di usulkan oleh guruku meminjam ke sekolah bahkan prosedur nya telah diurus da aku hanya perlu datang aja. Jadi setiap ada problem di pelajaran yang diajar guru itu akulah yang dijadikan tempat untuk bertanya dan menyampaikan bahkan aku pun mulai terbiasa.
Untuk julukan mis galau itu diberikan oleh guru bahasa Indonesia ku di Madrasah dulu. hmm itu karena status Facebook ku yang galau. ah itu karena temanku yang membuat guru itu membuka profil dan aktivitas ku. Awalnya kami sedang berkumpul dan mempersiapkan apa yang akan kami lakukan kebetulan eh bukan kebetulan ya memang betul dulu aku dan temanku itu anak nakal karena masanya bahkan ada yang yang sampai masuk BK tapi aku dan teman yang ku bonceng yang paling selamat meski harus tersasar di lingkungan baru itu, tapi itu membuat ku tidak bertemu dengan guru akidah ku yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah saudaranya. wuwa itu adalah kebahagiaan yang tersembunyi. namun karena hal itu juga mereka selalu memojokkan ku. Aku tidak menyalahkan mereka toh aku disuruh ibuku pulang saat itu. Anggap saja itu keberuntungan yang membuat aku bisa bertahan.
__ADS_1