
Aku tak tau apa yang harus ku lakukan, disaat seperti ini hatiku memang merasa iba namun aku tak tau apa dan harus bagaimana membuat semuanya menjadi baik.
Aku merasa kasihan namun aku tak bisa benar-benar menunjukkannya.
Aku mungkin terlihat tak berperasaan namun bagaimana aku harus bersikap? Aku tak tau. Aku bingung dan bimbang melihat ibu ku sakit aku hanya bisa melakukan apa yang ia perintahkan namun tak bisa menunjukkan kepedulian terhadap dirinya.
Sedih, ketika melihat orang lain yang malah menyuruhku untuk menjaganya.
Apa yang bisa ku lakukan?
Aku terlatih untuk berpura-pura dalam menunjukkan emosi. Aku tak terbiasa jika harus menunjukkan yang seharusnya. Aku mungkin akan baper (bawa perasaan) saat bercerita tentang kehidupan pribadiku namun untuk menunjukkan emosi pada orang lain agak sulit karena aku terkadang memilih untuk memendam perasaan yang ku rasakan.
Aku terlalu takut untuk menunjukkan emosi ku disaat-saat tertentu bahkan tak jarang aku merasa tak enak hati ketika harus berperilaku baik maupun jahat.
Aku tak berdaya. Benar-benar tak berdaya saat harus menjadi asing dengan orang-orang terdekat ku. Bukan satu dua kali aku merasakan rasanya sendirian saat berada di keramaian.
__ADS_1
Aku tau sulit untuk diriku bergabung dengan dunia luar namun aku juga tak menginginkan kesendirian.
Aku ingin hidup dengan damai tanpa khawatir bahwa aku akan ditinggalkan sendirian.
Sedih, takut dan kecewa seolah menghantui pikiran ku, membuat diriku mencari tempat yang dapat memberikan suatu yang ku inginkan.
Apa yang ku cari?
Ada pelukan yang ku dirindukan...
Ada hati yang terus memuja...
Ada puja yang sulit untuk di katakan lewat ucapan...
Ada satu kalimat 3 kata dengan beribu rasa "Ayah Aku Rindu"
__ADS_1
Jika kau bertanya apa yang ku inginkan. Hanya satu jawaban untuk saat ini aku ingin pelukan hangatnya. Bukan cibiran ataupun cacian yang terus terngiang seperti nyamuk yang terus berdengung di dekat telinga.
Ada seribu cerita dalam 12 tahun sekolah.
Tentang asmara, cacian, makian, kehidupan yang naik turun seperti jalan menuju ke bukit, ada tanggul disaat yang sulit jika berbalik maka terjatuh jika maju tertusuk luka tak ada pilihan yang lebih baik tapi setidaknya maju lebih bisa diandalkan karena belum tentu akan gagal. Namun jika berbalik sudah di pastikan akan terjatuh dan masuk ke jurang kematian karena keputusan asa an.
Mudah untuk dikatakan sulit untuk di jalani namun disepelekan saat sudah terjadi dan sudah dilalui tanpa berpikir harus seperti apa jika terulang kembali?!.
Ceroboh dan gegabah dalam mengambil tindakan bukanlah hal yang baik karena ada hukum sebab-akibat yang akan terjadi entah diri sendiri atau keturunannya nanti dimasa yang akan datang.
Iri dan benci adalah sebab ketidak mampu an dirinya menerima apa yang harusnya ia syukuri.
Datang atau pergi tanpa permisi seperti jalangkung yang dikitari dengan kejahatan dan dendam pribadi melibatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa menengok apalagi peduli.
Benar ataupun salah bukan lagi ketentuan tapi siapa yang memiliki lebih banyak maka dialah yang akan jadi sang pemenang nya.
__ADS_1
Jangankan 2 bukit kembar yang menempel di badan bahkan hantu gentayangan pun menjadi lebih sering terdengar.