
Aku membuka buku harian kecilku yang mengatakan apa yang ada dalam hatiku dan ada banyak yang tertulis di dalamnya tentang aku. Mulai dari halaman pertama biodataku dan kemudian halaman berikutnya diisi dengan curahan hatiku.
Flashback on,
Senin, 08 juni 2015
Hari ini adalah hari yang aneh dan bahagia, pikirku. Tidak tahu bagi orang lain. Aku merasa aneh bahwa hari ini anak-anak yang seharusnya pergi ke sekolah tetapi alih-alih bekerja untuk membantu orang tua mereka (mungkin!).
Ya Allah engkau maha kuasa. Aku memohon kepada mu agar masalah ekonomi seluruh dunia tidak akan semahal ini. Harga pasar yang awalnya rp. 100 itu berguna untuk membeli ciki dan beberapa permen tapi sekarang rp. 100 itu tidak dapat apapun kecuali satu terasi sekecil permen. Apalagi rp. 100.000 hanya bisa membeli sepasang pakaian, mereka lebih indah daripada mereka sekarang!
Apakah ini dunia?
"Mengapa aku heran pada dunia ini?"
*09 Juni 2015*
*Menurut ku dunia ini sangat kejam karena setiap orang yang tadinya baik menjadi jahat dan juga terkadang yang jahat menjadi baik, tetapi kebanyakan orang jahat tetap saja jahat*.
*Mengapa begitu*?
"*Aku merasa heran akan dunia ini*!"
10 Juni 2015
Menurut ku hari ini adalah hari yang indah, karena aku memiliki teman untuk diajak bermain. Aku heran pada orang yang berani berbohong demi membela diri. Aku juga heran pada mereka yang bersikap baik lalu jahat, seperti hariku yang terkadang tak seindah hari ini.
Aku sangat heran terhadap dunia ini. Aku percaya bahwa Alloh itu adil tidak membeda-bedakan makhluk nya. Alloh menghukum orang yang salah tetapi mengapa manusia tak adil?...
__ADS_1
***Flashback off***.
Aku pikir dulu itu aku sangat lugu polos dan cukup baik dalam mengkhawatirkan orang lain dan tidak terlalu peduli tentang diriku sendiri rela disakiti demi membuat orang lain bahagia.
Saat ini aku berpikir aku ini egois karena tidak mengkhawatirkan keadaan ku sendiri. Terlalu meremehkan rasa sakit itu hingga akhirnya aku tanpa sadar terus menyakiti diri sendiri. Aku mungkin lupa bahwa mereka tidak akan pernah selalu ada untuk ku, aku mungkin ceroboh karena percaya itu demi kebaikan ku. Aku merasa bodoh bahwa mudah percaya akan kata-katanya yang lebih manis dari gula yang mampu menggerogoti hatiku yang suci.
Sedih, ketika tau bahwa aku tak mampu menjadi diriku sendiri. Aku banyak berkorban untuk yang dinamakan teman dan sahabat tapi mana mereka ketika aku sedang terjatuh? mereka ada dikejauhan sedang tertawa dan menatap jijik seolah tak kenal. Aku hanya bisa bangun lalu berlari tak mempedulikan mereka. Pulang dan menangis mengadu pada ayah ibu yang terus berkata bahwa aku harus sabar dan sadar karena kita bukan apa-apa maka dari itu aku punya keinginan untuk menjadi suksek dan balas dendam dengan cara membiarkan mereka melihat hasil yang ku peroleh dan melangkah tak peduli ketika mereka terus memanggil ku... Haha andai aku bisa, aku terlalu baik sehingga aku tak tega melakukan itu. Mereka mungkin berpikir bahwa aku tak mempedulikan masa lalu namun mereka salah , jiwa barbarku masih menuntut untuk membalas namun hati kecilku menolaknya. Pernah ku berpikir untuk menghabisi mereka mencakar, mencabik-cabik nya hingga hancur berkeping-keping namun itu salah cara terbaik membalas mereka adalah diam. Diam yang membuat mereka bingung terhadap pendapat dan sikap ku.
"**Balas dendam terbaik dengan tak membalas perlakuan mereka namun membantu mereka dan membuat mereka sadar bahwa akulah yang terbaik itulah yang sering dikatakan ibuku**".
*Sedih?!*
Ya, jelas sekali memang sedih.
*Senang?!*
Tentu, aku senang karena jadi harapan.
*Tertekan?!*
Sudah pasti karena aku tak bisa jadi diri ku sendiri.
*Kecewa?!*
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri karena jika aku gagal akulah yang disalahkan.
*Lantas kenapa masih bertahan?!*
Mungkin dikehidupan sebelumnya aku berhutang sesuatu sehingga aku harus membayarnya sebelum pulang.
Tapi ntahlah tak ada alasan yang membuat ku pergi lebih cepat jua.
Semua orang harus tumbuh dewasa,
Dan semua orang harus bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri
Dan aku tidak bisa menyerahkan masalahku sendiri kepada orang lain.
Sekarang ada hal yang harus kulakukan dan harus kulakukan sendiri
Maaf aku tidak bisa terus berlindung di belakangmu terus menerus aku takut kau akan pergi meninggalkan ku.
Aku takut untuk mempercayai dan memberikan kepercayaan kepada orang lain lagi.
Cukup pengkhianatan dimasa lalu yang membuat ku trauma dan takut pada orang terdekat ku.
Aku tidak pernah menyalahkan orang lain yang ku salahkan adalah diriku karena menjadi orang yang naif.
untuk diriku...
Tahan rasa sakitmu
Aku yakin kamu kuat!
U strong man
I sad but I am strong
Don't worry
__ADS_1
I am smart")