Sebagian Dariku

Sebagian Dariku
Sederhana


__ADS_3

Aku yang menurut diriku sendiri kadang sederhana namun kadang mewah. Hidupku yang berada dalam penuh kasih sayang dan penuh cinta. Pembuktian cinta dan kasih sayang mereka adalah aku yang sekarang ini. Aku yang manja dan belum cukup dewasa dalam pikiran namun dewasa dalam usia.


Kesederhanaan diriku yang membuat beberapa orang jadi terpikat dan juga jadi iri. Beberapa dari mereka juga bahkan mencoba untuk menjatuhkan aku dalam kegelapan yang manis untuk sesaat. Aku pernah masuk ke jurang kekecewaan yang hingga saat ini masih menyisakan rasa sakit yang mendalam dan rasa trauma yang cukup hebat. Hingga aku tersenyum lewat fisik sedangkan batin dan hatiku masih dalam kekecewaan yang teramat.


Aku yang awalnya mudah percaya kini menjadi aku yang mudah curiga. Aku yang awalnya jujur kini kadang berdusta karena siapa yang harus ku percaya? mana yang benar-benar tulus? dan bagaimana yang mampu menjaga hatiku agar tidak terluka lagi?


Bingung. Itulah hal yang kurasakan ketika teringat atau terpikir tentang itu.


Aku juga pernah berpikir bahwa hidup itu membosankan sedangkan kenyataannya tidak semembosankan itu. Aku mulai mengerti bahwa dewasa itu tidak dilihat melalui umur namun dari pola pikir dan arus kehidupan yang telah setiap insan lalui. Aku yang sering dimanja ini pun punya sikap kekanak-kanakan. Tapi aku juga punya pola pikir yang cakap dan aku selalu mempersiapkan sesuatu baik dan buruknya, berhasil dan gagalnya. Aku punya pengalaman buruk karena terlalu percaya diri yaitu kegagalan dan dari sana aku belajar untuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk sekalipun meski itu memakan rasa percaya diriku sendiri.


Aku sedikit paham bahwa hidup tidak bergantung pada orang lain namun pada diri sendiri.

__ADS_1


Jika kau mengatakan bahwa aku anak kecil belum paham akan rasa sakit di duakan oleh orang yang ku cintai, aku hanya tau rasa suka? Haha lucu. Cinta? Suka? Dua? Mencintai, aku pernah mencintai seseorang namun diduakan aku pernah bercerita di episode sebelumnya bukan? Suka dan cinta itu hampir mirip namun berbeda rasa. Huft jangan kan di duakan aku saja pernah dikhianati bahkan dari kelas 5sd aku sudah dikhianati teman ku yang awalnya adalah sahabatku. Diadu dombakan, di fitnah bahkan aku pernah diasingkan oleh mereka. Jangan berkata bahwa aku tak pernah dikhianati atau diduakan. Ku katakan dikhianati oleh sahabat mu sendiri, oleh orang yang dekat dengan mu maupun oleh kekasihmu itu sama saja sakit! Ku katakan sekali lagi dengan lebih jelas bahwa itu sakit! Tak peduli dia teman, sahabat atau pun kekasih jika yang kita memiliki hubungan dengannya, yang dinamakan dikhianati itu sakit.


Aku pernah kecewa bahkan sering kecewa namun aku berusaha tegar ikhlas walaupun sering mengeluh bahkan tak jarang berpikir untuk mengakhiri. Aku mungkin anak kecil dimatamu tak mengerti apa yang kau rasakan. Ku katakan itu salah meski aku anak kecil atau anak mama tapi aku diluar rumah bukan aku yang ada di dalam rumah. Suka duka ku, ku pendam namun jujur saja jika hati kecilku sudah terasa sakit bahkan dadaku sesak aku menyerah dan menceritakan itu pada ibuku atau siapa pun yang ku kenal. Bukan sekali dua kali aku bercerita hal yang sama mungkin sampai mereka bosan dan malas mendengarkan aku bahkan mungkin mulai membenciku aku tidak terlalu peduli lagi. Kenapa? Karena nyatanya mereka hanya ingin tau bukan peduli. Sedangkan aku hanya memenuhi keinginan mereka untuk tau lebih banyak.


Sejak kelas 3sd setiap pulang sekolah aku selalu menangis merajuk karena tidak punya teman untuk kerja kelompok. Hingga akhirnya aku disuruh untuk membuat sendiri katanya agar nilai yang ku miliki lebih besar dari mereka. Mungkin itu ada benarnya namun sejak saat itu aku tidak percaya diri saat diminta untuk bekerja kelompok pasalnya pasti aku sendiri lagi dan aku tau itu. Meski berkelompok aku tak ingin jadi beban karena itu aku memilih untuk sendiri dari pada jadi beban orang lain. Aku lebih memilih menerima kenyataan bahwa aku tak sama dengan mereka. Aku seperti tidak diinginkan disana. Jadi untuk apa aku ikut serta didalamnya?


Sudah cukup saat aku bermain tanpa membawa kendaraan kalian menolak membawaku itu sudah cukup untuk menyakiti hati kecilku. Itu lebih dari cukup untuk membuat diriku tak ingin berharap pada siapa pun didunia ini karena ku tau semua pasti bohong. Aku lebih memilih bukti dibanding janji maupun kata-kata manis manusia apalagi laki-laki.


Aku lelah namun aku harus semangat karena masih ada orang yang harus ku bahagiakan.


Aku bisa melihat bintang namun tidak bisa menggenggam dan menggambilnya, seperti aku yang mencintaimu namun tak mampu menggapai dirimu karena kau jauh di sana.

__ADS_1


Lebih tepatnya hatimu belum ada untukku.


Terkadang kita juga butuh jarak agar memahami rasa yang sebenarnya. Seperti kata-kata yang butuh spasi agar sanggup terbaca dengan baik.


Untuk mu yg selalu meminta alasan dan menuntut jawaban; Alasan...


Alasan adalah suatu hal yang kau ambil saat kau menolak atau merespon, untuk melakukan sesuatu dan alasan juga merupakan dasar dari apa yang kita lakukan.


Seperti kelahiran tidak membuatmu jadi orang yang hebat, usahalah yang menentukan hal itu. Banyak orang yang lahir di keluarga kaya namun belum tentu mereka akan menjadi orang hebat. Semua hal butuh proses, semua butuh pengorbanan dan semua butuh semangat entah dari dalam diri sendiri maupun orang luar.


Mungkin seseorang punya takdir untuk menjadi orang hebat tapi untuk menjadi orang hebat itu sendiri perlu menghadapi cobaan terlebih dahulu ada yang sulit, ada yang mudah, dan kadang ada yang sangat mudah, bahkan ada yang sangat sulit. Semua itu tergantung bagaimana kita menilai perjalanan kita jika menurut kita sulit maka itu akan terasa sulit namun jika kita menganggapnya mudah maka itu akan mudah. Mengapa demikian? karena apa yang kita pikirkan kan akan menjadi apa yang kita lakukan. Tak peduli seberapa sulit kamu melakukan sesuatu namun jika menurut para pikirmu itu mudah maka semua akan menjadi mudah tergantung dari apa yang kamu rasakan apa yang kamu ucapkan dan apa yang kamu kerjakan semua tidak lepas dari pengamatan sang pencipta. Kamu boleh berbohong kepada semua orang di sekitarmu pada dirimu sendiri tapi kau tidak bisa berbohong pada sang pencipta mu.

__ADS_1


Aku saja yang sederhana, memiliki beberapa masalah karena orang yang iri kepadaku. Aku yang diam saja mereka sudah membenciku. Apa yang akan mereka lakukan jika aku terus berbicara? Aku lelah, aku bosan namun aku harus tetap semangat kenapa karena ada orang yang mendukungku, ada orang yang masih menyayangiku bahkan mungkin mencintaiku meski aku tidak tahu di mana dia saat ini? sedang apa? dan apa yang dia rasakan? Aku berusaha untuk berpikir positif menghilangkan semua yang kurasakan meski awalnya itu sulit namun aku percaya semua akan baik-baik saja karena penciptaku membuat jalan ini karena dia yakin bahwa aku mampu melaksanakannya.


Aku tidak yakin kapan akan akan pergi. Aku tidak percaya bahwa semua orang menyukaiku. Aku bahkan tidak pernah mempercayai orang-orang disekitar ku. Dan inilah aku dengan kesederhanaan dan kisahku


__ADS_2