
Leo POV
"Sampai kapan kita disini.?" Ucap Alicia yang mengalihkan pandanganku dari tv menuju asal suara.
Cantik! satu kata yang mewakilinya ketika melihat Alicia mengenakan gaun yang aku pilihkan untuknya.
Ya tuhan, andai kau izinkan dia hidup denganku pastilah aku sangat bahagia memiliki pendamping seperti dia. Tuhan, dia amat sangat indah. Aku terpana melihat sahabatku seperti ini. Ingin sekali aku memilikinya dan tidak akan pernah melepasnya.
"Leo, ayo kita pergi pastilah nanti kita akan pulang larut. Aku tidak mau ya karena besok aku harus masuk sekolah." Ujar Alicia yang tak dapat aku mengerti.
"Leo kau mendengarku kan.?" Ucap Alicia sedangkan aku masih diam memperhatikannya tanpa mau menjawab apa yang dia ucapkan.
"Leoooo! sampai kapan kau akan terdiam seperti itu?" Tanya Alicia sedikit berteriak menyebut namaku dan membuatku tersentak seketika Kesadaranku kembali sepenuhnya.
"Ya ampun Al suaramu itu membuatku sangat terkejut tau." Ucapku sedikit kesal karena baru saja dia mengganggu fantasiku untuk bisa memilikinya. Oppsss. Sepertinya dia tidak salah. Hihihi sepertinya aku sudah mulai gila sekarang. "Kamu yang sendari tadi diam saja layaknya aku berbicara kepada patung tau." ucap Alicia kesal.
" Ya sudah Sorry ya my princess. Ayo kita pergi." Ucapku padanya agar dia tak kesal lagi.
Alicia POV
Leo kau sangat menyebalkan pada saat aku bertanya padamu kau diam saja tanpa menjawab. Aku memanggilmu sedikit lebih keras kau terkejut dan kesal padaku. Manusia aneh ini harusnya diapakan sih.
"Iya, aku maafkan." Ucapku padanya agar ini cepat selesai.
"Baiklah, tersenyumlah Al kau akan tampak mempesona pastinya." Ucap Leo yang aku tau agar nantinya aku tidak terlihat dipaksakan. Aku tau itu.
"Nah gitu kan cantik ayo sekarang gandeng lenganku." Ucap Leo kemudian mengarahkan tanganku agar menggandeng lengannya setelah itu kami keluar menuju mobilnya.
"Hemm." Gumamku padanya.
__ADS_1
Sesampainya kami di acara kantor, Leo dan Aku mempersiapkan diri agar terlihat serasi.
"Baiklah Al, nanti kamu adalah kekasihku yaa dan jangan jauh-jauh dariku karena nanti kaulah kekuatanku satu-satunya." Ucap Leo berbisik yang membuatku merasa bingung.
"Kekasih? Kekuatanmu?." Ucapku mengulang itu dari ucapan Leo karena aku sama sekali tidak mengerti.
"Baiklah ayo masuk kembali ke mobil. Aku jelaskan dulu padamu." Ucap Leo sabar menanggapiku.
Didalam mobil.
"Baiklah jadi apa maksudmu tadi?" Tanyaku langsung padanya.
"Alicia sayang jadi begini. Jenny ada di pesta ini." Ucap Leo to the point yang membuatku kaget. "Lalu bagaimana aku menjadi Kekasihmu, bodoh." Ucapku kesal padanya, yang benar saja manusia ini Jenny ada disini dan aku menjadi kekasihnya.
"Jenny bersama tunangannya malam ini." Ucap Leo murung dan terlihat ada luka ketika aku melihat sorot matanya. "HA.?" Aku sangat terkejut saat ini. "Jenny menduakan aku selama ini, sebenarnya aku sudah tau sejak awal Al tapi aku mencintainya. Begitu pula dengan Jenny dia sangat tulus mencintaiku hingga akhirnya dia memilih pria itu." Ucap Leo yang terlihat hampir menangis dengan iba aku memberikan pelukan sebagai kekuatan.
"Orang tua Jenny sangat menyukai pria itu mereka merasa bahagia dan merasa bahwa anak mereka hidup karena selama ini Jenny selalu merasa nyaman dan timbullah perasaan untuk pria itu." Jelas Leo yang membuatku bingung. "Apa maksudmu.?" Tanyaku lagi agar Leo lebih Jelas lagi menceritakannya.
"Pria itu sahabatku dia Alex, Dia adalah Dokter spesialis Jenny." Jelas Leo yang membuatku tambah syok dan mengerti apa maksud Leo. "memangnya apa yang diderita Jenny?" Tanyaku pada Leo. "Selama ini Jenny memiliki riwayat penyakit jantung."
"Ya Tuhan, apa kau tidak berusaha untuk mempertahankannya?"
"Sudah aku lakukan pada saat mereka belum bertunangan. Aku dan Jenny sempat bertengkar tapi aku tidak ada pilihan lain selain merelakannya sedangkan Alex tidak mengetahui jika Jenny adalah kekasihku saat itu bahkan hingga saat ini kami mengunci rapat cerita kami." Jelas Leo yang membuatku merasakan apa yang Leo rasakan saat ini.
"Al aku sudah merasakan ini sejak lama jadi aku sudah kuat untuk menerima rasa sakitnya." Ucap Leo setelah itu. "Leo maafkan kebodohanku karena tidak mengerti dari awal. Baiklah aku Kekasihmu malam ini. Aku rasa kita harus menunjukan bahwa kita bahagia saat ini dan menjadi pasangan yang serasi. Ayo kita ke sana." Ucapku meyakinkan Leo agar bisa melewati ini semua.
"Huft.. iya Al kita bisa." Ucapa Leo setelah menghela nafasnya dengan kasar.
Aku dan Leo keluar dari mobil kemudian melangkahkan menuju pesta kantor itu dengan tanganku menggandeng lengan kiri Leo dan senyum menyertai wajah kami berdua. Sesampainya di pintu masuk semua orang melihat kami dengan berbagai tatapan. Ada yang memuji dan ada pula yang merasa iri dengan posisiku saat ini. Aku tau mereka merasa tidak beruntung karena tidak bisa memiliki Leo dan menggandeng Leo yang notabene seorang CEO perusahaan ternama. Ingin rasanya aku tertawa karena mereka tertipu gadis-gadis malang. Tanpa sengaja mataku melihat wajah itu Alex ya itu Alex dan Jenny. Walaupun aku hanya tau Jenny dari foto yang Leo pernah tunjukan tapi aku sangat yakin itu memang mereka berdua. Alex dan Jenny mereka tampak bahagia dan saat aku melihat Alex pria itu tersenyum padaku dan aku membalasnya dengan senyuman yang tak dapat orang lain artikan karena hanya aku yang tau arti senyuman ini. Senyuman yang berisikan ketidak suka padanya.
__ADS_1
"Hai Lex, gimana kabar lo?" Tanya Leo pada Alex sesampainya kami dihadapan mereka.
"Eh brother, gue baik-baik aja." Ucap Alex sambil melirikku.
"Wih sama siapa lo ke sini.?" Tanya Leo basa-basi dan aku tau Leo sedang terluka saat ini.
"Oh iya, kenalin ini Jenny dan dia tunangan gue sekarang." Jelas Alex kepada kami.
" Hai, jenny" ucap Jenny mengulurkan tangannya kehadapanku. "Hai juga, Alicia" ucapku tersenyum tulus karena aku baru tau dia sangat anggun ketika aku mendengar suaranya. "Leo." ucap Leo setelah aku menjabat uluran tangan Jenny.
"Je, Jenny." Ucap Jenny sedikit gugup karena yang aku tau mereka baru bertemu sekarang dan terakhir mereka bertemu mereka sedang bertengkar aku rasa mereka akan tetap menyembunyikan kebenaran bahwa mereka sudah saling mengenal.
"Kapan nih kalian nyusul kita." Tiba-tiba Alex berkata.
"Tenang aja bro kalian duluan aja. Pasti kita datang ko ke pernikahan kalian nanti."
"Kami masih lama ko, tunggu aku sembuh dulu." Ucap Jenny kemudian.
"Kami tunggu kabar baiknya" Responku menanggapi lalu tersenyum tulus.
"Tentu saja dan setelah itu kami akan mengundang kalian benarkan sayang?." Ucap Jenny kemudian menggandeng lengan kiri Alex mesrah.
cih! Leo.
"Dengan senang hati kami akan datang iyakan sayang.?" Respon Leo disampingku kemudian meraih pinggangku erat. Seperti yang aku banyangkan perang dingin seperti ini akan terjadi.
"Tentu sayang kita akan datang."
cih peranan seperti ini aku akan lihai memeraninya tanpa sengaja aku melihat Alex terkejut atas jawabanku terhadap Leo. kena kau! pasti dia menduga kami memang benar-benar menjalin Asmara.
__ADS_1