Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
Let's start the movie!


__ADS_3

Sesampainya aku dan Emeli di Kamarku, kami berdua bergegas untuk membersikan diri dan siap bersantai dikasur nyamanku.


"Oh Alicia, kamar ini memang sangat nyaman. Apalagi kasurmu ini." Ucap Emeli yang sedang berbaring diatas ranjang.


"Oh ayolah, kamu ini seperti Leo saja. Well dia juga suka sekali menyebut kamar serta kasurku adalah tempat ternyaman, namun Leo sering memutuskan secara sepihak untuk menginap bersamaku." Ucapku setelah mengingat betapa menyebalkannya makhluk seperti Leo.


"What? Menginap,bagaimana bisa?." terlihat jelas Emeli tidak percaya.


"Iyah menginap dan tidur satu ranjang dengannya, hey! Hal apa yang tidak dapat dilakukan makhluk semacam Leo.?" Terangku pada Emeli kemudian ikut berbaring.


"Apakah kalian sepasang kekasih?." Tanya Emeli penasaran.


"Hey! Konyol sekali pertanyaanmu itu." Ucapku kesal.


"Al, aku bertanya serius, apakah kalian sepasang kekasih?."


"Sebenarnya kami adalah sahabat kecil. Walaupun dia menyebalkan dan terkadang kekanakan, Leo sudah seperti kakak untukku sendiri." Jelasku pada Emeli.


Oh god ada apa dengannya, dia seperti seorang kekasih yang tau kekasihnya selingkuh saja.Alicia


"Apakah kalian pernah melakukan hal itu?" mendengar pertanyaan Emeli yang tidak masuk akal itu membuat mataku hampir saja keluar dari tempatnya, seketika aku terdiam.


Walaupun aku berasal dari New York aku belum pernah melakukan hubungan seperti itu, dapat dikatakan aku ini gadis kuper untuk remaja di New York tapi begitulah, karena aku tidak ingin memberikanya di usiaku yang masih remaja.


"Emeli, jujur saja selama ini aku tidak pernah memberikannya pada siapapun. Aku belum pernah melakukannya." responku jujur.


"Oh Alicia, maafkan pertanyaanku. Ini privasi. Maafkan aku." Ucap Emeli sedikit bersalah.


"Hey, Tak apa." Ucapku pada Emeli.


"Al, sebenarnya aku menyukai Leo." tiba-tiba Emeli berkata dan membuatku terkejut.


"Aku menyukainya ketika dia sedang berbicara padamu di restoran itu dan tersenyum ketika berjabat tangan denganku." Ucap Emeli dengan pandangan penatap langit-langit kamar.


Tanpa mereka ketahui satu sama lain, mereka saling menyukai. Untuk ini aku turut bahagia, aku sangat yakin jika saat ini Leo sedang membuka lagi hatinya yang pernah terluka. Aku harap Emeli memang tepat untukmu Leo. Aku harap begitu.


"Emeli, aku harap kamu tidak meninggalkan dan menghancurkan hatinya. Aku mohon Jangan pernah." Kemudian menatap kedua matanya.


"Al, aku juga tidak tahu apakah Leo menyukaiku atau tidak dan apakah dia menerima masalaluku yang sudah tidak suci ini." Ucap Emeli dengan tatapan sedih.


"Aku yakin Leo menyukaimu dan dia sedang jatuh cinta kepadamu. Sama halnya seperti yang kamu rasakan sekarang. Aku bisa buktikan hal itu padamu. Dia pasti akan menelponeku sebentar lagi." Ucapku yakin.


Hampir lima belas menit kami terdiam sambil menatap langit-langit kamarku. Taklama kemudian dering telponku berbunyi dan menampilkan nama Leo disana, seketika senyumku merekah. Aku sangat yakin bila dia menelponku untuk membicarakan Emeli,langsung saja aku klik tombol hijau dilayar dan tidak lupa pula mengaktifkan mode speaker agar Emeli dapat mendengarnya juga.


"Hello Alien." sapaku padanya kemudian membesarkan volume ponselku agar Emeli dapat dengan jelas mendengarnya.


"Hey Princess cantik, bagaimana keadaanmu?" Tanya Leo dari seberang sana.


"Aku sedang dalam keadaan terkejut dan penuh keyakinan." Jawabku dengan sedikit bergurau.


"Apakah princess sudah tau apa yang akan aku beritahukan padamu?" Ucapnya yang membuatku menahan tawa.


"Tentu saja aku tidak tau, memangnya apa?" Jawabku agar dia tidak curiga.

__ADS_1


"Al, sepertinya jantungku berdetak lagi." ucap Leo dari sebrang sana dan disini aku melihat Emeli tersenyum.


"Hei Vampire apakah kamu menyukai seseorang saat ini?" Tanyaku pada Leo.


"Sepertinya begitu. Tapi aku merasa sangat aneh karena bertemu dengannya baru kali ini, tetapi hatiku terus saja berdetak dengan cepat, dan pada saat aku berjabat tangan dengannya aku merasa bahagia karena aku bisa menyentuhnya." Ucap Leo sedangkan Emeli hampir saja menagis karena dia tak yakin siapa wanita yang disukai Leo.


"Siapa gadis beruntung itu Leo?." Tanyaku memastikan bila Leo memang menyukai Emeli.


"Sahabatmu dikota ini Al, Emeli." Jawab Leo dengan jelas.


"Apakah kau yakin Le?" Tanyaku memastikan.


"Tentu saja Al, aku jatuh cinta padanya." Ucap Leo yakin dan Emeli memeluku dari samping.


Ini saatnya meyakinkan Emeli.Alicia


"Apakah kau bisa menerima masalalunya Le"? Ucapku tiba-tiba.


"Hey Al, aku akan menerima apapun itu, bila dia tulus mencintaiku." Ucap Leo terdengar serius.


"Sepertinya untuk hal itu aku tidak berhak ikut campur." Jawabku.


"Tapi ada hal yang ingin aku pertanyakan. Apakah Emeli juga menyukaiku?." Tanya Leo dari sebrang sana.


"Emeli gadis baik Le, jangan tinggalkan dia dan jaga perasaannya dia sahabatku."


"Tentu saja Al, aku akan menjaga dan mencintainya dengan tulus. Entah mengapa aku yakin dengan Emeli." Ucap Leo yang terdengar tulus membuat Emeli semakin terharu dan bahagia.


"Hey! bagaimana mungkin? Kami baru saja bertemu Al. Dia bisa menduga aku ini pria kesepian, yang hanya ingin bermain-main dan tidak serius." Ucap Leo yang membuat Emeli sedikit tersenyum.


Terlintas Ide gila dalam benakku,aku serahkan telponnya pada Emeli. Sementara itu aku bersembunyi dibawah selimut.


"Hello Al, apakah masih terhubung?." Panggil Leo dari sebrang sana.


"Hey Alicia. Kau mendengarku atau tidak?." panggil Leo lagi karena tidak ada jawaban dari Emeli karena dia gugup. Sedikit gila memang tapi mereka harus bicara.


"AL." Panggil Leo mulai kesal.


"He-l-lo." Ucap Emeli terbata.


Tidak Apa itu wajar, aku hanya mendengarnya dari bawah selimut.


Aku harap kalian bahagia, aku harap begitu.


"Hello Al? Suaramu berubah?." Tanya Leo aneh.


"Hello Leo, aku Emeli." Ucap Emeli mulai tenang.


"E-me-li? Kau kah itu? Ya tuhan aku gugup sekarang. Dimana Princess gila itu. Mengapa dia tidak bilang jika kamu ada disana." Ucap Leo kesal denganku. Hihihi rasakan itu.


"Tidak Apa Leo, princessmu itu baik." Ucap Emeli tenang. Aku yakin Emeli sudah siap.


"Emeli, Akuuu..." Ucap Leo terhenti.

__ADS_1


"Ya?"


"Sepertinya kita harus bertemu, Aku tidak bisa menyampaikan semua itu disini. Ya mungkin saja kamu sudah mendengarnya tapi aku ingin bertemu denganmu dan langsung mengutarakannya." Ucap Leo serius.


"Leo apakah kamu yakin denganku?."


"Tentu saja, aku harap kita bertemu Emeli."


"Baiklah, kita akan kemana?." Tanya Emeli langsung.


"Jardin du Luxemburg, pukul tiga sore.?"


"Baiklah, sepertinya bersantai disore hari akan menyenangkan." Ucap Emeli riang.


"Baguslah jika kamu mau. Aku akan mengabari dan menjeputmu Emeli." Ucap Leo santai.


"Baiklah Leo. Terimakasih." Ucap Emeli senang.


"Iya amour. Baiklah serahkan telpon ini pada princessku yang unik itu." Ucap Leo yang membuatku tertawa.


"Hahahaha, kena kau Leo. Apakah hatimu sudah tenang sekarang.? Apakah jawabnya sudah kau temukan?." Ucapku setelah telponnya sudah kembali padaku.


"Baiklah Al. Awalnya aku kesal padamu tapi terimakasih. Sepertinya aku harus menanyakan nomor teleponnya dan alamat rumahnya padamu." Ucap Leo.


Inilah sahabatku, dia pria yang melangkah serius bila sudah menyukai sesuatu dan akan menjaganya sebaik mungkin. Aku percaya Emeli akan bahagia bersama Leo.


"Baiklah Leo aku akan memberitahumu lewat pesan text. Masih adakah yang ingin disampaikan? Aku ingin menonton sekarang." Ucapku pada Leo setelah aku mengingat tujuan Emeli ada disini.


"Merci Al. Baiklah Sepertinya sudah tidak ada."


"Oke. Sampai disini. Night Leo."


"Night princess,Night Emeli." Ucap Leo kemudian sambungan telponnya terputus.


Lima menit setelah keheningan.


"Al.." panggil Emeli setelah kami berdiam menatap langi-langit kamar.


"Iyah Emeli." Jawabku.


"Terimakasih. Karenamu aku sangat yakin dengan Leo." Ucap Emeli dan langsung memelukku lagi.


"Iya Emeli, aku sangat yakin Leo akan bahagia bersamamu. Jangan tinggalkan dia." Ucapku sekali lagi dan membalas pelukannya.


"Iya Al, aku akan menjaganya." Ucap Emeli yakin.


"Well, apakah kita jadi menonton film?" Tanyaku pada Emeli.


"Ya ampun, aku melupakan itu.Tentu saja jadi kita akan menonton sekarang."


"Oke, Let's start the movie!" Ucapku kemudian mencari file film yang akan aku dan Emeli tonton.


Baiklah, kita mulai menonton. Aku memilih film Action dan romans kemudian memutar tayangannya, lalu pergi kedapur untuk mengambil camilan yang sudah tersedia didalam kulkas untuk menemani acara menonton bersama Emeli.

__ADS_1


__ADS_2