Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
it's so EASY


__ADS_3

AKu hanya berdiam diri. Apa pria ini juga akan diam saja tanpa ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu?


"ekhmm."


"Alicia?"


'Baiklah apa selanjutnya Alex?'


"Alicia berhenti memandangku seperti itu dan lupakan pembahasan tadi, ingatlah tujuan kita bersama di tempat ini. "


'Untunglah dia pribadi yang berbeda saat ini,aku tidak akan merasa canggung.'


"Ah iya kau benar. Baiklah kemana kita sekarang?"


"Mengapa kau menanyakan hal yang sudah kau tau?"


"Maksudku benda apa yang akan kita berikan pada sepupumu."


"Kaliankan sesama wanita, aku tidak tau pasti benda apa yang disukai kaummu."


"Benda apa yang paling angel sukai?"


"Sepertinya tidak jauh berbeda dari benda-benda yang ada di dalam paper bag ini." berkata seraya menunjuk paper bag milik Alicia..


"Tidak ada jawaban, sangat tidak membantu!


Sepertinya kita sudah selesai di tempat ini ayo pergi dan berkeliling,siapa tau ada benda yang dapat kita temukan untuk angela."


"Baiklah." Ucap Alex pasrah.


Keberadaan pria ini tidak membantu sama sekali, ide mencari hadiah bersama sangat tidak relevan. Aku pikir sebagai seorang sepupu alex lebih tau secara spesifik apa yang angel sangat sukai.


Sepuluh menit berlalu semenjak kami meninggalkan restoran cepat saji tidak satupun benda terfikirkan untuk angela.


"Alex aku lelah. Pikirkanlah benda apa yang akan kita berikan."


"Aku kehilangan waktu berhargaku di sini. Ingat yang pernah aku katakan keinginan angel hanya kehadiran kita di acara pernikahannya. Angela tidak meminta barang apapun."


"Hey pria konyol! harusnya kau itu memikirkan perasaan seorang gadis yang menjadi partnermu."


"Oh ya tuhan gadis ini."


"Setidaknya aku tidak malu dihadapan semua tamu karena aku tidak membawa apapun untuk angela. Harus kau tau semua sahabatku dan pasangan mereka sedang mencari hadiah bersama saat ini."


"Hey princess, Kami duluan ya." Ucap Leo ketika berpapasan dengan kami dan itu sangat menyebalkan.!


"Lilahtlah mereka, benarkan kataku dan semua sahabatku akan menghadirinya dengan membawa sesuatu untuk angela. Mengerilah Alex."


***


Alex Pov


"Alex aku lelah. Pikirkanlah benda apa yang akan kita berikan."


Semenjak aku bertemu lagi dengan gadis ini dia sudah jauh berbeda. Dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Aku adalah lelaki normal,aku terpesona ketika berhadapan dengan sosok gadis yang pernah aku kecewakan di masa lalu itu,namun aku tetap sadar bahwa Jenny adalah segalanya saat ini walaupun dia sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Sudah lama aku bersama Alice di sini, terfikirkan bagaimana keadaan Jenny dan kantor yang aku tinggalkan sementara waktu bersama Tito.


"Kau tau aku kehilangan waktu berhargaku di sini. Ingat yang pernah aku katakan keinginan angel hanya kehadiran kita di acara pernikahannya. Angela tidak meminta barang apapun,ayolah Alice percayalah"


"Hey pria konyol! harusnya kau itu memikirkan perasaan seorang gadis yang menjadi partnermu." Sangst jelas jika Alice ingin memberikan hadiah terbaik ketika angel memintanya datang bersamaku.


"oh ya tuhan gadis ini."


Muncullah pemikiran jenius saat ini aku harus segera selesaikan hal ini dan kembali kepada tanggung jawabku terhadap tugas kantor dan memeriksa keadaan Jenny.

__ADS_1


"Setidaknya aku tidak malu dihadapan semua tamu karena aku tidak membawa apapun untuk angela. Harus kau tau semua sahabatku dan pasangan mereka sedang mencari hadiah mereka saat ini."


Baiklah sepertinya situs pencari ide akan sangat bermanfaat.


"Hey princess, Kami duluan ya." Ucap Leo ketika berpapasan dengan kami. Pria konyol itu sangat terlihat bahagia sekarang.


"Lilahtlah mereka, benarkan kataku semua sahabatku akan menghadirinya dengan membawa sesuatu untuk angela. Mengerilah Alex."


***


"Princess aku sangat mengerti. Baiklah aku memiliki ide, sepertinya ika kita harus membuka ponsel saat ini dan membuka situs pencarian dan memintanya mencari kado pernikahan special,langkah itu akan sangat membantu."


"YA TUHAN. mengapa baru terfikirkan sih."


"Baiklah ini semua akan cepat terselasaikan, benar begitu princess."


"Terserah kau saja." Aku sudah lelah dan tidak memiliki rencana apapun.


Ide kado special tentang kawan lama ya. Apa aku masih memiliki foto bersama angela pada masa sekolah? dan Alex, apakah dia memilikinya juga? Seingatku pernah disatu kesempatan kami berfoto bersama.


"Alex apakah kau memiliki foto bersama angel pada waktu kita masih sekolah?"


"hmmm... sepertinya ada,Ada apa memangnya?"


"aku mendapatkan ide untuk memberikannya album foto istimewa."


"Baiklah, Kemudian apa?"


"KIrimkan saja foto-foto terbaik kalian ke ponselku. Kita akan mencari buku album kemudian mencetak foto yang kita miliki."


"Wah sepertinya itu akan jadi kado yang sangat Angel sukai. Aku sangat yakin." ucap Alex seraya membuka ponselnya.


"Aku juga sangat yakin, Angela sangat suka mengkoleksi foto bukan?"


"Karena kita fokus kepada benda-benda berharga tinggi di sekitar kita."


"Baiklah aku sudah menemukannya,sudah terkirim"


"Aku juga sudah menemukannya, beruntung aku masih menyimpan foto kita bertiga ketika angela mengajak aku pergi untuk mengunjungi karnaval yang dia sukai dan di sana ada kau yang menemaninya"


"Aku pastikan Angela akan sangat senang. Ayo cari albumnya."


"Setelah itu kita harus mencetak fotonya kemudian menatanya di dalam album dan membungkusnya dengan Box kado yang cantik,setuju?"


"Itu ide bagus, tentu aku setuju."


***


Dua puluh menit berlalu.


Kami sudah siap dengan Box kado indah berwarna pastel yang berisikan album foto berukuran sedang dengan tampilan sangat cantik. Album itu hanya berisikan tiga puluh foto namun sangat memberikan kesan kawan lama yang saat bahagia ketika bersama.


"Aku sangat senang. Akhirnya hadiah untuk pernikahan angela sudah siap."


"Aku juga dan aku berharap sepupuku hidup bahagia dengan pernikahannya."


"Ya tuhan Kabulkanlah. Biklah kita sudah di lobby sebaiknya cepat pulang aku sangat ingin kasurku."


"Ayo tuan Puteri masih ada waktu untuk beristirahat. Aku akan menjemputmu sore besok."


"APA?"


"Apakah belum ada yang memberi tau tentang lokasi pernikahan sepupuku?"

__ADS_1


"Aku tidak tau. Mengapa kau tidak menyampaikannya dasar aneh."


"Acaranya akan berlangsung di pulau pribadi keluarga kami."


"Ya ampun akan sangat merepotkan jika mira tidak ada."


"Ayo naik, mobilnya sudah tiba. Tenang saja kau boleh membawa Mira dan aku sangat yakin Juno juga akan ditugaskan untuk pergi bersama kita besok." ALex sangat paham bagaimana keluarga Geraldy, sejak kebersamaanya dengan Alicia Juno selalu berada  tidak jauh dari mereka.


"Syukurlah aku tidak kesulitan menyiapkan penampilanku di sana."


***


Perjalan menuju rumah terasa sangat lama bagi Alicia.


"Hari ini aku lelah sekali." Bersandar lelah


"Aku juga sama,bahkan setelah ini aku akan kembali ke kantor dan memeriksa keadaan Jenny."


"Aku akan merasakannya setelah liburan panjangku berakhir. Aku akan bergelut dengan dunia bisnis sepertimu."


"Benar begitu?"


"Tentu saja. Alex?"


"Ada apa?"


"Apakah keluarga besarmu tidak merasa aneh jika kita pergi ke acara angela bersama,bagaimana dengan reputasi Jenny di depan publik?"


"Keluargaku tidak ingin aku sendirian di acara itu, mereka akan menerima jika aku membawa patner selain Jenny. Mereka tidak akan keberatan jika kau yang menemaniku,mereka tau Angela yang memintanya."


"Sepertinya aku tidak harus memikirkan hal rumit. Syukurlah jika tidak ada maslah."


"Untuk publik aku yang akan menjamin berita yang akan muncul adalah seorang sahabat yang mendatangi acara pernikahan sahabat kecilnya. Lagi pula tidak akan ada berita buruk tentangmu ketika semua sahabatmu dan dirimu berfoto bersama dengan angela di sana. Tidak ada muncul Isu buruk. Tenaglah."


"Baiklah aku sangat lega. Akhirnya aku  tiba di rumah."


"Baiklah silahkan turun, Aku hanya sampai sini. Banyak hal yang harus  aku kerjakan."


"Terimakasih tumpangannya. Hati-Hati Alex."


Seperti biasa jika dia mengantarku akan direspon dengan suara klakson saja dan melaju pergi.


Mira menyambut kedatanganku dengan heran.


"Nona kau baik-baik saja?" Seraya berjalan mengikutiku masuk ke rumah tentunya dengan semua barang yang aku bawa.


"Tentu saja, Hanya lelah mira."


"Sebaiknya nona istirahat, apa ada hal yang nona perlukan?"


"Aku hanya ingin berbaring, karena aku lapar tolong buatkan roti panggang isi daging pedas dan beri banyak keju kemudian sebagai tambahannya air dingin satu botol."


"Baik nona ada lagi?"


"Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu di kamarku."


"Baik nona."


Akhirnya aku bisa merebahkan diriku. Tidak lama Mira datang dengan nampan berisikan makanan sesuai permintaanku.


"Silahkan nona."


"Terimakasih, Duduklah di sini aku akan menyampaikan sesuatu."

__ADS_1


Mira terlihat penasaran dan wajahnya terlihat cemas.


__ADS_2