
Setelah acara makan siang selesai.
"Terimakasih tuhan, makanan ini enak sekali." Ucap Alicia kemudian merapikan piringnya.
"Terimakasih juga kak, masakan kalian enak sekali." Ucap Devano riang.
"Aku tidak membantu banyak, Alicia yang melakukan semuannya." Ucap Emeli santai.
"Terimakasih." Ucap Leo dan Alex serentak.
"Eh. hahahaha" Kemudian Leo tertawa renyah.
"Hahahaa." Alex meresponnya.
"Baiklah. Mari rapikan meja ini kemudian bersiap pergi." Ucap Alicia seraya membereskan meja makannya dibantu oleh Emeli.
Setelah semuanya selesai mereka berlima berada di ruang tamu.
"Baiklah aku sudah siap dengan satu koperku ini." Tunjuk Alicia kemudian.
"Kami juga sudah siap. Ada dalam mobilku." Ucap Leo dan diangguki oleh Emeli.
"Baguslah. Bagaimana denganmu Devan?"
"Kalian duluan saja. Aku akan mengusul nanti ada beberpaa urusan yang harus diselesaikan."
"Wow kau sangat muda dan sukses ya, banyak sekali pekerjaamu." Sahut Alex kepada Devano.
"Sepertinya begitu." Jawab Devano santai.
"Sepertinya kita bertiga bisa menjalin kerjasama." Ucap Leo kemudian.
"Sepertinya pembicaraan ini bisa kita lanjutkan kapan saja. Lihatlah kakakku itu dia terlihat kesal sekarang. Sebaiknya kau bawa dia pergi." Ucap Devan melirik Alex.
"Ekhhmm. Baiklah semua ayo kita pergi. Kita akan segera melakukan penerbang pukul Empat sore." Ucap Alex kemudian bangkit dari duduknya.
"Baiklah ayo." Ucap Leo kemudian menggandeng Emeli menuju pintu keluar.
"Nah beginikan aku suka. Hampir saja kalian membuang waktu dengan topik rumit seputar bisnis. Menyebalkan." Ucap Alicia seraya menarik kopernya menuju pintu keluar.
"Ayolah kak. Sepertinya kau harus banyak tersenyum." Ucap Devano sebelum dia berlalu masuk ke dalam kamar.
"Huh" Sahut Alicia ketika mendengar ucapan Devano yang menyuruhnya tersenyum.
Sesampainya di lobby.
"Baiklah ayo kita ke mobil sweety. Al apa kau ikut bergabung dengan kami?" Tanya Leo setelah mereka keluar dari dalam lift
"Alicia bersamaku saja. Lagi pula aku tau kamu tidak menyetir. Hal yang terjadi nanti kalian mengabaikannya yang duduk di kursi depan." Sahut Alex tanpa terbantahkan oleh Leo.
"Al? hehe" Ucap Leo menunjukan tatapan bodohnya.
"Baiklah tidak apa Leo sepertinya itu lebih baik."
"Baguslah jika kau semikiran denganku." Ucap Alex kemudian.
"Baiklah sampai jumpa di bandara." Ucap Leo kemudian memasuki mobilnya bersama Emeli.
"Iya pergilah kau sana." Ucap Alex yang di klaksoni oleh mobil Leo yang sudah melaju meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Mengapa kau terlihat kesal begitu?" Ucap Alicia merasa aneh.
"Karena aku jengah melihat mereka yang terus menempel seperti itu bahkan mereka terang-terangan menunjukan seperti apa cinta mereka satu sama lain." Ucap Alex panjang lebar. Suatu hal yang aneh bukan.
"Sekarang kau sudah banyak bicara ya. Well seperti itulah cinta. Mereka yang sedang mabuk asmara tidak akan mengenal tempat. Tapi sejauh yang aku lihat perlakuan Leo sangatlah normal kepada gadisnya di depan orang lain seperti yang kau lihat. Tidak melakukan hal mesum sama sekali. Mungkin kau sedang merasa iri ya dengan mereka berdua hahahah" Tanpa mendengarkan tanggapan Alex, Alicia melangkah mendekati mobil Alex yang sudah mempersilahkan tuan mereka masuk ke bangku belakang.
Setiba keduanya di dalam mobil.
"Hey Alice. Sepertinya ucapanmu tadi sangat tidak benar." Ucap Alex terlihat tidak terima
"Aku tidak peduli itu benar atau tidak. Yang penting bagiku adalah cepat menghadiri acara Angela. Aku hanya ingin segera berlibur." Sahut Alicia kemudian terdiam menghadapkan wajahkan ke arah jendela. Mobilpun melaju meninggalkan apartement dengan kecepatan sedang.
"Liburan? Apakah menghadiri acara pernikahan angel menunda kepergianmu untuk liburan?" Tanya Alex penasaran.
"Tepat sekali. Bahkan diundur hingga empat atau lima hari kedepan." Sahut Alicia sedikit kesal.
"Jika kau tidak ingin hadir kesana juga tak apa. Maaf membuat waktumu terbuang." Terdengar seperti orang yang terluka.
"Hei bicara apa kau ini. Aku tidak berfikir sama sekali untuk tidak menghadirinya. Aku akan tetap datang." Ucap Alicia merasa tidak enak dengan penuturannya kemudian menepuk bahu kiri Alex hangat.
*Deg!
Apa yang aku lakukan?
Bodoh sekali aku menyentuhnya. Aku harap dia tidak memiliki rasa apapun terhadapku*. Alicia
Keadaan menjadi hening dan rasa canggung menyelimuti.
Haduh bagaimana ini mengapa aku jadi kikuk begini sih. Alicia
"hahaha tidak apa Alice. Aku tau kau pasti datang." Ucap Alex yang tertawa renyah berusaha mencairkan suasana sebab dia juga merasakan hal serupa yang dirasakan Alicia.
"Alice bagaimana kabarmu selama ini?" Tanya Alex serius.
"Aku selalu ceria dan bersemangat menjalankan hariku tentu saja."
"Apakah hatimu baik-baik saja selama ini?"
"Hahahah bicara apa kau ini. Tentu saja aku baik-baik saja."
"Mungkin sudah banyak perubahan dalam dirimu ya." Ucap alex seperti mengenang seperti apa Alice yang ia kenal dulu.
Cih! karena kau aku menjadi diriku yang seperti ini.
Eh tidak-tidak bukan karenanya tapi karena diriku sendiri.Alicia
"Tentu saja aku seorang gadis cerdas dan berkarakter sekarang. Bukan seorang remaja labil yang bersedih karena patah hati kau tau.?!"
"Tentu sudah sangat jelas terlihat berbeda. Kau tumbuh menjadi seorang gadis yang bahkan seperti orang baru dalam kehidupanku."
Hahaha sepertinya aku bahagia hanya mendengar ini. Tapi tegarkan hati. Kisah itu sudah berlalu. Ayo bertahan untuk tidak peduli.Alicia
"Bahkan pertemuan ini membuatku sedikit canggung." Ucap Alex kemudian.
"Karena sudah lama kita tidak bertemu bahkan terakhir kalinya bertemu dan selama mengenalmu jarang sekali kau berbicara seperti ini. Pertemuan ini membuatku seperti baru saja mengenalmu juga." Ucap jujur Alicia.
"Sepertinya satu sama."
"Hahaha kau kira ini permainan sepak bola."
__ADS_1
Tak terasa kami telah tiba di bandara.
"Akhirnya sampai juga sepertinya tidur dalam perjalanan nanti merupakan hal yang baik." Ucap Alicia setelah turun dari mobil.
***
Di dalam pesawat.
"Alice apa tidak apa kamu duduk dengan Alex? sudah lama aku tidak naik pesawat aku pasti akan zetlang." Ucap Emeli beralasan karena ingin selalu dekat dengan Leo.
"Baiklah-baiklah aku tau kau tidak ingin jauh darinya jangan beralasan. Ayo Alex dimana kau akan duduk." Ucap Alicia malas kemudian menarik Alex kemudian direspon cengiran lebar Emeli.
Menyebalkan!. Alicia
"Akhirnya aku duduk. Aku akan tidur." memposisikan diri senyaman mungkin.
"Terserah kau saja. Maaf bila membuatmu tidak nyaman."
"Tidak masalah. Alex anggap saja aku tidak ada ya. Abaikan bila aku mendengkur tanpa sengaja."
"Hahaha apa? Aku tidak peduli silahkan saja."
"Baiklah."
Taklama kemudian Alicia memejamkan matanya dan terlelap dengan damai.
"Ekhhmm." dehaman Alex berusaha menormalkan detak jantungnya. Tanpa sengaja ia melihat Alicia di sampingnya terlelap dengan damai.
"Ya tuhan mengapa dia terlihat cantik begitu." Gumam Alex seketika.
"Ayolah kau harus sadar Alex, Jenny mencintaimu melebihi apapun."
Dreeetttt.... Dreetttt.... Dretttt..
"Ponselku." Gumam Alex sadar ternyata dia belum menonaktifkan ponselnya dan menjawab panggilan telponnya
"Hallo darling?" Sapa Alex kemudian.
"Sayang apa aku mengganggumu?" terdengar suara Jenny yang lemah dari seberang sana.
"Tidak. Hanya saja aku akan melakukan penerbangan. Sekitar lima menit lagi." Ucap Alex setelah melihat arlojinya.
"Oh maafkan aku. Baiklah putuskan sambungannnya hati-hati ya sayang. Cepatlah temani aku disini. Aku sangat merindukanmu."
"Iya sayang aku akan cepat kembali setelah acara pernikahan Angela."
"Baiklah. Maafkan aku yang tidak bisa pergi bersamamu menghadiri pesta itu."
"Tidak masalah darling karena yang aku mau kau tetap beristirahat dan menjaga pola makanmu juga tidak melupakan obatmu."
"Tentu sayang. Terima kasih. Kirimkan salamku pada semuanya ya. Aku tau sahabatmu Leo pasti ada bersama tungannya kan."
"Iya sayang akan aku sampaikan." Jawab alex segera tidak ingin memberitahu kebenarannya. Dia tidak ingin Jenny terkejut dengan apa yang telah terjadi.
"Baiklah. Sampai jumpa sayang."
"Sampai jumpa. I love you more"
"Love you too." Kemudian sambungan telfonnya terputus. Setelah itu Alex segera mengaktifkan mode navigasi agar semuanya aman terkendali.
__ADS_1
Lima menit berlalu pesawat telah lepas landas untuk melakukan perjalanan.