Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
Acting normal


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Devano berada di apart. Kemudian hari dimana aku harus mempersiapkan diri untuk bekerja. Aku sudah diharuskan ikut serta dalam memajukan perusahaan kedua mommy dan daddy dengan bekerja di kantor pusat yang di pimpin oleh Adikku Devano Alga Geraldy.


Sedikit membicarakan dunia bisnis keluarga. Devano merupakan pemilik sah perusahaan kedua Geraldy. Devano berkedudukan menjadi pemilik sekaligus presdir Semesta Group sedangkan daddy merupakan pemilik Perusahaan pertama keluarga Geraldy dan sekaligus presdir di Galaxy group. Mommy dan daddy hanya memegang satu perusahaan saja sekarang.


Perusahaan mommy dan daddy merupakan perusahaan besar dan tangguh. Kehadiran Devano membuat daddy bersyukur dan amat sangat bahagia karena memiliki penerus bisnisnya dan sekaligus membantu penggembangan perusahaan kedua miliknya.


***


"Devan hari ini Alex akan menjemputku untuk menghadiri pesta pernikahan Angela minggu ini. Apa kamu diundang?"


"Dia mengundangku kak. Apa kau tidak tau bahwa mempelai prianya adalah patner kerjaku.?"


"Tidak. Aku belum tau siapa calon suaminya. Apakah kau ingin bergabung untuk pergi bersama?"


"Kakak duluan saja adahal yang harus aku urus untuk cabang perusahaan di sini."


"Aku jadi tidak enak hati karena belum bisa membantumu."


"Ayolah kak minggu depankan bisa tidak harus sekarang."


"Kamu manis sekali aku sayang padamu. Sini aku ingin memelukmu."


"Aku sayang padamu kakak." Membalas pelukan Alicia.


"Devan bila minggu depan aku mulai bekerja maka liburan yang sudah aku buat sepertinya bukan hanya diundur karena menghadiri pernikahan angela tapi benar-benar gagal. Sangat menyedihkan bukan."


"Kau tidak harus memikirkan kerja dulu kakak. Aku mengijinkanmu kapan saja untuk bergabung. Lakukanlah hal yang ingin kau lakukan."


"Bagaimana dengan daddy? bicaramu membuatku frustasi saja."


"Tenanglah kau berhak mendapatkan liburan. Aku akan bicara pada daddy. Aku beri waktu satu bulan apakah itu cukup?"


"Aaaaaa Devan sungguh aku beruntung." memeluk adiknya gemas.


"Tentu kakak bersenang-senanglah."


"Akan aku lakukan dengan sepenuh hati."


Kemudian mengemas beberapa pakaian yang akan dibawanya pergi liburan dan ke acara pernikahan angel.


***


'Dretttt... Dretttt. Dretttt'


"Iya hallo."


"Alice aku sudah sampai di kota Paris bisakah kamu mengiriminkan alamat apartmu?"


"Baiklah tunggu ya. Sampai jumpa."


"Oke."


Kemudian sambungan telponnya terputus.


"Secepatnya Leo dan Emeli harus tiba terebih dahulu." Ucap Alicia kemudian menulis pesan chatt untuk Leo.


"Alex sudah tiba di Paris. Cepatlah. -Send-"


Lima menit kemudia.


"Hallo. Apa masih lama? aku takut hanya pergi bersamanya tau. Cepatlah!."


"Sepuluh menit lagi kami tiba." Jawab Leo dari seberang sana.


"Ingat tidak pertemuan kita dengan Alex. Aku menjadi pasanganmu waktu itu bagaimana dengan Emeli. Aku pusing memikirkannya. Bagaimana jika dia menayakan hal itu?"


"Tenanglah. Bilang saja kita sudah selesai. merasa tidak cocok dan kau tenang saja aku sudah menceritakan kisah itu pada Emeli dan dia menertawakannya, miris sekali."


"Ya tuhan. Wajahku mau aku letakan dimana."


"Sudahlah kita jangan mengingat hal itu."


"Ya tuhan."


"Baiklah aku sedikit lagi tiba bersama Emeli."


"Langsung masuk saja. Aku tidak mengunci pintunya."


"Baik." Kemudian sambungan telponnya terputus.


"Baiklah mari kita merapikan dua koper ini dan menyiapkan satu saja. Ini koper untuk dibawa kemudian mari kita lihat penampilan ini. Baiklah sudah siap."


"Alicia aku datang." Terdengan suara Emeli memanggil.

__ADS_1


"Aku di kamar. Kemarilah."


"Aaaaa aku merindukanmu sudah mau tiga hari kita tidak bertemu ya." Menghamburkan diri memeluk Alicia.


" Aku juga. Hei! lihatlah kau merusak tatanan rambutku."


"Ya tuhan maaf Alicia."


" Menjauhlah. Rapikan lagi aku mohon."


"Sini aku rapikan maaf ya. "


"Hehe tidak masalah."


Kemudian mereka sudah siap menunggu kedatangan Alex setelah sepuluh menit menunggunya sambil menonton televisi akhirnya dia datang.


"Leo kau saja yang membuka pintu aku belum siap."


"Baiklah."


Tak lama kemudian terlihat Alex terkejut melihat Leo yang membukakan pintu untuknya.


"Hai sobat. Selamat datang."


"Hai. Dimana Alice?"


"Mari masuk. Dia di dalam."


"Wow hubungan kalian sudah cukup jauh. Apa tidak keberatan aku meminjam alicia nanti?"


"Hahahaha bicara apa kau ini. Kami merasa tidak cocok dan kembali menjalin pertemanan."


"Baiklah itu bagus." Ucap Alex santai.


"Apa kau bilang?" sedikit menaiki nada bicaranya.


"Hahahaha santailah. Aku hanya bercanda."


Sesampainya dua pria itu di ruang tamu.


"Hai semua aku datang." Berkata tanpa canggung sekalipun.


Sepertinya dia sudah mengontrol diri. Seharusnya aku lebih baik darinya. Baiklah aku kan memulainya. Alicia


"Hai Alex. Silahkan duduk."


"Tentu aku akan memperkenalkannya. Ini my queen panggil dia Emeli."


"Hai aku Emeli salam kenal Alex."


"Hai senang bertemu denganmu."


"Baiklah Alex. Apa kau ingin minum?" Panggil Alicia segera jangan sampai ada perang dingin.


"Boleh. Air dingin saja."


"Oke tunggu sebentar."


Sepeninggalan Alicia di ruang tamu itu terlihat hening.


"Baik ini Airnya. Selamat menikmati."


"Leo apa kalian akan hadir di pesta Angel nanti?." Mendengar itu Leo tau maksud sahabatnya.


" Tentu aku di undang. Apakah kedatangan Alex ke sini ingin pergi bersama denganmu?"


"Iya tepat sekali. Aku kemari ingin memenuhi keinginan Angel untuk datang bersama Alice." Sahut Alex kemudian.


"Baiklah. Bolehkah Leo pergi bersama kita?" tanya Alicia riang.


Aku harap dia mensetujuinya. Ayolah!.


"Tentu aku tidak keberatan."


yeah bagus sekali !. Alicia


" Kamu baik sekali. Terima kasih."


" Kapan kita akan pergi.?" Ucap Leo.


"Pukul dua saja. Di luar panas sekali." Ucap Alex kemudian menyadarkan tubuhnya kebelakang.


Setelahnya kami berempat sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Aku hanya menatap kosong televisi di depanku hingga Devan keluar dari kamarnya mengejutkanku.

__ADS_1


"Kakak aku lapar." Panggilnya dari belakangku.


"Apa?" kami berempat serentak menjawab dan menengok. Ini sebuah kebodohan.


"Hei ada apa dengan kalian kakakku itu hanya gadis cantik ini tau!." Ucapnya dengan meranggul pundak Alicia dari belakang.


"Kak buatlah sesuatu aku lapar." Ucap Devan kemudian


"Baiklah. Apa yang ingin kau makan?"


"Lasagna."


"Baiklah tunggu ya."


"Aku akan kembali ke kamar masih banyak sekali yang harus diselesaikan."


"Terserah kau saja."


"Apa kalian juga mau? aku akan membuatkannya."


" Aku mau." Ucap Leo


"Aku juga dan aku akan ikut membantu." Ucap Emeli senang karena dia sangat menyukai Lasagna. Aku ralat dia menyukai makanan apapun.


"Alex apa kau juga mau?" Tawar Alicia sedikit memaksakan.


"Dengan senang hati aku akan memakannya."


cih menyebalkan sekali dia.Alicia


"Baiklah tunggu sebentar. Aku akan memasaknya. Ayo Em." Ucap Alicia kemudian menggandeng Emeli menuju dapur.


Setelah para gadis pergi memasak Leo berada di situasi sedikit canggung dan ingin membuka obrolan dengan Alex.


"Ekhmm." Berdeham kemudian membenarkan posisi duduknya dan sedikit melirik Alex.


"Aku merasa bahwa kalian tidak pernah menjalin hubungan. Apakah pada acara peresmian itu kalian hanya berakting?" Tanya Alex yang membuat Leo menghadapkan tubuhnya menghadao Alex.


"Sudah aku katakan sebelumnya padamu. Kami merasa tidak cocok dan memilih menjadi seorang teman tanpa mengingat hal yang telah terjadi sebelumnya.


"Apakah kau masih menyimpan perasaan padanya.?" Tanya Alex kemudian.


"Tentu saja ada namun hanya sebatas saudara. Dia adalah gadis yang cantik


dan baik hati. Siapapun akan jatuh cinta padanya, walaupun begitu Alicia sudah seperti adikku sendiri." Leo bermaksud memancing Alex tentang Alicia


Tanpa mereka sadari Devan mendengar apa yang dibicarakan kedua pria yang sudah mengenal kakaknya dari masa kecilnya.


"Baiklah maaf karena aku tidak mempercayai hubungan kalian sebelumnya."


"Tidak apa. Bagaimana dengan perasaanmu padanya?"


"Gadis itu adalah kisah dimasa remajaku dan saat ini aku sudah bertunangan mana mungkin aku menyukai gadis lain. Aku hanya mencintai Jenny only her." Jawaban Alex yang membuat Leo kelu dan dengan cepat dia kembali bersikap normal.


Ketakutannya Leo selama ini adalah Jenny. Jenny yang mendapatkan cinta dengan keterpaksaan dan penuh kepalsuan. Leo takut hal itu menimpa Jenny.


Namun kini Leo sudah menyadari satuhal keraguannya kian memudar setelah mendengar perasaan yang tercurah untuk Jenny langsung dari pria yang dicintai Jenny.


"Baiklah. Bagaiman dengan kabarnya?"


mendengar pertanyan Leo membuat Alex menundukkan kepalanya lesu.


"Saat ini Jenny sedang beristirahat total. Untuk perkembangannya aku belum menemukan pendonor yang cocok." Mendengar penuturan Alex tentang Jenny membuatnya khawatir berharap gadis itu dapat disembuhkan.


"Semoga tuhan memberikannya kekuatan. Semoga tuhan memberikannya kesembuhan."


"Amin. Terima kasih."


Setelah peebincangan mereka datanglah Emeli dan Alicia dengan membawa dua nampan yang berisikan makanan.


"Baiklah ayo ke meja makan. Aku akan menyusun makanan ini disana." Ucap Alicia kemudian melangkah ke meja makan setelah itu menyusunnya dengan rapi.


"Em. Minumannya masih di dapur aku lupa membawanya." Tanpa menjawab Emeli pergi mengambil minuman mereka.


"Baiklah sudah siap.


Devan ayo makan bersama. Kemarilah." Ucap Alicia memanggil adiknya.


"Wahh aromanya sangat menggugah." Ucap Leo ketika sudah menempati tempat duduknya. Mendengar penuturan itu Alex tersenyum.


"Wah sudah siap ya sepertinya enak." Ucap Devan yang datang kemudian duduk di samping Alicia.


"Baiklah karena sudah siap semua. Mari berdoa. Selamat makan!." Ucap Alicia kemudian menundukan kepalanya sejenak.

__ADS_1


" Selamat makan." Ucap serentak ke empat orang lainnya.


Acara makan siang pun berlangsung dengan perasaan bahagia Devan yang memakan makanan keinginananya, Emeli yang bahagia sebab dia memakan salah satu makanan favoritnya, Leo yang amat sangat menikmati makanan sebab makanan itu terasa lezat, dan Alex yang kagum atas masakan lezat yang dibuat oleh Alicia.


__ADS_2