
Sarapan telah selesai mereka memutuskan untuk pergi ke ruang tamu dan duduk di sana.
"Oke girls bagaimana kabar kalian selama kerja di kota ini setelah kelulusan kalian?"
"Aku orang pertama yang akan menceritakan ini." Ucap Karin dan disetujuin ketiga teman lainnya.
"Tidak ada yang berubah. Hanya saja aku akan merasakan gajian dengan keringatku sendiri. " Ucap karin. Ketiga temannya tau orang tua karin termasuk pembisnis yang masuk ke dalam sepuluh perusahaan besar dunia sama seperti mereka.
"Baiklah aku orang kedua yang akan menceritakanya." Ucap Bella kemudian disetujui ketiganya.
"Kalian tau kisah kita sama bekerja untuk menjadikan penerus bisnis keluarga. Aku bekerja dengan Melia kakak pertamaku dan ya aku akan merasakan hal yang sama merasakan menerima honor dari hasil kerjaku."
"Baik aku akan menjadi orang ketiga yang akan menceritakannya."
"Baik ceritakanlah." Ucap Alicia tidak sabar.
"Aku memegang perusahaan papah di bagian manajemen keuangan dan wakil perusahaannya jika papah ada urusan pergi keluar kota dan ya kita senasib sama halnya dengan kalian."
"Baiklah sekarang gikiranku."
"Tentu Al ceritakanlah."
"Baiklah. Aku belum memulai pekerjaanku di perusahaan daddy. Aku pulang karena akan menghadiri pernikahan angela sepupu Alex."
"Apa? kau yakin?" Tanya Karin kaget mendengar prihal Angela.
"Apa kalian tidak di undang?" Tanya Alicia
"Tentu. Bahkan tadi malam aku diberikan undangannya langsung. Ini." Ucap Maura kemudian mengeluarkan undangannya dari tasnya agar tidak tertinggal nantinya beruntungnya dia tidak mengganti tasnya pagi tadi.
"Aku juga turun di undang, karena suaminya rekan kerja perusahaan papah aku kaget karena senang aku tidak sendirian.." Ucap Karin kemudian.
"Aku juga diundang oleh Angela. Kalian taukan mamah dan ibunya angela sangat akrab." Ucap Bella tenang.
"hahaha senangnya." Ucap Alicia
"Apa kau akan menghadirinya bersama Leo?" tanya Karin kemudian.
"Ah ya aku lupa menceritakannya. Leo akan datang tapi bukan denganku."
"Apakah dia sudah memiliki kekasih baru?" Tanya Maura karena yang dia tau Leo sedang patah hati. Walaupun kabar itu sudah lama.
"Tepat sekali bahkan kekasih barunya adalah Teman baikku di Paris."
"Emeli?" Tanya Bella memastikan karena mereka tau hanya Emeli yang menjadi teman baik Alicia selama di Paris.
"Sangat tepat."
"Wow aku tidak percaya." Ucap Karin menggelengkan kepala.
"Kenapa kau membiarkannya? Apakah kau menjamin Leo tidak akan meninggalkannya?" Tanya Maura selanjutnya.
"Awalnya aku tidak merelakannya bahkan aku mengancamnya jika sampai dia menyakiti Emeli di kemudian hari."
__ADS_1
"Lalu?" tanya Bella penasaran.
"Aku harus apa ternyata mereka saling mencintai. Aku sudah memastikan bahwa mereka akan baik-baik saja. Emeli sendiri yang memastikannya sama halnya dengan Leo."
"Baiklah semoga saja. Doakan yang terbaik untuk mereka." Ucap Bella. Maura dan Karin hanya diam mendengarkan.
"Karena kita semua turut di undang apakah bisa kita datang bersama?" Tanya Karin pada ke tiga teman baiknya.
"Ada hal yang belum aku katakan." Alicia sedikit berfikir harus memulainya dari mana.
"Katakanlah Al." Ucap Maura tidak sabar.
"Jadi begini. Angel adalah sepupu Alex."
"Iya kami semua tau itu. Tapi kenapa?" Tanya Karin penasaran.
"Saat sehari setelah kelulusanku Alex menelfonku terlebih dahulu sebelum Leo memberitahuku kabar tentang Angela akan menikah."
"Lalu apa yang Alex katakan?" Tanya Bella sedikit kesal.
"Dia memintaku hadir bersamanya atas permintaan Angela sebagai hadiah pernikahan bagi Angel dari Alex sepupunya."
"Apa? mengapa aneh sekali permintaannya." Ujar Karin heran.
"Iya aneh sekali. Bukankah Angela tau kisah kalian sudah berakhir lama sekali." Ucap Maura memperjelas.
"Entah apa yang dia pikirkan. Tapi bukankah Alex sudah memiliki tunangan?" Tanya Bella penasaran.
"Ya tuhan aku merasa haus sekali." Ucap Alicia memegang tengkuk lehernya Linda yang berdiri tidak jauh di belakang segera menghampiri nona mudanya.
"Maaf nona ada yang bisa saya bantu."
"Ah ya tentu. Tolong ambilkan aku air dingin ya." Ucap Alicia
"Ada lagi nona?"
"Kalian ingin minum apa?" tanya Alicia kepada Bella,Maura, dan Karin.
"samakan saja." Ucap Bella yang merasa ia kurang mengkonsumsi air mineral sejak tadi.
"Aku air perasan jeruk saja. Dingin." Ucap Karin
"Apakah ada minuman soda?" Tanya Maura.
"Ada nona."
"Aku mau satu yang dingin"
"Ah ya Linda. Aku ingin potongan buah semangka dingin dan buatkan untuk kami semua." Ucap Alicia kemudian.
"Baik nona. Saya pamit." Ucap Linda melangkah menuju dapur.
"Al kau belum pemperjelas semuanya." Tagih Karin selepas Linda meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana?"
"Mereka terdiam karena tau Angela adalah teman baik mereka juga walaupun usianya lebih muda."
"Ah aku iri sekali di usia mudanya dia sudah akan menikah." Ucap Maura membuka topik lain.
"Benar. Aku saja masih melajang. Pacar saja tidak punya." Ucap Alicia seraya memeluk bantal sofa.
"Oh gadis cantik tenanglah pangeranmu pasti akan datang." Ucap Bella seperti ibu peri Alicia hanya menganggukan kepala nya lemas.
"Bagimana dengan kalian hem?" Tanya Alicia kemudian.
"Aku akan datang bersama Rio. Kabar baiknya kami sedang saling mengenal lebih dalam lagi." Ucap Bella malu-malu.
"Waw gadis hot ini akan segela mendapatkan pangeran rupanya." Ucap Alicia sedikit meledeknya.
"Sepertinya aku harus menceritakan sesuatu." Ucap Maura kemudian.
"Apa lagi yang akan aku dengar selanjutnya?" Tanya Alicia tidak sabar.
"Saat ini aku sedang dekat dengan Max."
"Waw kejutan. Gadis imut ini juga akan mendapatkan pangerannya." mendengar itu Maura menutup wajahnya dengan bantal
"Hahahahahha." tawa mereka mengalir begitu saja.
"Hei bagaimna denganmu yang menanyakan pergi keacara itu bersamaan?" Tanya Alicia tertuju pada Karin.
"Walaupun dengan partner tetap ada kemungkinankan kita pergi bersama. Apa yang salah?" Ucap Karin menjelaskan.
"Bukan. Dengan siapa kau akan pergi?" Tanya Alicia membuat ke dua teman lainya memperhatikan menunggu jawaban.
"Aku akan bertunangan." Ucap Karin seketika membuat ketiga temannya terkejut.
"Kabar apa ini? Ya tuhan sahabatku akan bertunangan dan baru saja aku mengetahuinya"
"Sejak kecil orang tuaku sudah menjodohkanku dengan Erik dan bertunangan dengannya di Usia kami saat ini. Maaf aku tidak pernah menceritakannya. Aku tidak bisa menolak dan Erik, pria itu sejak kecil hingga sekarang setuju dengan pilihan orang tuanya tanpa penolakan."
"Tidak apa aku tau bagaimana sulitnya menceritakan sesuatu hal yang tidak siap kau terima. Tenanglah kami tidak akan marah." Ucap Alicia menenangkan dan memeluk Karin bergantian.
"Tenanglah kalian akan bahagia. Aku yakin Erik mencintaimu. Aku sangat tau skandalnya dia tidak pernah dekat dengan seorang gadis sejak dulu." Ucap Maura yakin sebab lelaki yang dekat dengan kedua teman dekatnya tidak akan di luar dari para pembisnis besar dunia.
"Maaf nona. Ini minuman dan potongan ssmangkanya." Ucap Linda dan menata semua itu dengan rapi di atas meja.
"Terimakasih." Ucap Alicia sebelum meneguk air yang membuatnya hilang dahaga.
"Baik Nona saya permisi." Pamit Linda setelah tugasnya selesai.
"Baiklah persiapkan diri kalian. Dua hari lagi Kita akan menghadiri pernikahan Angela bersama partner." Ucap Alicia bersemangat.
"Apa kau benar-benar Alicia yang kami kenal?"
"Dia tampak seperti gadis yang tidak memiliki masalalu dengan pria yang akan pergi bersamanya nanti."
__ADS_1
"Oh tuhan lihatlah dia sangat bersemangat."