Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
This's the time


__ADS_3

Aku sangat beruntung memiliki Mira di rumah.Wanita itu tulus padaku. Sama sepertiku Mira jauh dari ibunya, walaupun begitu mereka selalu bertukar kabar sama seperti aku dan mommy.


"Mira terimakasih."


"Untuk apa nona?"


"Sudah menjadi temanku di rumah."


"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya nona."


Tidak lama kemudian terlihat gedung feminim yang bertuliskan Beauty SPA profesional. Mereka akan melakukan treatment yang sangat menenangkan jiwa, tentu saja akan memberikan rasa menenangkan hingga membuat penikmatnya tertidur.


"Baiklah kita sudah sampai. Kita akan merawat diri kita agar berkilau di pesta nanti. Benar begitu Mira.?"


"Be-nar, benar sekali nona, para gadis akan dimanjakan di sini."


"Setuju. Baiklah ayo turun. Ah ya Juno kau harus siap jika kami sudah selesai ya, tempat selanjutnya adalah salon rambut, Mengerti."


"Silahkan nikmati harimu nona-nona, Aku akan siap siaga menerima panggilan nona Alicia"


"Bagus."


***


Kedua gadis cantik itu tengah menjalani perawatan yang sangat mewah, Mira merasa sangat beruntung dibesarkan dan dididik untuk menemani Alicia yang baik hati.


"Mira,apakah kau menyukai ini."


"Sangat nona, setelah aku membersihkan diri kulitku terasa sangat halus dan tubuhku sangat harum."


"Kau harus seperti ini Mira agar pria yang menyukaimu akan sangat bahagia."


"Maaf nona tapi aku tidak memiliki kekasih."


"Iya, maksudku merawat diri itu bagus untuk kedepannya."


Alicia sengaja bicara seperti itu agar Mira lebih memperhatikan dirinya jauh lebih baik dari sebelumnya.


Mendengar penuturan Alicia,Mira hanya tersenyum senang.


Tak terasa sudah dua jam lamanya mereka melakukan rangkaian SPA.


"Apakah setelah ini kita sudah bisa pergi menuju salon? "


"Tentu, baru saja aku memberi kabar kepada Juno. Lima menit lagi setelah pembayaran ini Juno akan tiba."


"Baik nona."

__ADS_1


Alicia dan Mira saat ini sedang dalam perjalanan berikutnya, tujuan selanjutnya adalah Salon rambut ternama di New York. Salon tersebut hanya berjarak tiga ratus meter dari tempat mereka melakukan SPA.


Hanya tersisa dua jam lagi sebelum masuk jam makan siang. Alicia berencana untuk mewarnai rambut tanpa mengganti model potongan rambutnya sedangkan Mira akan Alicia rekomendasikan untuk sedikit memotong rambutnya dan mengganti warna rambutnya menjadi navy.


Tidak membuang waktu banyak setelah sampai tujuan Alicia dan Mira segera turun dari mobil,tidak lupa memberi instruksi kepada Juno untuk siaga karena setelah perawatan rambut selesai kedua gadis itu akan pergi untuk makan siang dan menghias kuku mereka. Waktu yang diperlukan adalah Satu jam untuk treatment nail art yang Alicia ambil untuk hiasan kuku Mira dan dirinya.


"Mira sepertinya potongan ini akan sangat cocok untukmu, rapi dan berwarna nantinya." seraya menunjukan potongan lurus sebahu dengan pilihan warna Navy.


"Iya nona sepertinya aku harus mencobanya."


"Baiklah miss sesuai dengan keinginan kami, silahkan." ucap Alicia kepada kedua stylish dihadapannya, dengan cekatan mereka memenuhi keinginan Alicia dan Mira.


Proses pewarnaan lebih dulu dilakukan oleh Alicia, Kali ini Alicia memilih Golden Copper. Alicia ingin tatanan rambutnya simple namun elegan saat menghadiri pesta nanti. Sepertinya Alicia akan meminta Mira untuk membuat model modern updo, gaya rambut French twist dengan hiasan berkilau.


Sedangkan Mira saat ini sedang di tahapan pemotongan rambut, stylish yang menangani Mira sangat profesional tidak membutuhkan waktu lama Mira sudah pada tahapan Bleaching. Mira setuju dengan warna navy namun dia meminta untuk gaya rambut curly sebahu dengan pewarnaan denim,Alicia senang jika Mira memilih warna navy dengan gaya yang Mira inginkan.


Mengapa harus ada unsur biru seperti Navy untuk Mira, sebab Alicia menyiapkan baju berwarna putih berpadu sedikit gradasi warna baby blue yang terdapat aksen hiasan leher dan pergelangan tangan berkilau, model gaun tersebut akan tampak indah dengan pemilihan gaya serta warna rambut yang Mira inginkan.


Di sisi lain Mira membayangkan akan terlihat warna rambut ombre navy dengan silver. Mira berfikir agar pada saat pesta tidak memerlukan banyak hiasan pada rambutnya karena Mira memprioritaskan penampilan Alicia bukan dirinya.


Dalam waktu satu jam kedua gadis cantik itu sudah dengan tampilan rambut yang berbeda.


"Mira pemilihan warna itu sangat cocok. Aku sangat senang karena puas melihatmu tampil jauh lebih baik."


"Terimakasih nona."


"Baiklah karena kita sudah selesai dan Juno sudah menunggu, kita segerakan untuk makan siang."


***


Saat ini Alicia dan Mira dalam perjalanan menuju restoran ala prancis, tidak hanya Mira dan Alicia tetapi Juno pun ikut serta untuk menikmati menu makan siang di sana. Selain untuk menjaga Alicia dari bahaya, Juno juga perlu asupan makan siang.


"Akhirnya sampai juga sudah merasakan lapar sejak tadi, benarkan Mira."


"Iya nona saya juga merasa lapar."


"Ayo kita harus cepat, karena masih ada satu tahapan lagi. Ya ampun aku merasa waktu sore akan berlangsung cepat."


"Baiklah silahkan pesan apapun yang kamu inginkan, begitu juga dengan Juno silahkan."


"Samakan dengan pesanan nona saja apakah boleh." Mira merasa takut memesan makanan yang tidak enak.


"Tentu saja. Bagaimana dengan Juno?"


"Samakan saja nona, nona aku akan duduk terpisah."


"Silahkan saja."

__ADS_1


Akhirnya Alicia memutuskan untuk memesan Beef Burguignon, Foie Gras, Magret De Canard masing-masing dipesan tiga porsi sebab Alicia tau mereka tidak akan cepat kenyang.


"Sekarang sudah pukul satu siang, perkiraan untuk pemasangan warna kuku sekitar satu setelah jam, ya Tuhan kupikir aku bisa santai setelah treatment hari ini selesai." Tertunduk lesu.


"Tentu bisa nona jika tuan Alex menjemput nona pukul Lima sore."


"Akan sangat mustahil jika di perjalanan nanti aku tidak terlelap karena kita akan sampai di pulau tengah malam. Temani aku kita akan berbagi kamar, mengerti."


"Dimengerti nona."


"Sepertinya saya akan satu kapal dengan anda Nona, tidak perlu khawatir."


"Aku sudah tau jika kau akan berada di sana juga."


Sebenarnya untuk menghadiri pesta Angela, Alicia bisa saja pergi dengan kapal miliknya. Hanya saja dia menghargai Alex yang menjadikannya partner sesuai dengan keinginan Sepupu tersayangnya.


"Bon déjeuner" Pelayan restoran membawakan makanan dan menghidangkannya sesuai pesanan. Enam hidangan untuk satu meja dan tiga hidangan yang sama di satu meja lainnya.


"Merci. Aku pesan tiga minuman segar yang cocok untuk hidangan ini ya."


"Baik nona akan segera datang." Kemudian pelayanan pria melangkah pergi.


Alicia sangat terkejut melihat hidangan ala Prancis ada di New York dengan Aroma yang sama.


"Ini sangat prancis. Aku tidak menyangka tidak usah pergi jauh untuk menikmati makanan ini." tersenyum bahagia.


"Selamat menikmati makan siangnya."


"Selamat makan. Jangan sisakan apapun ya."


Alicia sangat menikmati makan siangnya. Makanan yang mengingatkan kepada kota yang menjadi tempat tinggalnya untuk beberapa tahun.


"Minumannya siap silahkan."


"Terimakasih"


Mira yang baru pertama kali mencoba makanan prancis terlihat sangat cocok tidak ada yang tidak sesuai.


"Aku senang karena kamu sangat menikmati makan siangnya."


"Rasa makannya tidak asing nona, masih sesuai dengan selera makan saya."


"Syukurlah, Ayo selesaikan masih ada satu treatment yang harus kita lakukan."


"Baik nona."


Sepuluh menit kemudian semua hidangan telah habis. Alicia segera membayar bill pesanan agar cepat melakukan treatment selanjutnya.

__ADS_1


"Baiklah kita harus melanjutkan treatment terakhir."


Alicia dan Mira serta Juno kembali ke dalam mobil. Mereka harus cepat menyelesaikan semuanya agar tidak terlalu lelah.


__ADS_2