Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
Mira


__ADS_3

Setelah mampir sepuluh menit menunggu akhirnya Mira mengajak Alicia keruangan Spa dadakan yang ia siapkan.


"Baiklah Alice, silahkan ganti bajumu dengan jubah mandi ini." Tanpa bicara Alicia pun mengganti bajunya.


"Baiklah aku sudah menggunakannya. Siapa yang akan melakukan pemijatannya?" Tanya Alicia bingung setelah ia menyadari bahwa mereka hanya bertiga saja. Alice, Mira, dan satu pelayan kepercayaan Mira, namanya Linda


"Aku yang akan melakukannya. Silahkan berbaring di sini." Ucap Mira lembut


"Wow kau penuh kejutan. Baiklah dengan senang hati. Sepertinya punggungku sudah terasa pegal sekali" Berbaring dan melonggarkan jubah yang ia kenakan dan membalikan badannya.


"Alice kau suka aroma apa? Aku punya beberapa varian aroma untukmu."


"Aku suka yang tidak beraroma apakah ada? Untuk wanginya kau nyalakan lilin aroma saja. Apakah bisa?"


"Tentu Alice. Baiklah mari kita mulai." Kemudian tanpa suara Mira meminta pelayan yang menemaninya menyalakan lilin aroma untuk Alice.


"Ya tuhan kau pandai sekali. Apa kau pernah menjadi terapis?" Ucap Alice merasa kagum pijatan Mira sangat lembut tapi bertenaga seperti seorang profesional.


"Sebelum aku diperintahkan nyonya besar kesini ibuku banyak melatihku. banyak hal yang aku pelajari untuk mendampingimu Alice."


"Aaaaa aku merindukan mommy dia amat menyayangiku."


"Kamu benar. Nyonya besar sangat menyayangimu, bahkan nyonya mengeluarkan banyak biaya untuk melatihku dan beberapa pelayan kepercayaanku untukmu Alice." Mendengar itu Alice sangat terharu. Sebab mommy memang tidak pernah meninggalkannya tanpa fasilitas yang berguna bahkan pelayan terpercaya pun mommy memilihnya.


"Baiklah. Terimakasih kau mau menjadi temanku. Pijatanmu sangat bagus. Badanku terasa ringan."


"Itu sudah kewajibanku nona. Aku sudah bersumpah untuk memberikan semua hidupkun untuk mengabdi pada keluarga Geraldy. Karena di sini aku mendapat kehidupan. Terimakasih."


"Mira aku percaya padamu. Tapi mengapa kau baru dipercayakan kepadaku sekarang? Mengapa sejak aku remaja kau tidak ada?."


"Pada masa itu nona masih ingin mandiri bukan? Aku menunggu saat-saat ini nona. Nona menerimaku dan senang dengan adanya aku." Ucapan Mira terdengar benar adanya. Bila dulu Mira datang sudah pasti dia kesal dan marah kepada mommy seakan-akan tidak memberikannya kebebasan.


"Hahahaha kau sudah mengetahui sikapku ya."


"Nyonya menceritakan tentangmu bila dia berkunjung ke pelatihanku." Ucap Mira seraya terus melakukan pemijatan.


"Kau sungguh istimewa. Terimakasih."


"Tentu nona ini kewajibanku."


"Hei mengapa kau tetap memanggilku nona.?"


"Entah mengapa aku sangat nyaman memanggilmu dengan sebutan nona."


"Aku lebih suka kau memanggil namaku. Sebab aku merasa memiliki teman di sini. Banyak pelayan di sini tapi tidak ada yang seperti dirimu."


"Mungkin karena aku anak ketua pelayan di sini. Belum lagi kau sangat menyukai ibuku."


"Sepertinya begitu. Tapi bagiku kau terlihat berbeda kau seperti Juno kau tau sangat mudah sekali akrab denganku?"


"Aku sangat malu kepadanya nona jangan bahas dia." Seperti merasa aneh Alicia berfikir bahwa Mira menyukai Juno yang sekarang adalah tangan kanan Devano.


"Hei apa kau menyukainya?" Bertanya karena penasaran.


"Nona apa dibagian punggung sudah enakan?"


"Ah ya ini sudah cukup. Bisakah aku berbalik sekarang?" Merasa topik tadi terlupakan Mira bersorak senang dalam hatinya.


"Aku akan pindah kebagian tangan." Kemudian meraih tangan Alicia dan memijitnya.


"Ah ya dibagian itu terasa pegal sekali. Tadi aku menarik koperku seorang diri di bandara.Tidak ada yang membawakannya." Mendengar itu Mira merasa bersalah mengapa nonanya tidak memberi kabar bila dia tau dia akan menyusulnya.


"Apa sudah merasa baikan" Tanya Mira setelah memijat bagian itu sesuai teknik message yang pernah diajarkannya.


"Iya lumayan. Kau benar-benar istimewa.


Bisakah kau mengajariku?"


"Tentu nona dengan semua hati."

__ADS_1


Setelah bagian badan selesai.


"Nona bagian ini sudah selesai."


"Ah ya terimakasih ini nyaman sekali."


"Nona ini sudah malam apakah mau lanjut ke pemijatan kaki?"


"Lanjut saja. Kakiku juga terasa sangat pegal sekali karena terlalu lama mengenakan sepatu hak tinggi milikku." setelah memakai weardroop dengan rapi.


"Baiklah aku akan memulainya." Kemudian meraih pergelangan kaki dan memulai pemijatan.


"Mira, apa selama pelatihanmu kau melakukannya dengan bahagia?" Berkata setelah memperhatikan Mira yang telaten memijitnya.


"Aku sangan bahagia nona. Bahkan aku selalu menargetkan skor terbaik agar cepat bertemu dengan nona." Mendengar itu Alicia terharu bahwa ada seseorang yang sangat menyayanginya seperti keluarga.


"Mira aku sangat berterimakasih karena mommy sudah memilihmu."


"Nona akupun sangat senang melihatmu kembali tapi pertemuanku denganmu tadi sangat tidak bagus menurutku nona. Maafkan aku."


"Hahahaha aku mengingat wajahmu yang merasa bersalah tadi."


"Nona maafkan aku."


"Tidak masalah Mira. Aku hanya bercanda."


"Tuhannn. Terimakasih kau telah mempertemukan aku dengan gadis ini. Dia baik kepadaku."


"Terimakasih juga nona telah menerimaku. Baiklah nona kita sudah selesai. Selanjutnya mandi dengan air hangat dan selamat beristirahat nona, mari aku antar ke kamar."


"Aaaaa enak sekali. Kau sangat hebat."


"Mari nona kita ke kamar."


"Ayo. Siapkan airnya jangan terlalu panas ya."


"Baik nona."


"Aaa air ini sangat menenangkan suhunya juga sangat pas tidak terlalu panas."


Setelah lima menit berendam Alicia memutuskan untuk menyudahinya.


"Badanku terasa ringan sekali. Mira sangat istimewa." Kemudian melangkah untuk memakai pakaian tidurnya dan berbaring di ranjang.


"Ya ampun nyaman sekali. Bahkan mereka merapikan kamarku rutin. Tidak berdebu sama sekali." Tersenyum mengingat ucapan Alex bahwa fasititas dari orang tua adalah untuk kenyamanan agar nyaman di rumah.


"Ya ampun aku meluapkan ponselku. " kemudian bergerak meraih tasnya.


"Ya tuhan bahkan aku melupakan mereka." Kemudian membuka beranda Chattnya.


Strong__Team🔥


3 pesan belum dibaca.


Ara🌱 : "Aliciaaaaa aku merindukanmuuuu"


Ella_🐰 : "Hadiiiir,,, Aku juga rindu kapan kau kembali mengapa mengabarinya mendadak, tadi aku sempat tertidur "


Arin💟 : "Benarkah? Sepertinya besok aku akan ke Apart memelukmu Al."


"Baiklah sepertinya besok aku di rumah saja."


Al__🐦 : "Kalian aku juga merindukan kalian."


AL__🐦 : "@Arin💟 kemarilah aku di rumah."


Ella_🐰 : "Beruntungnya besok libur kerja😂"


Arin💟 : "Aku akan kesana sayang. Pagi hari"

__ADS_1


Ara🌱 : " Aku akan menyusul kesana."


Al__🐦 : "Aku menunggu kedatangan kalian"


AL__🐦 : " Aku merasa lelah sekali😴."


Ella_🐰 : " Tunggu kami ya💕 segeralah tidur!."


Arin💟 : " Benar kau pasti lelah. Tidurlah"


Ara🌱 : " Selamat malam semuanya."


AL__🐦 : "Baiklah ayo tidur."


Kemudian obrolan berakhir.


"Kita akan pikirkan besok akan melakukan apa saja bersama mereka." Kemudian meraih telfon kamar untuk memanggil Mira


"Mira. Kemarilah."


"Baik nona." Tak lama kemudian Mira sudah mengetuk pintu.


Tok Tok.


"Masuklah."


"Ada apa nona."


"Besok pagi ketiga sahabatku akan datang. Bahkan akan ada yang datang di Pagi hari. Katakan pada penjaga yaa dan bila aku belum bangun besok persilahkan saja dia masuk kedalam kamar." Mira yang mengerti menganggukan kepala.


"Baik nona. Apakah ada hal lain yang harus saya kerjakan?"


"Karena kami tidak pergi keluar buatkan masakan khas jepang. Aku harap rasanya percis seperti restoran kesukApa aanku bersama sahabatku. Bila tidak bisa kita pesankan saja deh." Mendengar itu Mira hanya tersenyum.


"Bisakah nona memberi tau restoran mana yang kalian sering kunjungi dulu?"


"Jadi benar ya aku akan membeli makanan khas jepang itu. Aku kira akan memakan itu dengan puas di rumah."


"Tidak nona tidak seperti itu. Aku hanya ingin tau siapa Cheftnya dan aku akan meminjamnya sebentar untuk membuat makanannya di sini. Apa kau merasa senang nona?"


"Kau cerdas sekali. Aku merasa bahagia sekali."


"Apa nama restoran jepang itu nona."


"Ah ya aku hampir lupa memberitaumu karena bahagia sekali. E.A.K Ramen nama restoran itu, tidak terlalu mewah tapi makanan di sini rasanya luar biasa."


"Baiklah nona. Segeralah tidur dan jangan khawatir besok semuanya akan aku siapan."


"Memangnya kau tau apa yang ingin aku makan apa saja."


"Apa tidak semua menu makanan Jepang nona?"


"Tentu tidak. Mari duduk di sini aku akan tunjukan makanan restoran itu."


"Tidak nona. ini tidak sopan aku hanya pelayanmu."


"Kau menolak perintahku?"


"Ba-baik nona. Saya akan duduk di sini"


"Nah ginikan aku merasa punya teman. Baiklah lihat ini, aku ingin menu yang ada di dalam foto ini saja ya berikut makanan dan jus ini." Kemudian menunjukannya pada Mira.


Setelah melihat apa yang nonanya inginkan dia mengangguk mengerti.


"Baiklah nona besok akan segera siap untuk menu makan siang kalian. Selamat malam nona selamat beristirahat."


"Baiklah selamat malam. Terimakasih ya."


Kemudian Mira menundukan kepala dan melenggang pergi lalu menutup pintu kamar Alicia dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


"Aaaa senangnya." Kemudian Alicia memposisikan dirinya senyaman mungkin dan terlelap dengan damai.



__ADS_2