Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
new moment


__ADS_3

Makananku masih sangat aku nikmati,rasa lelah setelah berkeliling membeli beberapa barang tadi sudah hilang. Hal mengejutkan datang.


"Sepertinya sahabat baikku akan pergi meninggalkan aku sendirian di sini. Maura apakah kau tidak ikut dengan mereka?" Ucapku sedikit sedih karena selama kebersamaan kami tidak pernah ada moment seperti ini. moment di mana mereka meninggalkan aku dengan pasangan yang mereka miliki. Kami selalu bersama.


"Oh God... Bicara apa gadis ini?." Sebenarnya aku tau maksud Karin menimpali perkataanku seperti itu.


"Aku merasa ini sangat baru bagi kita semua semenjak pertemuan kita." Aku sangat setuju ketika Bella berkata begitu.


"Ini akan jadi kisah permulaan dari kita semua. Bahkan di masa depan akan jarang menghabiskan waktu seperti ini setelah kita semua sudah menikah."


Suasana ini sangat menyedihkan. BIsakah kisah baru yang akan aku alami akan berwarna cerah tanpa kabut sedikitpun, Aku sangat berharap. Siapapun akan berfikir seperti ini aku yakin. Tapi ada hal penting yang harus selalu diingat Hidupmu adalah pilihan. Kebebasanmu adalah warna hidupmu dan kisah cinta adalah hiasannya.


"Baiklah maafkan aku, Hanya saja situasi ini membuatku banyak berfikir."


"Baiklah apa selanjutnya?" ucap Bella


"Temui pasangan kalian sesuai rencana awal kita kesini. Aku sudah menghubungi Leo,pria itu akan menemaniku. Aku sudah baik=baik saja, lagi pula hidup ini akan terus berlanjut dan akan ada banyak kisah baru yang pasti kita lewati."


"Aku menyayangimu. Bisakah aku pergi?."


"Apakah aku juga bisa ikut pergi Karin?."


"Ayolah teman-teman lupakan hal yang aku katakan setelah acara makan burger ini dimulai. Pergilah dan bersenang-senanglah. Aku akan menantikan kisahku yang  indah bersama pangeranku kelak."


"Aku akan berdoa semoga kisahmu nanti akan jauh lebih bahagia. Ayo Bella kita pergi."


"Let's go.... Bye Alicia bye Maura."


"Bye" serentak maura dan aku menjawab.


Setelah kepergian kedua sahabatku, Aku memeriksa ponselku ternyata Leo sudah tiba di lobby tentu saja dia tidak melupakan Emeli.


"Maura? Apa kau tidak pergi?."


"Tentu aku akan menemui Max."


"Lalu mengapa masih di sini?."


"Apa dirimu masih akan di sini Al?" Mengapa dengan gadis ini. Mengapa dia balik bertanya.


" Aku akan bersamamu jika Leo masih belum datang."


"Tadi dia sudah ada di lobby kemungkinan akan segera kemari."


"Syukurlah."


"Hey ada apa denganmu. Pergilah nanti Max akan lama menunggumu."


"Sepertinya tidak."


Lima menit setelah itu Leo datang bersama dengan Emeli.

__ADS_1


"Hey nona-nona. Bisakah kami ikut bergabung?."


"Tentu saja. Kemarilah akan aku bahas tentang hadiah angela."


Aku masih heran mengapa Maura masih saja ada di sini.


"Apakah gadis ini akan ikut serta?" Leo terlihat heran.


"Maura?"


"Alicia Aku sangat gugup. Max sejak tadi sudah ada di sini,kebetulan dia metting di tempat ini." sedikit berbisik dan melirik meja di dekat jendela.


"Pantas saja. kau lucu sekali, hampir saja aku tertawa."


"Aku harus apa sekarang?"


"Temui dia dan katakan maaf menunggu lama." Leo menimpali.


Setelah itu Maura memberanikan diri berjalan menuju meja dekat jendela setelah itu Maura terlihat berbincang ringan.


"Baiklah apa selanjutnya?." Tentu saja hadiah untuk angela dan apakah aku harus menghubungi Alex?


"Entahlah. Tapi dengar,apakah ini benar menanyakan tentang hadiahmu kepada kami?"


"Sebenarnya aku memikirkan perasaan Alex. Tapi selama aku mengenal pria itu dia tidak akan peduli."


"Apakah kau yakin?.bisa saja dia sudah berubah, aku sangat khawatir dia akan merasa tidak dihargai sebagai partnermu apalagi ini acara sepupu tersayangnya."


"Ada benarnya apa kata mu itu. Tapi coba pikirkan sedang apa dan dengan siapa pria itu saat ini. Apa Jenny yang saat ini berasamanya atau sedang dengan orang lain."


"Tidak usah banyak berfikir, kau tidak sedang menyelingkuhi kekasih orang."


"Maaf Alicia. Aku setuju dengan Leo, sepertinya menghubungi Alex saat ini bukan merupakan hal yang salah." Ucap Emeli,hampir saja aku melupakan keberadaan gadis itu di sini.


"Baiklah-baiklah lusa laku akan bersama pria itu. Aku akan menghubunginya."


Segera aku meraih ponsel milikku dan mengirim dua pesan kepada Alex.


Wow pesanku langsung terjawab.


"Cepat sekali merespon."


"Apakah dia keberatan?"


"Mungkin jika ini di masa remaja dia akan menolak datang dan membiarkan aku mencari hadiahnya sendiri."


"Lalu, Apa jawabanya sekarang."


"Tidak dapat dipercaya. Pria itu menuju kesini dan akan mencari hadiah angela bersamaku."


"Wow! sangat mengejutkan. Hal apa yang dia lakukan selama ini hingga sikapnya berubah tidak menyebalkan seperti dulu?." Aku yakin Leo sangat penasaran.

__ADS_1


"Seketika aku mengingat sesuatu tentang Alex."


"Apa itu?" tanya Emeli dan Leo bersamaan.


"Dulu aku sangat muak dengan para gadis yang membenciku ketika aku memiliki hubungan dengan Alex serta sikap Alex yang menyebalkan menurutku saat itu,aku memutuskan untuk selesai dengannya dan moveon namun beberapa kali dia mempertahankannya. Sangat jelas aku tidak suka sikap dinginnya kemudian di benci para gadis yang tidak aku kenal.


"Iya aku tau itu,tapi hal apa yang membuatmu teringat sesuatu?"


"Pada saat acara girls time kami saat itu Aku,Maura,Bella dan Karin  pergi untuk menonton film percintaan kemudian kami sangat terkejut ketika Bella memberitau kami bertiga jika Alex ada di sana duduk tepat di depan Bella."


"Sangat mustahil Alex menyaksikan film percintaan."


"Aku mendengar kalian kawan-kawan."


Kami semua terperanjat sangat terkejut,satupun dari kami tidak ada yang menyadari kedatangannya.


Aku merutuki diriku yang mengirimi dia pesan 'Alex aku ada di mall saat ini untuk mencari hadiah angela. apa kau mau ikut mencarinya?' dan 'jika berminat aku ada di restoran cepat saji.' kemudian dia menjawab dengan cepat akan ikut mencari hadiah dan segera menemuiku.


"Ya tuhan jantungku."


"Aku sangat fokus pada Alicia dan syok setelah melihat pria ini ada dihadapanku." Ucap Emeli seraya merubah posisi duduknya.


"Hey dude,hampir saja aku mati terkejut."


"Maaf untuk itu."


AKu hanya bisa diam saat ini, pria yang menjadi topik obrolan mendengar apa yang kami bicarakan.


"Baiklah princess karena kisah ini sedang berlangsung aku ingin meminta maaf karena dulu aku menyebalkan. Tapi pada saat itu aku tidak tau harus melakukan apa. Untuk para gadis tidak jelas itu aku sudah membereskan mereka saat kau memutuskan untuk selesai dan untuk aku pergi menonton film,sebenarnya aku tau kalian ada di sana,tapi aku tidak peduli saat itu aku hanya ingin belajar tentang cinta,karena hubunganku gagal dengan seorang gadis. Gadis itu muak denganku."


Mendengar penuturan Alex aku terdiam. Pria itu bahkan belajar setelah aku pergi darinya, sepertinya itu alasan dia sudah berbeda. DIa benar=benar berubah.


"Apakah ini sebuah Reoni kisah cinta?"


'anak ini sangat menyebalkan.'


"Bisakah kita pergi dari sini untuk membeli beberapa barang dan hadiah untuk angela?"


"Tentu Sayang. KIta bebas melakukannya. Mari kita tinggalkan dua makhluk yang sedang reoni ini."


"Hey Alien bicara apa kau?" Aku merasa mereka menyebalkan.


"Aku tidak keberatan,silahkan kalian pergi." Alex menimpali


"Dengan senang hati, ayo sayang." Ajak Leo


"Alicia aku minta maaf aku pergi dulu. Bye Alicia."


"Huft baiklah selamat bersenang=senang Emeli."


Sepasang kekasih itu sudah pergi. Saat ini apa yang bisa aku lakukan?

__ADS_1


aku tidak bisa membuka topik baru setelah keterkejutanku dengan kedatangan Alex dan penuturannya seperti klarifikasi dari sebuah tragedi.


__ADS_2