Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan

Sebuah Kisah Tentang Cinta Dan Kebebasan
Alex Calling


__ADS_3

Setelah menemukan pantai yang akan aku kunjungi untuk berlibur ku putuskan untuk menikmati coklat panasku dengan rileks.


"Hari yang baik untuk suasana hati."


Aku letakan nampan yang berisikan potongan roti dan segelas cokelat panasku kemudian membuka beberapa pesan yang belum sempat terbaca. Dengan terkejut aku membaca salah satu pesan yang masuk.


"Ada apa dengannya hingga punya kesempatan untuk mengirimi aku pesan sapaan seperti ini." Belum sempat aku memikirkan apa yang akan aku balas untuknya, dia menelponku.


Drettt.. Dreetttt.. Dreetttt...


Dering ponselku yang belum berhenti bergetar.


"Haduh jawab tidak yaa?."


"Tapi nanti aku dibilang gampangan."


Drettt... Dreettt..  Drettt.


"masih juga berdering."


"respon tidak yaa. Ada apa dengannya?"


bagaimana ini?


"Baiklah-baiklah aku akan menjawabnya siapa sangka dia sedang butuh bantuan ayo Alicia berpikir positif."


"...."


"Hallo?"


"Hallo iya ada apa"


tenangkan dirimu Alicia kamu bisa!.Alicia


"Alice?"


Huft masih saja menganggilku dengan sebutan itu.Alicia


"iya ada apa Alex?"


"Maafkan aku telah mengganggu waktumu."


Baguslah jika kau sadar.Alicia


"Tidak apa Alex ada apa?"


cepatlah jawab aku sangat gelisah sekarang!


"Apakah kamu masih mengingat Angel Sepupuku?"


Ada apa dengan angel?. Dia membuatku penasaran saja.Alicia


"Angel? aahh yaa aku mengingatnya tapi ada apa dengannya?"


"Dia akan menikah ming-"


"Apaa menikah!?"


"Hahaha kamu tidak berubah. Tidak masalah Alice."


cih! bicara apa dia.Alicia


"Maaf telah memotong ucapanmu."


ih apa-apaan dia. move-on Alicia dirimu tidak lemah dia sudah memiliki penggantimu bahkan ini sudah enam tahun lamanya. normalkan keadaan!.


"Baiklah jadi?"


"akan aku ulangi. Angel akan menikah minggu ini, dia memintamu agar datang kepernikahan itu bersamaku karena itu aku menghubungimu. Angel sangat berharap kehadiranmu Alice."


"Bagaimana? aku masih belum paham Al."


"Entah apa yang dia pikirkan tentang kita Alice tapi aku tidak keberatan memenuhi keinginannya itu karena dia ingin pernikahannya dihadiri teman dan sahabat terbaiknya."


"...."


"Alice bisakah kamu hadir nanti? aku berharap kamu memenuhinya."


"..."


"Alice apa kamu mendengarku?"


"..."


"Alice!?"


"i-iyaa Al baiklah.


aku mendengarkannya dengan baik apa yang kamu sampaikan tadi."


"Terimakasih Alice sungguh aku tidak tau lagi harus memberi alasan apa jika kamu tidak menyetujuinya."


"Tapi bagaimana dengan tunanganmu?"


"..."


"Apa dia datang nanti?"

__ADS_1


"..."


"Alex?"


"Alice maaf. Jenny dalam keadaan lemah karena sampai saat ini aku belum mendapatkan pendonor yang tepat untuknya."


Ya tuhan pertanyaanku sungguh bodoh sekali. aku sudah mendengar ini dari Leo sebelumnya jika jenny mengidap kelainan jantung.


"Maafkan aku Alex aku tidak bermaksud unt-"


"Alice!"


Hei dia memotong ucapanku. Baiklah aku mengerti. Jangan kesal Alicia dirimu bisa.


"Maaf. Baiklah kapan kita akan pergi?"


"Sabtu malam waktu New york."


"Baiklah. Alex ada yang ingin aku tanyakan padamu."


"Tanyakan saja Alice."


"Kamu tau aku ada dimana sekarang?"


"Dirumahmu pastinya."


"Iya memang tapi di negara mana.?"


"Wait apa kamu tidak di New York saat ini?"


cih! bahkan dia tidak mengupdate keberadaanku sebelumnya. Sepertinya dia sudah berhasil melupakanku. Aku pun sudah melupakannya.Alicia


"Tepat sekali well aku menempuh pendidikan di Prancis Al."


"Bagaimana dengan undangan Angel apa kamu mau hadir?"


"Tentu saja Al dia sahabat kecilku. Bagaimana mungkin aku tidak hadir."


"Syukurlah. Baiklah aku akan menjemputmu dua hari sebelumnya. Baiklah sampai sini yaa obrolannya."


"Apa? menjemputku? ahh ya terserah padamu. Jangan lupa memberi kabar."


"Tentu Alice. Terimakasih sudah mau hadir bersamaku nanti."


"Sama-sama. Bye alex"


"Bye."


Ya tuhannn apa lagi ini aku akan meralat kata-kataku sebelumnya.


Bagaimana tidak setelah telfon berlangsung oksigen dalam ruangan ini seperti menipis dan setelah sambungannya terputus nafasku sudah kembali teratur. Sempat ingin memaki kemana oksigen itu pergi tadi tapi ini bukan salah siapapun karena sekarang aku merasa stress.


Bagaimana dengan perjalanan yang sudah kubuat. jelas saja liburanku ke pantai akan diundur tiga sampai empat hari pastinya. melelah sekali.


Sebaiknya aku menghubungi Leo terpikir olehku apa dia benar-benar tidak tau atau memang sengaja tidak memberi tauku?. Baiklah aku akan mengirimkannya sebuah pesan saja.


"Leo aku ingin menanyakan sesuatu. telpon aku bila kau tidak merasa terganggu.- Send-"


Setelah beberapa menit kemudian handponeku bergetar menandakan ada telfon masuk. segera saja aku jawab.


"Leo?."


"Iya tuan puteri ada apa?."


"Angel. Leo kau tau kan aku sedang membahas topik apa?."


"Ohh ya ampun. Baiklah aku mengerti maaf tidak kurang cepat menyampaikannya aku takut dirimu menolak apa keinginan angel di pesta pernikahannya."


Karena kau aku merasa stress tau!


"Oh tuhan. Leo baru saja pria itu menelponku dan mengatakan keinginan angel."


"Lalu? apa jawabmu?"


"Aku akan menjawabnya setelah kamu menjawab pertanyaan ini." Sedikit ragu


"Baiklah tanyakan padaku."


"Kamu akan menghadirinya atau tidak?"


"Hei! kita kan sahabat kecilnya mana mungkin jika aku tidak hadir. Pertanyaan macam apa itu Al."


"Sama halnya denganku bukan? mengapa kamu tidak bilang tentang angel padaku?."


"Aku baru saja akan memberitahukannya padamu Al tapi tadi kamu tidak bisa dihubungi. Kemungkinan tadi kalian sedang terhubung dan saat ini kau memberitauku jika Alex yang memberitahu terlebih dahulu." Jelas Leo panjang lebar.


"Ya ampun Leo aku harus bagaimana?. Aku tidak merasa baik-baik saja saat ini."


"Tenangkan dirimu Al tidak akan ada yang membencimu jika kau menghadirinya bersama alex. Aku yakin."


"Tapi bagaimana dengan perasaan Jenny bila dia tau bahwa kekasihnya menghadiri acara bersamaku. Ya walaupun tadi alex mengatakan bahwa keadaan jenny lemah saat ini."


"Apa? jenny dalam keadaan lemah? smoga tuhan menjaganya.Semoga tuhan memberinya kekuatan."


"Leo! Ada kamu sangat mengkhawatirkannya?"


"Aku takut terjadi sesuatu Al."

__ADS_1


"Leo sadarlah."


"..."


"Leo ingatlah Emeli jangan sakiti sahabatku. Aku mohon padamu. Bila dia hanya kamu jadikan objek pelampiasan jauhi dia Le."


"Alicia.!"


"Berhenti sekarang juga jangan dekati Emeli.Aku mohon padamu!"


"Alicia! Dengarkan ini baik-baik aku mencintai Emeli. Aku menyayanginya jangan biarkan aku terluka karena menjauhinya."


"Dan untukmu dengarkan ini baik- baik. Berhenti mengkhawatirkan gadis lain selain emeli dari manapun kurun waktunya. Itu akan membuat sahabatku terluka."


"Alicia! mengertilah. Aku hanya Khawatir padanya dia hanya aku anggap teman Al tidak lebih!."


"Terserah padamu. Aku ingatkan lagi jika dirimu belum siap jangan mencoba untuk dekati sahabatku. kau tidak mengetahui seberapa rapuhnya Emeli ingat ini baik-baik."


"Al aku mohon aku mencintainya jangan biarkan dia menjauhiku. Bahkan aku tidak bisa jauh darinya. Aku mencintainya Al sungguh. Bahkan aku akan mengajaknya ke pernikahan angel nanti. Percayalah."


"Leo kau! Baiklah aku akan percaya. Jaga dia aku mohon."


"Tentu Al. Dia sudah segalanya untukku."


"Baiklah jadi bagaimana denganku?"


"Apa yang dia katakan padamu tentang minggu depan?"


"Karena dia baru tau aku ada di Kota ini dia berkata akan menjemputku dua hari sebelumnya."


"Baguslah kita akan pergi bersama. Beri kabar padaku agar aku dan Emeli bergabung bersama kalian."


"Baguslah  kamu memang sangat memahamiku. Terimakasih Leo."


"Apapun untukmu tuan puteri."


"uuuh aku sangat tersanjung tapi bukannya minggu depan kau bilang ada rencana liburan ya?"


"Ah ya ampun hampir aku melupakannya. sial!."


" Aku putuskan untuk berlibur seorang diri dan jangan ganggu aku."


"Kemana?"


"Pantai."


"Baiklah jaga dirimu."


"Tentu kapten. Bagaimana dengan liburan kalian?"


"Ya harus bagaimana lagi.? Hanya bisa diundur."


"wah sepertinya kita sama pastinya akan mengundurnya sampai tiga atau empat hari Le."


"Merepotkan sekali!." Sungut Leo.


"Hahahahaa ternyata bukan aku saja yang terusik disini."


"Tentu saja rencana liburanku yang berharga." Terdengar frustasi.


"hahaha lucu sekali. Boleh aku tau kalian akan pergi kemana?"


"Tentu saja aku akan memperlihatkan keindahan sunrise pada Emeli dari atas gunung."


"hahahahahahahaha ya tuhan perutku sakit. prediksiku sangat akurat tentangmu."


"Hei berhentilah menertawakan kegemaranku. Bisa-bisa kau akan jatuh cinta dengan mendaki gunung."


"Apa kau tidak ingat pernah mengajakku?. memang itu indah tapi setelahnya aku kelelahan dan jatuh sakit."


"Hei tuan putri jangan salahkan aku tubuhmu saja yang lemah jadi berhentilah membicarakan ini."


"Baiklah tuan pemarah."


"Apa masih ada yang ingin dibicarakan?."


"Sepertinya sudah tidak ada."


"Baiklah segeralah istirahat. Aku akan melanjutkan kebersamaku dengan Emeli malam ini."


"Jangan lakukan apapun padanya jaga sahabatku ya."


"Tentu saja tuan puteri aku akan menjaganya dengan baik jangan khawatir."


"Baiklah terimakasih maaf menggangu waktumu."


"Sama-sama. Baiklah aku tutup panggilan ini."


"Bye bye"


"Bye."


Akhirnya aku tidak terbebani seperti sebelumnya. Baiklah sepertinya aku harus segera istirahat. Melangkahkan kali menuju dapur kemudian beranjak membersihkan diri seperti biasa rutinitas sebelum tidur.


"Baiklah aku siap. Hari esok cepatlah datang!." Kemudian berbaring dan tidak lama kemudian terlelap.


***

__ADS_1


__ADS_2