
Diandra tersenyum sumringah di depan kaca, sambil memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan penampilan dan riasanya sudah sempurna.
"Malam ini kau tidak akan bisa lari dariku mas..." gumam diandra.
Rasanya diandra sudah tidak sabar menunggu kepulangan suaminya, dia sangat tidak sabar melihat respon suaminya.
"Apa sebaiknya aku Vidio call aja ya... Biar mas frey semakin tidak sabar untuk bertemu.." kembali Diandra bergumam sambil memegang ponselnya.
Tampa berpikir panjang Diandra melakukan panggilan vidiocall di room whatsapp, tidak menunggu lama frey menjawab panggilan vidio tersebut.
"Hai sayang..." sapa Diandra beserta senyuman manis nya saat melihat wajah suaminya di layar ponsel iphone promax 14 keluaran terbaru miliknya.
"Hai sayang... Kamu belum tidur??" tanya frey kepada sang istri.
"Ihh.. Kamu gimana sih sayang, aku tidak bisa tidur tampa kamu lagi pula sekarang baru pukul 8 kok" dengan manja dan genit Diandra menjawab pertanyaan suaminya.
"Mas agak telat ya pulangnya, ada beberapa berkas yang mau mas periksa untuk di tanda tangani, ini masalah pencairan dana sayang, gimana donk.." frey menjelaskan secara detail pekerjaannya kepada sang istri.
"Gak bisa besok sayang... Aku udah lama lho nunggu kamu..." Diandra menjauhkan sedikit letak ponselnya agar sebagian tubuhnya terlihat, lalu dengan gaya sensual Diandra membuka baju tidur yang transparan itu di depan suaminya.
"Sayang... Kamu mau ngapain????.. Lho kok di buka bajunya" ucap frey panik melihat aksi istrinya, meskipun dia sangat senang dapat melihat tubuh nan indah yang hanya dibaluti br* merah yang hanya menutupi bagian puncak gunung kembar milik istrinya.
"Hemm.. Aku kurang suka warna merah sayang, rasanya terlalu cerah pada kulitku, makanya aku mau ganti warna yang lain, gimana menurut kamu mas???" tanya Diandra sambil mengibaskan rambut panjangnya kebelakang, sehingga gunung kembar nan indah nampak sempurna menantang kearah kamera, frey yang melihatnya hanya menelan saliva.
"Kok kamu diam saja sayang??? Aku bertanya sama kamu lho..???" di dalam hatinya Diandra sangat senang karena melihat ketegangan pada wajah suaminya.
"A..aku maksud kamu??" ucapan yang gugup sudah pasti keluar dari mulut frey.
"Ya kamulah... Emang ada orang lain disana?? Kalau emang ada aku mau tanya dia saja, kamu susah kalau di tanya tanya" Diandra mencoba membuat frey terbakar api cemburu karena ucapannya.
"Kok kamu ngomong gitu sih.." ucap frey sedikit ketus.
"Ya udah.. Gimana kalau aku ganti warna pink saja mas, sepertinya lebih elegant" ucap Diandra kemudian dia membalikan tubuhnya yang sintal kebelakang untuk mencari pakaian yang dimaksudnya, Diandra berjalan kedepan dengan memunggungi ponselnya, hingga frey dapat melihat secara keseluruhan tubuh istrinya, lagi frey menelan saliva nya karena pada tubuh bagian bawah Diandra hanya menggunakan set dalam mode G-string, bodynya yang montok hanya di balut dengan tali merah yang lebar nya hanya sejari dan menyelip diantara bokong montok nan bohay tersebut.
frey bertambah tidak bisa bicara di sebabkan diandra mencari pakaiannya dengan menungging.
"Oh... Noooo..." hanya itu yang keluar dari tenggorokan frey melihat gaya sempurna istrinya yang sangat sangat menggoda.
"Bagaimana mas??? Apa kau sanggup menahan hasrat mu.. " ucap Diandra di dalam hati dengan penuh kemenangan.
Setelah menemukan apa yang dicari, diandra mengganti set dalaman bra dan G-stringnya dengan membelakangi kamera, hati frey berdebar kencang melihat apa yang dilakukan oleh istrinya.
__ADS_1
Setelah selesai diandra membalikan badannya kemudian berjalan maju kedepan kamera ponselnya, Jantung frey berdegup kencang melihat penampilan baru istrinya, karena set dalaman yang di pakai istrinya kali ini lebih sehat di mata, bra pink yang dipakai cukup unik, cupingnya lebih besar dari yang pertama tetapi semuanya transparan karena bahanya terbuat dari tile, sehingga puncak gunung kembar diandra tergambar jelas dimata.
G-string yang juga terbuat dari tile menggambarkan jelas apa isi di dalamnya, yang lebih membuat mata frey melotot adalah ada belahan di tengah G-string tersebut membentuk sebuah celah.
"Gimana sayang, yang ini oke gak???" tanya Diandra menyadarkan frey dari kebangongannya.
"O..oke sayang, kamu sangat sexy, aku tidak sabar lagi bertemu kamu, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku sayang" jawab frey jujur.
Sebenarnya Diandra agak kecewa dengan jawaban suaminya, dia sudah berakting layaknya di film bokep tapi suaminya masih tetap memikirkan pekerjaan.
"Sepertinya aku akan melakukan aksi yang lebih gila lagi" hati Diandra kembali berbicara.
"Oke sayang gak papa, tapi aku mau minta tolong sama kamu boleh gak??"
"Tentu saja boleh, apa pun sayang???"
Diandra mengambil ponselnya untuk di posisikan lebih rendah lagi, kemudian diandra menaikan sebelah kakinya ke kursi dan memperlihatkan pangkal pahanya melalui belahan G-string.
"Sayang.. Tadi aku merasakan perih pada bagian ini, apakah ada luka??? Aku tidak bisa melihatnya secara langsung, makanya aku minta bantuan kamu" diandra menunjukan miliknya pada suaminya.
"Oh my good" mata frey terbelalak saat melihat punya istrinya yang sedikit basah terpampang pada layar ponsel "thi is crazy honey" ucapnya lagi.
"Kenapa sayang???" Diandra mengalihkan kamera pada wajahnya, kemudian pura pura tidak mendengar apa yang diucapkan suaminya.
"Oke sayang, by by... Mmmuah"
"By by.. See u" ucap frey kemudian mengakhiri panggilan vidio nya.
Diandra tersenyum puas, usaha menggoda suaminya berjalan sempurna.
"Aku pastikan malam ini malam pertama kita mas, kita akan melakukannya malam ini, kau tidak akan ku lepas lagi" gumam Diandra penuh percaya diri.
***
Setelah sampai di rumah frey tidak mengulur waktu lagi, setelah mendapatkan istrinya di kamar, frey langsung memberikan kecupan hangat pada bibir diandra dan diandra menyambutnya dengan sangat baik.
"Kau menggodaku sayang??? Kau membuatku penasaran" ucap frey penuh dengan gairah.
"Aku menginginkanmu malam ini" jawab Diandra penuh semangat, dengan gerakan cepat Diandra langsung naik keatas tubuh suaminya.
"Aku yang akan memimpin permainan" diandra dengan semangat menunggangi suaminya, dengan seperti ini diandra yakin suaminya tidak akan melarikan diri lagi.
__ADS_1
Kecupan hangat sudah di layangkan diandra, frey pun tak kalah aksi, dia memanfaatkan keadaan tubuh istrinya yang berada di atas, gunung kembar yang kenyal dan padat menggantung mengenai tubuhnya tentu menambah gairah.
Tangan frey tak segan meremas gunung kembar itu, mulai dari remasan ringan hingga remasan berat ditampah pelintiran jari frey yang nakal pada puncak gunung itu hingga membuat diandra melolong kenikmatan.
Tidak berhenti di situ frey menurunkan tubuhnya kebawah agar pagutnya tepat berada di pucuk salah satu gunung kembar itu, frey melahap gunung kembar istrinya dengan sangat buas, sedangkan tangan satunya bertugas kembali memilin puncak gunung sebelahnya agar menambahkan rasa kenikmatan.
"Uhhhhh". Diandra menggelinggam merasakan sensasi yang di berikan suaminya.
"Kau sangat menikmatinya honey" ucap frey pelan, kemudian frey memanfaatkan keadaan diandra yang lemas karena rangsangan yang diberikannya dengan gesit frey membalikan keadaan, tubuh Diandra diangkatnya untuk di posisikan dibawah tubuhnya.
"Aku yang akan memimpin" ucap frey tegas.
Gunung kembar yang sudah di lepasnya kembali di lumatnya hingga puncak gunung milik Diandra menjadi merah merona, tangan frey mulai merayap pada bagian tubuh sensitif yang ada di bawah sana.
"Uhhhhh... Stop mas.." tangan Diandra menahan tangan suaminya yang hampir menyentuh bagian intimnya.
"Why honey???" frey melepaskan pagutnya pada salah satu gunung kembar istrinya.
"Aku ingin rudal mu mas, bukan jari mu" ucapan diandra penuh permohonan.
"Of course honey, aku hanya mencari jalan agar dia mudah masuk sayang" jawab frey meyakinkan istrinya.
"Tidak sayang, dia bisa mencari jalan sendiri" Diandra mulai ngotot agar keinginannya di penuhi.
"Honey........" frey memanggil istrinya dengan lembut "mari kita lakukan seperti biasanya..." tampa aba aba frey langsung kembali menggumpal benda kenyal itu, dan tangannya langsung menyusup kebawah hingga menemukan apa yang di carinya.
frey memasukan jarinya kepangkal paha dengan sempurna, membuat lolongan panjang keluar dari mulut diandra.
"Akhhhh... Sayang.. Please bukan ini yang aku inginkan" teriak Diandra.
Tetapi frey tidak mendengar kan istrinya, frey terus memompa istrinya dengan jari agar istrinya sampai pada *******.
"Tidak mas... Aku tidak mau seperti ini" diandra berusaha menarik tangan suaminya agar berhenti dan tentu saja berhasil.
"Apakah Sepanjang pernikahan kita akan melakukan hubungan ranjang seperti ini??" sarkas diandra pada frey yang terduduk di samping istrinya, kali ini frey tidak menyangka jika Diandra menolaknya, biasanya dia akan patuh saja terhadap aksi ranjang yang di lakukan oleh suaminya.
"Sudah dua tahun kita menikah, tapi kamu memperlakukan aku seperti seorang pacar, bukan istri.." ucap Diandra lantang.
"Udah ya honey... Aku capek, mau mandi dan istirahat" jawab frey, kemudian dia berdiri dan meninggalkan istrinya yang masih telanjang bulat di atas kasur.
"Stop mas... Kenapa kau membuat aku murah seperti ini mas, kau telah membuat seorang istri mengemis untuk meminta haknya, apa kau seorang pecundang mas????" Diandra mengamuk karena frey tidak memperdulikannya.
__ADS_1
frey terus berjalan menuju kamar mandi tampa menghiraukan amukan istrinya, dia tidak mau bertengkar dengan istrinya hanya karena masalah ****, namun tidak dengan Diandra dia merasa fray mempermainkannya dan menjatuhkan harga dirinya, Diandra sangat menginginkan bercinta dengan suaminya sendiri tapi frey tidak pernah melakukannya.
"Ahhhhhhhhhhh........" pekik marah Diandra memenuhi kamar, semua bantal di lemparkannya kesembarangan arah, bad cover semuanya di acak acak diandra untuk melampiaskan kekesalannya.