Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
Part 11 Frey Lelaki yang Menyebalkan


__ADS_3

Hamparan Rumput yang begitu Hijau dan bersih dihiasi dengan lampu lampu bewarna kuning emas serta bunga bunga hidup yang terawat menambah kesan estetik taman tersebut, beberapa orang duduk di sebuah kursi kayu sambil menikmati makan dan minuman ringan serta mengobrol santai.


"kenapa harus ketempat seperti ini sih frey???" protes Selvi.


"sudah ku bilang, di dalam panas membuat tubuhku gerah, aku suka tempat seperti ini" ucap frey santai sambil duduk di salah satu kursi.


"tapi aku tidak suka, aku dingin di tempat seperti ini" Selvi cemberut.


"Hem.." frey memandang penampilan Selvi dari atas hingga bawah "seharusnya kamu pakai pakaian yang lebih sopan sedikit, pakaianmu ini mengundang para hidung belang menggoda mu, apa kau tidak takut???" frey membuka jas yang di pakainya lalu menyelimuti bahu Selvi yang terbuka.


Selvi terkesima dengan apa yang dilakukan oleh frey karena selama dia bersahabat dengan frey tidak pernah frey melakukannya semanis ini, yang ada frey akan menggodanya setiap hari hingga mereka akan bertengkar karena tidak satu pendapat.


"terimakasih perhatiannya"


"sama sama" frey mengusap lembut pucuk kepala Selvi membuat Selvi sedikit grogi.


"apakah ada yang ingin kau katakan kepadaku soal yang tadi.."


"hah..." frey sedikit berpikir sambil menatap wajah Selvi yang sudah membuka topengnya "soal apa??" tanya frey penasaran.


"soal pembicaraan kita saat berdansa, apa kau sudah melupakannya??"


"apa kita berdansa???"


"frey.." Selvi sedikit meninggikan nada bicaranya.


"oke..oke.. aku pikirkan dulu" ucap frey sambil mendongakkan kepalanya pada sandaran kursi.


"aku tidak ingat apa apa" ucap frey.


"benarkah??? kau sudah melupakannya?? atau jangan jangan ..."


"Ya... aku ingat" ucap frey semangat, terpaksa frey beraktingnya karena dia baru sadar kalau dia pergi bersama kembaran yang di buat olehnya, sudah jelas kalau Selvi telah bertemu dengan kembar palsunya itu dan telah berdansa dengannya, frey khawatir kalau Selvi akan menyadari hal itu dan menggagalkan semua rencananya.


"apa??" Selvi juga curiga dengan gelagat frey.


"tentu saja aku terpana dengan topeng yang kau kenakan saat itu hingga telingaku tidak bisa mendengar dengan jelas apa kalimat yang keluar dari bibir mu" frey merayu agar Selvi tidak mencurigainya.


"jangan bercanda frey.."


"aku tidak sedang bercanda Selvi, kau sangat cantik saat menggunakan topeng" frey memperjelas ucapannya.

__ADS_1


"sekarang kau mengejekku frey" Selvi tersinggung dengan ucapan frey.


"kau marah???"


"tidak ." Selvi membuang muka.


"jangan marah karena banyak sekali pekerjaan yang harus kita selesaikan besok, aku tidak mau pekerjaan kita menghindar saat melihat wajah cemberut mu"


"cukup frey, candamu sama sekali tidak lucu" Selvi berdiri karena merasa emosi nya di permainkan oleh frey.


"hei... jangan terlalu serius baby.. aku.."


napas Selvi turun naik karena emosi, dia tidak tahan lagi dengan ucapan yang keluar dari mulut frey, dengan langkah cepat selvi meninggalkan frey yang berusaha membujuk nya.


"tunggu Selvi..." frey memanggil Selvi yang sudah berjalan cukup jauh dari nya.


Selvi membalikan tubuhnya menghadap kearah frey "ada apa??"


"kau membawa barang ku" ucap frey.


Selvi menautkan kedua alisnya "apa barangmu???"


Selvi kembali emosi, dihampirinya frey dengan langkah kaki cepat "ini ambil jasmu" Selvi melepaskan jas yang di pakainya lalu di letaknya di atas meja dengan kasar kemudian Selvi pergi meninggalkan frey.


Frey memang selalu membuat dirinya kesal meski demikian selvi tetap tidak bisa memberi frey namun sebaliknya semakin menyebalkan frey semakin besar cinta Selvi kepada nya.


Frey menatap kepergian Selvi sambil menggelengkan kepalanya, dia tersenyum mengenang tingkah menggemaskan Selvi, frey juga telah mengetahui jika Selvi mencintai dirinya meskipun Selvi tidak mengatakan nya karena itu frey selalu bertingkah menyebalkan agar Selvi berhenti mencintainya.


"wanita memang makhluk yang paling aneh" frey tersenyum sendiri.


*


*


*


tubuh frey di goyang beberapa kali oleh seseorang, mata yang mengantuk membuat frey enggan untuk membuka mata tetapi karena suara orang itu terus mengganggu frey terpaksa juga membuka matanya.


"maaf pak anda tidur diruangan terbuka, jika anda lelah kami bisa menyediakan tempat istirahat buat bapak" seseorang yang berpenampilan seperti security telah berdiri di samping frey.


"oh .." frey segera memeriksa ponselnya "kenapa anda baru membangunkan saya, seharusnya sejak tadi" protes frey karena hari sudah menunjukan pukul 4 pagi.

__ADS_1


"saya kira anda tidak tidur pak" ucap security tersebut.


frey sengaja menunggu Mario dan Diandra selesai melakukan penyatuan, tetapi frey tidak menyangka bisa sampai ketiduran di taman "untung saja tidak hujan" gerutu Frey sambil meninggalkan security yang masih terpaku menatap kepergiannya.


frey kembali memeriksa gawainya, sebuah pesan di room WhatsApp telah masuk sejak pukul dua tadi, frey langsung membuka nya.


"saya telah selesai" pesan dari Mario membuat langkah kaki frey dipercepat karena dia tidak sabar lagi untuk bertemu dengan istrinya.


frey masuk dengan pelan kedalam kamar tempat peristirahatan Diandra kemudian frey membuka seluruh pakaiannya menyisakan pakaian dalam selanjutnya frey menyusup kedalam selimut yang menyelimuti tubuh Diandra yang masih dalam keadaan polos.


Diandra tidur begitu nyenyak hingga tidak sedikitpun dia menyadari aktivitas yang terjadi malam itu.


frey memperhatikan wajah Diandra dari samping, wajah yang begitu cantik di tutupi anak rambut membuat frey tertarik untuk menyekanya, dengan perlahan frey melakukan itu agar tidur Diandra tidak terganggu.


frey lalu memeluk Diandra dari belakang, tubuh Diandra masih terasa lengket karena keringat membuat desiran panas di hati frey, ada rasa sesal karena telah sengaja membuat istrinya tidur bersama laki laki lain, tetapi keadaan lah yang membuat frey melakukan semua itu.


"sayang .. kau belum tidur juga???" tiba tiba Diandra bersuara pelan membuat fray tersadar.


"aku tidak bisa tidur.." jawab frey asal.


Diandra membalikan badannya menghadap kepada frey "apakah kau menginginkanku lagi??" tanya Diandra sambil memeluk frey, tetapi tangan yang satunya berusaha memegang burung kakak tua milik frey membuat frey spontan terduduk.


"ada apa??" Diandra juga terduduk meskipun tubuhnya masih tertutup selimut.


"aku.. aku.. oh.. anu gak apa apa, hanya sedikit kaget" ucap frey berbohong.


"kaget??? kok bisa, padahal kemaren mas senang sekali kalau aku menyentuh itu" Diandra tidak malu malu lagi kepada frey, padahal yang di ucapkannya membuat hati frey sangat sakit sekali.


"dia lagi tidur honey" frey kembali berbohong.


"aku akan membangunkannya" ucap Diandra sambil berusaha mencengkram burung kakak tua frey, tetapi frey bertindak cepat dengan meloncat dari kasur.


"kok lari sih mas" Diandra menggerutu karena dia tidak bisa mengejar frey, tubuhnya masih dalam keadaan polos di dalam selimut.


"udah ya.. ini sudah subuh, mas mau istirahat sayang, please..." frey memohon agar Diandra menghentikan aksinya.


"iihh.. kamu kok gitu sih.. aku kan mau lagi, 7 ronde mana cukup mas..." Diandra cemberut.


frey kaget mendengar ucapan Diandra, hatinya menjadi sangat marah kepada Mario "bisa bisanya Mario melakukannya hingga 7 kali, itu terlalu banyak.. awas ya kau Mario " ucap frey dalam hati.


"kok diam.. ayo" pinta Diandra manja membuat frey jadi serba salah, alasan apa yang akan dibuatnya dalam keadaaan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2