Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
Part 15 Pertengkaran Berakhir Kecelakaan


__ADS_3

"aku ingin kamu memecat dia" di dalam mobil Diandra masih membahas tentang Selvi.


"honey... memecat karyawan juga ada aturan, Selvi kerja sangat bagus, aku tidak bisa memenuhi permintaan kamu"


"tetapi dia telah ikut campur urusan keluarga kita sayang"


"ikut campur bagaimana???"


"dia telah menghinaku dengan mengatakan kalau aku mandul, itu sangat melukai harga diriku mas"


"apakah Selvi benar benar mengatakan itu???" frey yang sedang fokus menyetir menatap ragu pada Diandra.


"apa kau tidak percaya padaku mas???"


"bukan begitu, kapan dia mengatakannya padamu, aku tidak mendengarnya" Frey meluruskan maksudnya.


"waktu aku di toilet mas, Selvi sengaja mengikuti kita hingga dia punya kesempatan untuk berbicara empat mata kepadaku, kesempatan itu dia gunakan untuk menghinaku mas bahkan aku tidak bisa menyangkal hinaan itu, padahal kamu penyebabnya" Diandra semakin tidak terkontrol, semua ucapan Selvi sudah meracuni pikirannya.


"honey.. seharusnya kamu tidak meladeni dia, permasalahannya jadi tidak serumit ini, selama ini dia baik baik saja kok"


"jadi aku yang salah mas??? aku yang dihina karena tidak bisa hamil padahal itu salah kamu, tetapi aku tetap salah mas???" nada suara Diandra tidak bisa di kontrol lagi, dia benar benar marah karena frey sama sekali diluar dugaannya, seharusnya Frey percaya pada dia dan memecat Selvi, tetapi kenyataannya berbeda.


"maksudku bukan begitu.. tetapi..."


"cukup mas... katakan saja jika kau tidak mau memecat Selvi karena kau juga punya hati kepadanya, kau mencintai Selvi dan Selvi juga mencintai mu, urusan selesai dan kau bisa menceraikan ku"


"Diandra... pemikiran mu terlalu berlebihan"


"kamu yang berlebihan"


"stop.. Diandra...stop..." frey menatap Diandra yang duduk di sampingnya, dan Diandra juga menatap frey dengan emosi, pertengkaran membuat frey tidak fokus untuk mengemudi, kecelakaan tidak bisa di hindari karena mobil yang di kendarai oleh Frey sudah mengambil jalur lawannya.

__ADS_1


Diandra yang menyadari hal itu menjerit histeris "Freyyyyyy..." frey yang terkejut karena jeritan Diandra segera mengalihkan pandangannya kedepan, namun sebuah sepeda motor yang berlawanan arah sudah hampir oleh karena jalurnya sudah diambil oleh mobil Frey.


membanting stir sudah terlambat meskipun tetap di lakukan oleh frey, akhirnya mobil menjadi hilang kendali dan menabrak sebuah pagar beton.


"DUARR...." suara dentuman keras yang di hasilkan oleh tabrakan antara mobil dan pagar beton mengaum di udara, beberapa pengendara yang lewat menyadari sebuah kecelakaan baru saja terjadi segera menghentikan kendaraan mereka untuk melihat apa yang telah terjadi.


Diandra dan frey sudah tidak menyadari apa yang terjadi pada mereka, suara orang orang yang mengerumuni mereka terdengar samar samar di telinga Diandra dan frey lalu menghilang.


*


*


*


"sabar ya Tan... semoga tidak terjadi apa apa dengan Frey dan Diandra" Selvi yang sudah ada di rumah sakit berusaha menenangkan mama Tiara yang menangis tersedu sedu di depan Ruangan IGD.


"mengapa ini terjadi tuhan... hiks hiks hiks, apa aku telah berbuat kesalahan besar sehingga cobaan ini datang kepadaku" ratap mama Tiara tiada hentinya.


Diandra juga mengalami luka pada bagian dahi, tetapi tidak terlalu parah karena airbag nya berfungsi.


"sudah ma... do'akan saja anak kita baik baik saja" papa Wilson juga berusaha menenangkan istrinya meskipun dia juga dalam keadaan khawatir.


"frey... kamu harus kuat nak, kalian berdua berjanji untuk memberikan kami cucu... kalian harus menepati janji kalian" rintih mama Tiara.


"sabar ya tan... do'akan anak Tante semoga tidak terjadi apa apa,.sebaiknya Tante minum dulu" Selvi tetap berusaha menenangkan mama Tiara, kesempatan ini di gunakanya untuk mengambil sedikit perhatian dan mendekatkan diri pada orangtua Frey.


"kamu sekretarisnya Frey bukan???"


"iya Tan.."


"kenapa Frey mengendarai mobil sendiri, tidak menggunakan supir, kemana supir pribadi Frey???" tanya mama Tiara berapi api.

__ADS_1


"frey pergi berdua dengan Diandra untuk makan siang romantis Tan, tetapi setelah makan siang di restouran itu mereka bertengkar hebat Tan, saya sempat merekam pertengkaran itu" Selvi sengaja merekam pertengkaran Frey dan Diandra untuk memanas manasi Diandra, tetapi rekaman vidio itu beralih fungsi.


"kecelakaan ini pasti terjadi karena pertengkaran ini, mengapa mereka ceroboh sekali, apa kamu mendengar apa yang mereka ributkan??" mama Tiara mulai meneliti sebab dari kecelakaan anak dan menantunya.


"maaf ya Tan, bukannya saya mau ikut campur tetapi saya hanya mendengar jika Diandra tidak ingin mempunyai anak, dia tidak mau menjadi repot"


"jangan bicara sembarangan kamu, anak menantu saya tidak mungkin mengatakan hal semacam itu, dia sangat menginginkan anak, iyakan ma" papa Wilson marah mendengar keterangan dari Selvi, tetapi mama Tiara diam mencoba mencerna kebenaran dari ucapan Selvi.


"saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar, karena saat itu saya ada di sana pak.. saya mohon maaf jika saya salah bicara" Selvi sedikit gugup dengan bentakan pak Wilson, tapi yang lebih membuatnya gugup adalah kebohongan besar yang baru saja dia ucapkan.


pintu terbuka, dokter Marvel keluar beserta seorang perawat yang mengikutinya.


"Marvel... bagaimana keadaan Frey, apa dia baik baik saja..??? mama mohon sama kamu bantu Frey ya nak.. bantu adikmu Marvel.." mama Tiara memeluk dokter Marvel sambil menagis.


"mama harus kuat ya.. mama harus sabar, sebentar lagi kami akan menjalankan operasi pada Frey"


"kenapa harus di operasi nak???"tanya papa Wilson yang penasaran dengan kondisi Frey "apakah cederanya sangat parah sehingga harus diambil tindakan operasi???"


"benturan pada kepala Frey menyebabkan Tengkorak retak , serpihan kecil dari tengkorak bisa menusuk tulang dan menyebabkan perdarahan, Cedera seperti ini dapat menghancurkan, merobek, dan menggeser jaringan otak halus, Cedera otak seperti ini adalah yang paling mengancam kehidupan, dan jenis yang paling fatal dari segala jenis cedera otak" ucap Marvel agar kedua orang tuanya mengerti


mendengar penjelasan dari Frey, tubuh mama Tiara sangat lemah seperti hilang tenaga hingga tubuhnya tumbang tidak sadarkan diri.


"mama.." Marvel menangkap tubuh mamanya yang hampir menyentuh lantai "sus.. ambil kursi roda, berikan oksigen dan infus jika mama Tiara terlihat lemah, saya ingin mengurus proses operasi adik saya" dengan cepat dan sigap Marvel memerintah suster yang mengikutinya.


Diandra sudah dipindahkan keruang inap, kepalanya masih pusing karena benturan kepalanya, dia belum bisa duduk dan masih mengalami sesak nafas.


"sus... dimana suami saya...???" tanya Diandra dengan suara pelan kepada suster yang sedang menyuntikan obat pada infus Diandra.


"ibu jangan banyak gerak dulu ya.. suami ibu baik baik saja kok" ucap suster itu, semua di lakukan agar Diandra tidak mengalami syok dan stres jika mengetahui kondisi Frey yang sebenarnya.


"syukurlah..." ucap Diandra dan meyakini ucapan suster itu.

__ADS_1


__ADS_2