Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
PART 7 Rencana Perselingkuhan


__ADS_3

Daniel segera membuka rekaman cctv, dia mencari jejak Diandra saat pertama kali datang, terlebih dahulu Daniel memeriksa cctv area parkir, dan dia bisa melihat saat pertama kali Diandra datang menggunakan mobil Lamborghini, berbekal nomor plat mobil Daniel sudah mendapatkan titik awal pencarian Diandra, entah mengapa dia sangat ingin membantu Mario untuk bertemu dengan Diandra.


benar benar mencengangkan, setelah mendapatkan segala informasi mengenai Diandra, Daniel hampir tidak percaya siapa Diandra yang sebenarnya.


"ini gila Mario, kau benar benar sedang beruntung.." Daniel segera menemui Mario setelah dua hari pencarian informasi Diandra.


"maksud kamu???"


"Diandra adalah istri pengusaha besar Mario, dia bukan orang sembarangan.."


"dan aku pasti akan masuk penjara jika suaminya tau apa yang telah kulakukan kepada istrinya, dan kau jangan senang dulu Daniel, kau pasti akan menemaniku di sana karena kau yang meletakan obat itu pada minuman kami" ucap Mario santai sambil menghisap sebatang rokok.


"jangan coba coba bawa namaku" Daniel menggertak marah kepada Mario.


"untuk itu aku tidak butuh informasi, aku butuh Diandra datang kepadaku" Mario semakin berani kepada Daniel.


"kau tenang saja Mario, jika seorang wanita mencari kesenangan diluar rumah, apalagi dia tidak memiliki kekurangan dalam masalah ekonomi kau bisa meragukan kejantanan suaminya" ucap Danil sambil menaik turunkan alisnya.


"maksudmu??? suaminya punya masalah dalam memuaskan istrinya begitu???"


"apa lagi, sudah menikah tapi istrinya masih perawan??? hanya lelaki yang tidak normal akan membiarkan hal itu terjadi" Daniel meyakinkan Mario dengan sepenuh hati.


"jadi aku harus bagaimana daniel???, Diandra sudah bersumpah untuk tidak ingin bertemu denganku lagi, dia juga memintaku untuk melupakan segalanya meskipun aku sudah mengatakan untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah terjadi, dia bahkan menamparku berkali-kali "


"dia akan datang padamu Mario, aku pastikan dia akan mencari mu, bukankah kau memberikannya kepuasan???" pertanyaan Daniel sedikit mengingatkan Mario pada malam bersama Diandra.


"iya.. hingga aku pun tidak bisa melupakan keindahan bersamanya bahkan satu detik pun" mario tersenyum jika mengingat itu.


*


*


*


setelah pulang dari rumah orangtuanya Diandra dan frey saling berdiam diri, Diandra yang tadinya sangat banyak bicara juga enggan berbicara, mereka memikirkan masalahnya masing masing, Diandra memikirkan bagaimana jika frey benar benar menginginkan seorang anak darinya dan malam ini frey benar benar melakukan tugasnya sebagai suami, sudah pasti Diandra akan ketahuan karena telah tidur bersama orang lain, kehancuran rumah tangganya sudah tentu akan terjadi.


mengingat akan hal itu nafas Diandra turun naik di dalam pembaringannya yang membelakangi frey, kissmark yang di buat oleh Mario masih terlihat jelas pada seluruh tubuhnya bagian atas, bahkan sebelum melakukannya frey sudah mengetahui apa yang telah dilakukannya di belakang suami tercintanya.

__ADS_1


disisi lain frey memikirkan bagaimana cara memenuhi permintaan ibunya, memberikan keturunan tidaklah mungkin dilakukannya dalam dekat ini, rehabilitasi adalah pilihan terakhir untuk sembuh dari obat obatan terlarang agar penyakit impoten yang di deritanya juga bisa sembuh, namun apakah dia akan mampu, pekerjaannya yang begitu banyak sangat membutuhkan energi, percaya pada orang lain adalah awal kehancuran dari sebuah perusahaan, itu yang tertanam di dalam pemikiran frey.


hingga akhirnya Diandra dan frey terlelap dalam khayalan masing masing.


esoknya frey berangkat kerja seperti biasanya, meskipun dengan kurang semangat frey tetap harus menyelesaikan pekerjaan, dengan langkah gusar Tampa menyapa bawahannya frey langsung masuk kedalam ruangan pribadinya, setelah beberapa saat seorang wanita muda mengikutinya masuk kedalam.


"selamat pagi pak frey, ada beberapa jadwal meeting bertemu clien hari ini, anda juga ada jadwal pertemuan dengan pihak ketiga pembangun ruas jalan arah selatan serta .."


"cukup...aku sedang tidak berkonsentrasi hari ini, bisa dicancel jadwal yang tidak penting, atur saja jadwal yang tidak bisa di tunda"


"tapi pak ."


"Anda sekretaris saya, saya tidak ingin kamu yang mengatur saya oke.."


Selvi adalah sekretaris pribadi fray, wanita cantik berperawakan tinggi langsung bak model, selain dari sekretaris Selvi adalah teman dekat frey sehingga hubungan mereka sangat akrab layaknya bukan seorang bos dan atasan, namun profesional di tempat kerja tetap menjadi prioritas utama.


"frey.. ini masalah pekerjaan, jadi tolong.. profesionalitas kamu"


frey terdiam, Selvi ada benarnya.


"ada apa?? kamu bisa cerita kepadaku sebelum kita memulai pekerjaan" ucap Selvi.


"kenapa?? kamu tidak percaya kepadaku???"


"bukan tidak percaya, tapi ini sangat pribadi dan aku juga bingung harus bagaimana" frey menyugar rambutnya kebelakang, jika masalah rumah tangga otaknya tidak menjadi seencer saat memikirkan pekerjaan.


"masalah rumah tangga??"


"lebih tepatnya masalah keluarga??"


"ada apa?? Tell me.. siapa tau aku bisa membantu"


frey menggelengkan kepalanya "orangtuaku meminta anak dari kami, tetapi kami belum bisa memberikannya, aku tidak ingin mengecewakan mama papaku"


"sebaiknya lakukan pemeriksaan kesuburan, itu sangat penting"


"apa ada saran lain???"

__ADS_1


"tentu saja ada"


"apa???" tanya Mario antusias.


"kau bisa selingkuh, begitupun Diandra"


frey mengkerut kan dahi, baru kali ini ada orang yang memberikan saran yang cukup unik menurutnya, saran ini pasti sangat langka.


"setelah kami selingkuh akhirnya bagaimana???" frey cukup penasaran dengan isi otak Selvi.


"kau tidak akan penasaran jika aku mengatakannya, sebaiknya kau coba saja saranku, siapa tau bermanfaat" cara bicara Selvi sekarang bukan seperti atasan dan bawahan, terlihat lebih akrab.


"terdengar gila, tetapi cukup menantang"


"apa kau tertarik???" kini giliran Selvi penasaran dengan apa yang ada dalam otak frey.


"akan kupikirkan,, bagaimana jika kita lanjut ke pembahasan pekerjaan!!" ucap frey dengan senyum manis yang menggoda.


"heh... kau selalu begitu, setelah mendapatkan solusi dari masalahmu kau tidak akan mengucapkan terimakasih" Selvi bicara dengan tatapan sinis dan bibir sedikit diangkat.


"oh ya... baiklah, terimakasih telah mengatakan ide konyol itu kepadaku, katakan apa aku harus mencobanya??" frey menyentuh ujung hidung Selvi dengan manja.


"tentu saja, kau harus mencobanya, karena setelah mencobanya kau akan mengetahui hasilnya"


"Hem... berarti aku harus mencari orang yang mau jadi selingkuhan ku, bisa kau bantu aku mencarinya???" frey kembali menggoda Selvi, mendengar ucapan frey Selvi jadi salah tingkah seolah olah ucapan itu ditujukan kepadanya.


"aku tidak bisa" ucap Selvi spontan.


"baiklah.. aku tidak akan memaksa, aku bisa cari sendiri, sepertinya dikantor ini banyak wanita yang ingin menjadi selingkuhan ku"


"stop frey, bicara mu mulai ngelantur, sebaiknya kita kembali kemasalah pekerjaan" Selvi cemberut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh frey, tentu saja frey tau kalau itu adalah rasa cemburu dari seorang Selvi yang memang sudah lama menginginkannya.


"baiklah Bu Selvi, sekarang aku akan menurut apa yang akan kau perintahkan" kembali frey menggoda wanita cemberut yang ada di depannya.


Selvi berdiri dengan nafas turun naik, dia cukup tersinggung dengan apa yang frey ucapkan baru saja, kemudian dia pergi meninggalkan frey yang tersenyum sumringah menatap kepergian sekretaris sekaligus sahabat terbaiknya.


setelah kepergian Selvi frey membalikan kursi kebesarannya membelakangi meja, kedua tangannya diletakan dibelakang kepala kemudian mata di pejamkan, pikirannya kembali pada apa yang dikatakan oleh Selvi.

__ADS_1


"kamu benar, aku memang tidak bisa memberikan keturunan, tetapi Diandra pasti bisa melakukannya"


__ADS_2