
di sepanjang perjalanan menuju rumah mama dan papanya frey Diandra berbicara banyak hal, meskipun frey tidak banyak menanggapi Diandra berusaha membuat suasana hangat diantara dirinya dan suaminya seperti biasanya.
Diandra tidak punya firasat jika suaminya telah mengetahui dirinya telah ternoda oleh seorang lelaki yang bernama Mario, sikap tidak wajar frey dianggap Diandra karena lelah dalam pekerjaan, Diandra sangat tau jika suaminya adalah gila dalam pekerjaan, meskipun dia adalah pemimpin perusahaan tetapi frey tidak gampang percaya menyerahkan segala pekerjaan kepada bawahannya.
"hai sayang .. " mama Tiara yang sejak tadi menunggu kedatang anak menantunya sangat antusias saat melihat kedatangan mereka.
"hallo mama ." Diandra memeluk mama mertuanya di ikuti oleh frey.
"malam papa.." Diandra tidak lupa menyapa papa mertuanya.
"selamat malam di.. lama tidak main kemari"
"iya pa . mas frey sedang sibuk, iyakan mas.." Diandra berusaha melibatkan suaminya untuk berkomunikasi.
frey hanya senyum sedikit lalu mengangguk tanda setuju.
"ayo kita mulai dinnernya, mama sengaja masak enak malam ini spesial buat anak dan menantu mama tersayang, ayo ayo dicicip" mama Tiara mempersilahkan frey dan Diandra duduk di meja makan yang diatasnya sudah tersedia berbagai macam menu yang sangat lezat.
"gimana perusahaan kamu frey, lancar???" tanya papa Wilson yang duduk di kursi utama, di samping kanan ada frey dan Diandra sedangkan di samping kiri ada istrinya.
"lancar pa ... hanya ada beberapa masalah kecil dari sisi pembangunan yang masih bisa kami atasi" jawab frey lancar.
papa Wilson tidak pernah ragu dengan kemampuan anaknya dalam mengelola perusahaan, perusahaan yang bergerak di bidang jalan tol memang di bangunnya sejak muda, namun puncak keemasannya ketika frey yang memimpin perusahaan tersebut.
"kamu harus hati hati dengan para penanam saham, terutama pada warga negara asing, jangan sampai ceroboh" Wilson tidak pernah jemu mengingatkan frey tentang mengelola perusahaan.
"ya pa.. terimakasih"
"jangan sibuk kerja melulu, kapan kapan pergi honeymoon, mama sangat ingin menimang cucu" Tiara menyela obrolan antara papa dan anaknya.
"uhk..uhk..uhk .." Diandra dan frey batuk secara bersamaan mendengar ucapan mama Tiara.
"ada apa sayang???" mama Tiara bertindak cepat menyodorkan segelas air putih kepada dia Diandra, begitupun dengan papa Wilson yang menyodorkan segelas air putih kepada putranya.
"hati hati donk sayang makannya, sampai tersedak begitu" mama Tiara mengelus
''punggung Diandra penuh kasih sayang.
"kamu tidak apa apa fray???" tanya Wilson tampak kuatir.
"halo semuanya, maaf ya aku terlambat, ada operasi darurat" marvel datang dengan tergesa gesa "ada apa ini, kalian sedang sakit??" Marvel sedikit bingung saat melihat mama Tiara dan papa Wilson yang sedang sibuk berdiri mengelus punggung Diandra dan frey.
__ADS_1
"oh.. gak apa apa kok, mereka hanya tersedak" mama Tiara yang menjawab.
"bersamaan???" tanya Marvel heran.
"iya.." jawab papa Wilson singkat.
"tadinya mama minta cucu dari mereka, baru saja ngomong eh mereka sudah tersedak" jelas mama Tiara.
Marvel hanya melongo mendengarkan penjelasan dari ibu angkatnya, sudah jelas dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tetapi Marvel memilih untuk tidak ikut campur.
mama Tiara dan papa Wilson kembali ketempat duduk mereka semula, Marvel mengambil posisi duduk di sebelah mama Tiara.
"gimana kalau kalian program hamil saja, bukankah Marvel seorang dokter, kalian bisa minta bantuan padanya, bukankah begitu Marvel?!!" mama Tiara melanjutkan pembahasan tentang keinginannya memiliki cucu.
"mama... aku bukan dokter Obgyn" Marvel berusah mengelak
"tetapi setidaknya kamu punya teman sejawat yang bisa membantu adikmu frey" papa Wilson ikut menyela "kamukan tau, mereka sudah 2 tahun menikah tetapi belum juga mendapatkan anak, papa takut mereka punya masalah kesuburan"
"pa . ma.. sebaiknya mama sama papa tanyakan dulu kepada frey dan Diandra, bukannya kepadaku" Marvel berusaha mengelak karena tidak enak hati dengan Diandra dan frey, menolak langsung permintaan orang tua angkat nya juga tidak mungkin dilakukannya.
Diandra dan frey terdiam seribu bahasa mendengar obrolan mama papa dan Marvel, mereka tidak tau harus berbicara apa kepada orang tuanya.
"mereka pasti setuju kok, Diandra dan frey juga pasti sangat menginginkan anak, iyakan sayang???" mama Tiara mencoba melibatkan Diandra dalam obrolan mereka.
"tuh kan Marvel, kamu lihat sendiri Diandra saja setuju"
"mama, papa, sebaiknya kita jangan bicara soal itu dulu ya .. aku"
"maksud kamu gimana frey?? mama sama papa menginginkan kamu agar segera punya anak, masa itu saja tidak boleh di bicarakan??" mama Tiara kecewa dengan apa yang baru saja di katakan oleh frey.
"iya frey, kami hanya menginginkan seorang anak dari kamu yang bisa menjadi pewaris di keluarga ini, rasanya hampa di tengah rumah yang mewah dan besar Tampa ada tangisan seorang bayi" tutur papa Wilson.
"bukannya frey gak mau ma.. pa.. tapi beri kami waktu"
"berapa lama lagi frey... mama sudah menunggu dua tahun untuk itu"
frey dan Diandra terdiam, tidak ada yang membantah diantara mereka, semua yang diucapkan oleh mama Tiara dan papa Wilson adalah benar, hanya frey tidak bisa jujur dengan keadaanya sekarang, itu sangat berat baginya, hanya Marvel yang mengerti posisinya saat ini.
"pokoknya mama dan papa tidak mau tau, kalian harus segera punya anak, jika tidak jangan pernah temui mama dan papa lagi" ancam mama Tiara kepada frey dan Diandra.
setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka, makan malam mereka berakhir dengan suasana yang sedikit canggung.
__ADS_1
*
*
*
"kenapa kau menjebak ku Daniel???" Mario menatap tajam pada Daniel yang sedang duduk di meja panjang.
"kenapa kau tidak berterimakasih saja kepadaku Mario, dia wanita yang cantik bukan??" dengan senyum sumringah seolah dia tidak berbuat salah.
"kau membuatku tidur dengan istri orang"
"haha... memangnya ada masalah apa kalau dia istri orang??? apa suaminya sudah mengetahui???"
Mario menggeleng.
"jangan kuatir Mario, aku memberikan barang bagus kepadamu, aku tau dari penampilannya dia bukan wanita yang sembarangan, benarkan??"
Mario mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Daniel.
"dia masih perawan???"
"hah... serius??? aku tidak salah dengar??? dia istri orang tetapi masih perawan???" berbagai pertanyaan di lemparkan kepada Mario.
"iya, dia sangat marah kepadaku, Daniel bisa aku minta tolong kepadamu, aku ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf"
"aku tidak janji.."
"aku mohon Daniel.. pertemukan aku dengan Diandra, aku merasa bersalah dan ingin minta maaf.."
"yakin hanya minta maaf???" tanya Daniel sambil mendekatkan wajahnya kewajah Mario dengan tatap penuh selidik.
Mario terdiam
"jawab aku Mario, apa hanya sekedar minta maaf atau kau telah tergoda dengan wanita itu???" tanya Daniel lebih intim.
Mario kembali terdiam, dia membuang wajahnya kesamping, ada rasa yang disembunyikannya dari Daniel.
"aku mengenalmu Mario, kau sedang berbohong, tidak perlu kau jelaskan kepadaku alasan kau ingin bertemu dia"
Mario mengangguk, dia tidak bisa berkutik jika berhadapan dengan Daniel.
__ADS_1
"aku akan menemukannya untuk dirimu"