
Mama Tiara sedang terbaring di brangkar, kondisinya sangat lemah sehingga dia harus diinfus dan diberikan oksigen, tekanan darahnya sangat rendah sehingga Mama Tiara harus istirahat total. sedangkan Papa Wilson mengalami tekanan darah tinggi karena syok memikirkan keadaan free anak semata wayangnya, mereka beristirahat di dalam satu ruangan VVIP sambil menunggu operasi frey selesai.
Selvi turut andil dalam mengurus Mama Tiara dan papa Wilson, dokter Marvel sengaja meminta bantuan kepada Selvi untuk mengurus Mama dan Papa frey karena dia harus mengurus operasi frey, untuk saat Genting seperti ini hanya Selvi yang bisa diandalkan.
"tante harus makan, agar kondisi tante segera pulih.. ayo" selvi berusaha menyuapi Mama Tiara dengan sendok yang berisi bubur.
"tante tidak berselera, sebelum Frey keluar dari ruangan operasi tante tidak bisa makan Selvi"
"tante harus makan, frey akan marah jika melihat tante seperti ini, tante sayang kan dengan anak tante??"
"tapi Tante benar-benar tidak bisa menelan makanan itu, tante takut terjadi apa-apa kepada frey" air mata Mama Tiara mulai berlinang saat menyebutkan nama frey.
selvi mengembalikan sendok yang berisi bubur ke mangkuknya semula, dia berusaha sabar membujuk Mama Tiara yang tidak mau makan "Tan..jika tante tidak mau makan sakit Tante tidak akan sembuh, tante akan drop dan tante tidak akan bisa melihat frey saat keluar dari ruangan operasi nanti, frey pasti sedih jika mamanya tidak ada saat frey sudah siuman"
Mama Tiara terdiam mendengarkan segala ucapan Selvi, dia harus kuat Demi frey anaknya.
"Aku ingin makan sendiri..." mama Tiara ingin mengambil mangkuk berisi bubur yang ada di tangan selvi, tetapi Selvi menahannya.
"biar saya suapkan" Selvi kekeh ingin menyuapi mama Tiara, mama Tiara terpaksa menuruti keinginan Selvi.
papa Wilson masih tertidur karena pengaruh obat, sedangkan Mama Tiara sedikit lebih tenang setelah selesai makan.
Dokter Marvel masuk kedalam ruangan tempat Mama Tiara dan papa Wilson beristirahat, dia bersama tim Dokter telah selesai melaksanakan operasi pada Frey, kedatangan dokter Marvel ke dalam ruangan itu untuk memberikan kabar kepada orang tua angkatnya mengenai kondisi frey.
"Marvel.... Bagaimana kondisi adikmu nak ???" mama Tiara berusaha duduk melihat kedatangan anak angkatnya.
"Mama jangan terlalu banyak gerak dulu" Marvel berusaha cepat mendekati berangkar yang menjadi tempat tidur Mama Tiara.
"Mama sangat khawatir Marvel dengan keadaan adikmu... Apakah mama sudah bisa melihatnya???"
"Mama harus sabar ya...saat ini kami telah selesai menjalani operasi pada kepala frey tetapi frey harus diobservasi terlebih dahulu oleh dokter bedah sebelum masuk ke ruangan rawat inap"
"jadi frey belum bisa dilihat???" Mama Tiara tampak kecewa.
__ADS_1
Marvel mengangguk mengiyakan ucapan Mama Tiara "tetapi Mama tidak perlu khawatir operasinya berjalan dengan lancar"
"Kapan frey bisa dilihat ???"
"nanti Marvel akan kabari, Oh ya...apakah mama tidak ingin melihat kondisi Diandra???"
"Bagaimana keadaannya sekarang??"
"Diandra cukup baik, hanya saja proses pemulihan trauma pasca kecelakaan juga membutuhkan waktu"
"Mama akan ke sana nanti bersama dengan selvi" ucap Mama Tiara tidak bersemangat.
"selvi... Saya minta tolong nanti kamu temani Mama Tiara untuk melihat kondisi Diandra, kamu tidak keberatan kan???" Marvel bertanya kepada Selvi, Selvi mengangguk tanda setuju.
"Papa Wilson Gimana Selvi??? Apa ada keluhan ???" Marvel mengalihkan pandangannya kepada brangkar yang berada di sebelah mama Tiara, Papa Wilson masih tidur terlelap diatasnya karena tidak menyadari kedatangan Marvel.
"sepertinya lebih tenang, suster juga ada datang kemari untuk memeriksa tekanan darahnya, semuanya sudah kembali stabil" ucap Selvi.
"bagus!!! Mama Aku pergi dulu ya Ada sesuatu yang ingin aku kerjakan kalau ada apa-apa Mama bisa minta tolong sama selvi biar selvi yang akan menyampaikan kepadaku" ucap Marvel tenang.
"sama-sama Mama aku pergi dulu" lalu Marvel mencium kening Mama Tiara dan beranjak keluar ruangan.
Selvi dan mama Tiara mengekori kepergian Marvel hingga Marvel keluar dari pintu masuk.
"hmm... Tante mau istirahat terlebih dahulu atau langsung mau melihat kondisi Diandra??" tanya Selvi, sebenarnya Selvi yang paling penasaran dengan kondisi Diandra saat ini, bagi selvi Mama Tiara adalah batu loncatan untuk melihat kondisi diandra.
"sekarang saja"
"baiklah.." Selvi segera mengambil kursi roda untuk membawa Mama Tiara menjenguk keadaan Diandra.
"mudah-mudahan Diandra baik-baik saja, Kasihan sekali mereka harus mengalami kecelakaan hebat seperti ini " Sesal Mama Tiara.
"Andaikan waktu itu Diandra tidak mengajak frey bertengkar mungkin semua ini tidak akan terjadi" selvi tetap berusaha memanas-manasi Mama Tiara.
__ADS_1
Sebenarnya Mama Tiara sudah mulai terpengaruh dengan ucapan selvi namun dia belum membenarkannya secara langsung, Karena Mama Tiara juga perlu mendengar dari mulut Diandra.
Saat masuk ke dalam ruangan tempat Diandra dirawat, diandra sedang duduk bersandar di tempat tidurnya, kepalanya masih diperban. Diandra cukup terkejut melihat mertuanya yang diantarkan oleh Selvi menggunakan kursi roda.
"mama..." Diandra berusaha memeluk mama Tiara tetapi tidak bisa karena kondisi mereka yang tidak memungkinkan, satu masih terbaring di atas tempat tidur dan yang satunya lagi dikursi roda.
"Diandra sayang... " mama Tiara mengelus tangan Diandra lembut.
"Iya Mama... Kenapa mama duduk di kursi roda, apakah kaki mama sakit???" tanya Diandra penasaran karena sebelumnya Mama mertuanya itu baik-baik saja.
"Mama drop setelah mendengar kabar frey harus dioperasi di kepalanya, Mama tidak kuat Diandra... hiks.. hiks..." mama tiara mulai menangis jika menceritakan soal Frey.
"hah.. mas frey di operasi??? kok aku tidak di kasih kabar mama??" Diandra yang tidak dikasih tahu kondisi frey yang sebenarnya cukup terkejut mendengar kondisi Frey dari mulut Mama Tiara.
"Iya tapi operasinya telah selesai dan sekarang frey sedang di observasi" selvi menjelaskan kondisi frey pada Diandra.
"diam kamu....Siapa yang suruh kamu berbicara" Diandra membentak Selvi.
"Maaf saya hanya mencoba menjelaskan kondisi suami kamu"
"Mama kenapa wanita bermuka dua ini ada di sini..." Diandra bertanya kepada Mama Tiara.
"Diandra.. Apa yang kamu katakan??? kenapa kamu membentak Selvi, dia yang berjasa selama mama berada di rumah sakit ini dia yang menjaga mama dan papa" Mama Tiara membela selvi membuat selvi besar kepala.
"Mama tidak tahu siapa wanita ini, dia yang telah membuat kami bertengkar hingga..." Diandra tidak melanjutkan ucapannya.
"kalian kecelakaan kan karena pertengkaran itu???" mama Tiara menyambung ucapan dari Diandra "sekarang kamu puaskan???" mama Tiara yang tadinya sedih berubah menjadi marah kepada Diandra.
"Mama jangan salah paham dulu, maksudku..."
"stop Diandra..stop.. selama ini Mama tahu frey Selalu Mengalah kepada dirimu dan kali ini Mama tidak akan membiarkan itu terjadi, jika terjadi apa-apa kepada frey kamu siap-siap akan kehilangan frey untuk selama-lamanya" mama Tiara sangat emosi hingga dadanya kembali turun naik.
"sabar Tan... Tante harus tenang... ayo kita pergi dari sini" ucap Selvi sambil membalikan kursi roda mama Tiara, kemudian mereka pergi dari ruangan Diandra, sebelum mencapai pintu keluar Selvi menoleh kearah Diandra yang masih menatap kepergian mereka sambil mengedipkan sebelah matanya disertai senyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"wanita ular..... akhhhhhhhh..." Diandra menjerit sekuat-kuatnya membuat kepalanya kembali merasakan pusing yang luar biasa.