Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
Part 13 Kecurigaan Selvi


__ADS_3

frey berangkat kerja seperti biasanya meskipun dia tidak bersemangat tetapi frey berusaha bersikap normal di depan Diandra, frey tidak bisa tidur hingga pagi karena memikirkan ucapan Diandra yang mengira dirinya impoten di iringi dengan tertawa membuat frey semakin malu pada diri sendiri.


"selamat pagi pak frey, ada beberapa jadwal meeting bersama client dan para manager hari ini, silahkan bapak periksa terlebih dahulu jika ada yang tidak sesuai saya akan atur ulang" Selvi meletakan sebuah tablet Apple diatas meja Frey.


"terimakasih Bu Selvi, anda baik sekali" Frey yang tadinya terlihat banyak beban pikiran masih tetap bisa menggoda Selvi.


"saya bukan baik pak, tetapi ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan saya" Selvi menjawab dengan formal.


"hemmm ... baiklah, anda ada benarnya"


"oke pak, ada lagi keperluan bapak yang ingin saya bantu???"


"untuk saat ini cukup, nanti jika ada yang saya perlukan saya akan memanggil kamu"


"terimakasih pak.. saya permisi" Selvi berdiri dari duduknya untuk keluar ruangan, tetapi tiba tiba saja pintu terbuka.


"suprise.... pagi sayang" Diandra berlari kecil menghampiri fray, kemudian mereka cipika cipiki di depan Selvi.


"kamu jahat... ih .. masa ninggalin aku tidur sendirian di hotel" Diandra duduk di pangkuan Frey dan memukul kecil dada frey.


"aku tidak ingin membangun kan mu yang tidur begitu nyenyak"


"uuuuhhhh... sayang kamu perhatian sekali,, maaf ya mas... tubuhku sangat lelah karena perbuatan mu malam itu, kau terlalu ganas sayang.." ucap Diandra sambil mencium pipi frey.


"honey.. udah ya, ada sekretaris ku disini.." frey setengah berbisik tetapi Selvi masih bisa mendengar ucapan frey.


Selvi masih berdiri terpaku di depan Frey dan Diandra, dia sangat jijik melihat aksi Diandra dan frey yang berlebihan Tampa melihat ada orang lain yang ada diantara mereka.


"opss... aku tidak melihat ada orang disini, kenapa kamu baru mengatakannya sayang..." Diandra malu malu.


"maaf ya Selvi.. kamu bisa keluar sekarang" frey meminta Selvi untuk keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"baik pak.." secara formal tidak masalah bagi Selvi .


"tunggu tunggu dulu, jangan keluar dulu ya... mas.. dia Selvi yang kamu ceritakan kepadaku waktu itu kan, yang masih gadis itu kan mas!!! sahabat kamu juga???" tanya Diandra kepada frey, sebelumnya Diandra mencurigai wanita ini karena frey terlalu sering berhubungan dengan dia, pernah Diandra membayar salah satu staf suaminya hanya untuk menyelidiki hubungan antara bos dan sekretaris itu tetapi tidak membuahkan hasil.


"sayang..." frey mengedipkan matanya kepada Diandra memberi kode agar Diandra menghentikan omongannya, frey takut Selvi tersinggung dengan ucapan Diandra tetapi Diandra tidak mengindahkan frey.


"hai Selvi.. aku Diandra.. kamu cantik sekali !!! kamu mau aku kenalkan dengan saudaranya frey, dia seorang dokter dan sangat tampan, frey tidak ada apa apanya di bandingkan dengan pesona saudara nya itu"


"maaf Bu.. saya tidak sedang mencari jodoh, saya masih ingin fokus bekerja" ucap Selvi yang tersinggung dengan ucapan Diandra "permisi.." Selvi ingin pergi meninggalkan frey dan Diandra.


"wait..." Diandra turun dari pangkuan Frey lalu menghampiri Selvi "tidak masalah kalau ingin fokus kerja menjadi sekretaris suami saya, tapi jangan sampai kau menggodanya... dia memang laki laki idaman wanita karena memiliki segalanya, tetapi dia bukan lelaki yang mudah di goda"


Diandra memang sudah lama menunggu moments ini untuk berbicara kepada Selvi, sudah sejak lama Diandra mengetahui jika Selvi sangat menyukai suaminya tetapi tidak ada tanda tanda jika frey juga menyukai Selvi.


"Honey.. jangan buat keributan di sini oke!!!"


"maaf sayang, ini bukan keributan.. kami hanya berbicara dari hati kehati sesama wanita, benarkan Selvi??"


Selvi terpaksa mengangguk meskipun tidak suka.


"tentu saja aku punya waktu jika buat bersamamu"


"maaf pak siang ini anda ada meeting bersama client di luar kantor, saya harap anda.."


"stop... kamu tidak dengar apa yang di katakan oleh suami saya, meeting bukankah bisa ditunda.. benarkan sayang" Diandra sengaja membuat panas hati Selvi.


"lakukan apa yang diminta istri saya, lagipula sebentar lagi dia akan mengandung anakku" frey mengusap perut rata Diandra dengan percaya diri.


Selvi memicingkan matanya, dia sadar akan sesuatu... baru saja beberapa hari yang lalu frey curhat jika orangtuanya meminta anak dari mereka tetapi frey dan Diandra belum bisa memberikannya, dan sekarang frey sudah mengatakan jika sebentar lagi diandyakan hamil anaknya, itu sungguh membingungkan dan sangat mencurigakan.


"hei .. apa lagi yang kamu tunggu, ayo lakukan pekerjaanmu, apa kau mau jadi obat nyamuk disana, karena sebentar lagi kami akan . hm hm hm.." Diandra memberikan kode kepada frey..

__ADS_1


"honey.. ini kantor, bukan tempat bercinta.. okay"


Selvi bertambah curiga dengan gelagat suami istri tersebut, frey juga tidak biasanya bersikap seperti itu, karena dia pasti akan lebih mementingkan pekerjaan dari pada yang lainnya, pekerjaan adalah segalanya bagi frey.


"tapi aku menginginkan seperti yang tadi malam.. please!!!" Diandra terlihat seperti seorang maniak membuat Selvi sedikit bergidik.


"hei... kamu kenapa sih masih betah disana, ini urusan suami istri okay" Diandra bicara sedikit membentak Selvi membuat Selvi sedikit terkejut.


"ma..maaf.. saya permisi pak Bu.. " Selvi bergegas meninggalkan Diandra dan frey.


"sayang.. kamu jangan kasar gitu donk sama karyawan aku, kasian mereka jika kamu kasar kasar" frey mengangkat Diandra lalu mendudukannya diatas meja.


"kamu sedang membela Selvi???" tanya Diandra.


"aku tidak membela siapapun, hanya sekedar mengingatkan kamu, sikap kamu kepada Selvi barusan membuat Selvi beranggapan lain kepada kamu"


"aku hanya takut kepadanya sayang, aku takut kamu tergoda kepadanya"


"jangan ragukan diriku honey, cinta dan sayangku hanya buat kamu" frey memeluk Diandra.


"Kamu yakin???"


"sangat yakin, semoga apa yang di inginkan kedua orangtuaku di segerakan ya honey, kita akan punya anak dari rahimmu" frey kembali mengusap perut istrinya dengan penuh kelembutan.


"aamiin... sayang.. badanku sakit semua karena ulahmu, tapi aku sangat bahagia bahkan aku benar benar menginginkan dirimu lagi, apa sebaiknya kita coba di sofa itu" Diandra menunjuk sofa yang berada di sudut ruangan.


"honey... tidak sekarang ya.. aku mau meeting dulu, setelah itu kita akan makan siang, bukankah seperti itu rencanamu??"


"tapi aku sudah tidak tahan lagi mas.. please.."


frey bingung bagaimana harus memenuhi kebutuhan istrinya, Diandra sudah seperti orang yang sangat ketagihan.

__ADS_1


"honey.. kita tidak boleh melakukan itu terlalu sering sayang, dokter Marvel mengatakan ****** akan menurun kualitasnya jika berhubungan lebih dari satu kali dalam sehari, kita harus memberi ruang kepada diriku untuk memproduksi ****** yang berkualitas, tolong pahami itu sayang" frey memang sangat pintar dalam segala teori umum maupun berdiploma, karena itulah pesonanya sangat bagus pada mata setiap wanita.


"hemm... aku harus menahannya lagi, ini sangat menyakitkan" Diandra menjadi tidak bersemangat mendengar apa yang di ucapkan oleh frey.


__ADS_2