Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
Part 14 Sang Muka Dua


__ADS_3

setelah melaksanakan meeting Frey menepati janjinya untuk makan siang bersama Diandra di sebuah restoran seafood yang cukup terkenal, mereka tampak berbahagia hari ini dan siapa saja yang melihat dan memandang mereka pasti akan merasa iri.


"sayang.. ini cuminya enak sekali.." Diandra merekomendasikan lauk yang telah di cicipnya di dalam hidangan kepada frey.


"serius???..."


"sini cobain.." Diandra menyuapi suaminya.


"hemm.. kamu benar, super delicious" frey membenarkan ucapan istrinya.


"tuh kan.. biasanya aku gak suka sama cumi, tapi kali ini aku tidak bisa berhenti untuk memakannya" ucap Diandra sambil mengunyah makanan.


frey melirik kepada istrinya yang sedang bersemangat makan, tidak seperti biasanya Diandra hanya makan sedikit, itupun hanya di dominasi oleh lalapan dan buah karena Diandra sangat menjaga bentuk tubuhnya agar tidak gemuk.


"honey.. pelan pelan makanannya nanti kamu tersedak.."


"ukhuk..."


"honey.. sudah ku bilang.. ini ayo minum" frey menyodorkan air putih kepada Diandra.


"pedas sekali sayang" Diandra mengurut tenggorokannya.


"makanya kamu hati hati makannya, sudah di peringatkan juga" ucap frey penuh khawatir.


"aku ke toilet dulu ya sayang.. rasanya gak enak banget"


"oke.. hati hati ya.."


Diandra segera ketoilet untuk berkumur-kumur, mulutnya terasa sangat aneh setelah tersedak.


"Hemm..." saat Diandra berkumur di wastafel didepan toilet seorang wanita menegurnya secara tidak langsung, Diandra menoleh.


"kamu... ngapain kamu disini???" Diandra cukup kaget karena ada Selvi di sana.


"kenapa?? kaget??? jangan khawatir aku tidak akan menyakiti dirimu" ucap Selvi sambil mengeluarkan peralatan kecantikannya dari dalam pouch.


"iya.. aku kaget kenapa harus ada wanita murahan di dalam restoran mahal seperti ini" ucap Diandra sambil melirik sinis.

__ADS_1


mendengar ucapan Diandra rasanya Selvi ingin menampar mulutnya yang kurang ajar itu, tetapi Selvi segera meredam emosinya.


"lebih baik murahan daripada malang sepertimu"


"maksudnya malang Tampa suami sepertimu???"


Selvi mengatur nafasnya untuk tidak terpancing emosi "malang seperti tidak bisa mengandung seperti dirimu" Diandra menatap Selvi melalui kaca besar yang ada di depan mereka untuk memastikan Selvi benar benar mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak diucapkannya.


"hati hati ya kamu kalau berbicara, darimana kau bisa menilai kalau aku mandul???"


"kasian sekali Frey punya istri cantik tetapi tidak bisa melahirkan seorang anak.. miris" Selvi semakin berani dengan ucapannya.


"aku tidak mandul, jangan kurang ajar kamu.." Diandra ingin menampar pipi Selvi, tetapi Selvi sangat tangkas menangkap tangan Diandra.


"dua tahun berumah tangga dengan Frey apa tidak cukup membuktikan jika dirimu adalah wanita tidak berguna???"


"itu bukan salahku ******.." Diandra menarik tangannya dari genggaman Selvi.


"jadi itu salah frey... kau akan mengatakan itu bukan???"


"iy...." Diandra baru saja ingin membenarkan ucapan Selvi namun dia segera sadar jika Selvi sedang memancing emosinya.


Diandra benar benar marah dengan ucapan Selvi, dia sangat ingin mengatakan semua kebenarannya tetapi dia tidak bisa melakukannya, Diandra tidak mau membuka aib suaminya di depan orang lain.


"kau tampak marah.. tidak perlu marah kepadaku, aku hanya ingin membantumu disini, aku punya seorang teman dokter Obgyn, ini kartu namanya.. kau bisa berkonsultasi kepadanya kapan kau mau" Selvi tampak puas, dia merasa menang dari Diandra kali ini dengan gaya erotisnya Selvi menyodorkan sebuah kartu nama di hadapan wajah Diandra menggunakan jari tengah dan telunjuknya.


Diandra hanya tampak menahan emosinya dia tidak bisa menjelaskan apapun kepada Selvi, diambilnya kartu dari jari telunjuk dan tengah Selvi kemudian Diandra meremasnya dan melemparkan kartu tersebut tepat di wajah Selvi.


"aku tidak butuh ini semua, aku tidak mandul.. dan satu hal lagi yang harus kau tau, setelah ini kau akan di pecat" Diandra meninggalkan Selvi dengan langkah cepat, berada di hadapan Selvi benar benar membuatnya naik pitam.


"honey... what wrong with you??? you okay???" frey sedikit khawatir melihat kondisi Diandra dengan napas tidak teratur.


"i am okay" jawab Diandra singkat, saat ini dia belum ingin menceritakan pertemuannya dengan Selvi di toilet karena diandra akan membicarakan hal ini dirumah, di restoran tempat umum jadi kurang pantas membahas hal pribadi di sana.


"Are you sure baby... kamu cerita donk kepadaku, apa kamu sakit?? atau kamu menemui sesuatu yang menakutkan di toilet tadi???" frey tetap saja tidak yakin jika diandra baik baik saja.


"gak papa kok sayang .. aku hanya sedikit mual karena makan cumi itu" ucap Diandra berbohong.

__ADS_1


"baiklah.. kita mau lanjut atau pulang saja???"


"excuse me, apakah saya boleh bergabung???.." Selvi tiba tiba muncul dengan membawa jus lemon di tangannya.


"hei.. Selvi . kamu di sini juga??"


"iya frey, kebetulan aku janjian dengan seorang teman di sana" Selvi menunjuk sebuah meja yang ada di sudut ruangan "tetapi dia tidak datang, aku merasa sepi duduk sendirian"


Diandra semakin muak saja melihat Selvi, ternyata dia wanita bermuka dua dari sikapnya sudah sangat jelas jika Selvi benar benar menyukai suaminya.


"oh.. baiklah, silahkan tetapi sepertinya kami sudah ingin pulang" frey dapat melihat ketidaksukaan pada wajah Diandra saat Selvi datang.


"benarkah??? ya sudah.. aku juga tidak bisa menahan kalian untuk tetap disini bukan??"


"tentu saja, sendiri lebih cocok untuk perawan tua sepertimu" Diandra segera saja menjawab dengan kata kata kasar membuat frey tidak enak hati dengan sahabatnya itu.


"honey... please.." frey berusaha menghentikan Diandra untuk tidak berbicara lagi.


"why sayang .....dia emang perawan tua" ucap Diandra sinis.


"Diandra, jangan bicara sembarangan seperti itu, dia sahabatku" frey mencoba membuat Diandra sedikit mengerti.


"sayang... dia kesini ingin mengganggu kebersamaan kita"


"cukup Diandra..." frey sedikit meninggikan suaranya membuat Diandra kaget.


"sudah sudah... aku yang salah maaf sudah mengganggu kalian" Selvi segera berdiri untuk meninggalkan frey dan Diandra.


"tidak Selvi, kamu tidak salah" frey masih memandang Diandra meskipun bukan dengan tatapan yang tajam.


kini giliran Diandra yang berdiri "iya.. aku salah bukankah begitu maksudmu mas.. oke silahkan nikmati kebersamaan kalian, aku pergi" Diandra segera mengambil tas tangannya dan beranjak pergi dari sana.


"honey.. wait ... bukan begitu maksudku" frey segera mengejar Diandra yang berjalan cepat menuju pintu keluar.


"Diandra.. please kamu salah paham honey" frey berhasil meraih lengan Diandra dan menahannya.


"salah paham gimana maksud kamu mas???" diandra menatap Frey dengan mata berkaca kaca, pembelaan Frey terhadap Selvi membuatnya sangat sakit hati.

__ADS_1


Selvi yang masih menatap dua sejoli itu bertengkar dari kejauhan tersenyum penuh dengan kemenangan, ada rasa puas di dalam hatinya membuat pasangan yang terkenal romantis itu bertengkar hebat hanya gara gara masalah sepele, namun dia juga merasa khawatir jika diandra akan mengadu dengan frey tentang pertemuannya dengan Diandra saat di toilet tadi, jika frey mendengarkan Diandra maka sudah pasti frey akan memecatnya, jika itu terjadi musnahlah kesempatan Selvi untuk merebut Frey dari Diandra.


"sepertinya aku harus mencari cara lain" gumam Selvi.


__ADS_2