Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
PART 4 Penyesalan Tiada Arti


__ADS_3

Diandra segera pulang kerumah, meskipun tubuhnya sangat lelah dan pinggangnya terasa sangat sakit tetapi Diandra tetap memaksakan untuk pulang, beragam pikiran buruk menghantuinya, dia sangat takut ketahuan frey telah pergi ke club' malam dan melakukan percintaan dengan lelaki yang baru di kenalnya.


Diandra masuk kedalam rumah dengan hati hati, Dia berharap suaminya tidak ada di rumah.


"bi indah.. sini" Diandra berusaha memanggil pembantunya dengan suara pelan.


"eh.. nyonya .. ada apa??" bi indah heran melihat tingkah majikannya yang berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri.


"mas frey ada???" tanya Diandra Tampa menghiraukan keheranan sang pembantu


"tidak pulang pulang nyonya.."


"oh . baiklah, terimakasih ya bi" ucap Diandra sopan.


Diandra langsung naik keatas menuju kamarnya, meninggalkan pembantunya yang masih terbengong dengan tingkah majikannya yang agak ganjil pagi ini.


"syukurlah mas frey tidak ada dirumah, aku bisa mempersiapkan diriku sebelum bertemu dengannya" Diandra berbicara sendiri setelah masuk kedalam kamarnya.


Diandra duduk di meja rias yang ada di walk in closed untuk memperhatikan wajahnya, tapi dia cukup terkejut karena pada lehernya ada tanda kissmark yang sudah tentu di buat oleh Mario teman kencannya.


dengan tergesa gesa Diandra membuka seluruh pakaiannya untuk melihat seluruh bagian tubuhnya yang di buat kissmark oleh Mario.


Diandra sangat terkejut setelah berhasil membuka seluruh pakaiannya, tidak tanggung tanggung, kissmark yang di buat oleh Mario hampir di seluruh bagian penting tubuh Diandra. leher dan gunung kembar milik Diandra hampir penuh dengan tanda itu, pada pusat dan beberapa ada di punggung Diandra.


"bagaimana bisa di brengsek itu melakukannya?? kok aku tidak menyadarinya???" Diandra tidak habis pikir, seharusnya dia mencegah Mario melakukan itu, tetapi obat perangsang itu membuat dia dan Mario lupa segala hal.


drtttt...drtttt...


tiba tiba ponsel Diandra berdering, panggilan vidio dari suaminya membuat Diandra semakin bingung harus menjawab atau dirijek saja karena kondisinya yang kurang tepat saat ini.


"Honey.. kok tidak dijawab, aku mau ngajak kamu launch siang ini di restauran Haruka, aku tunggu ya" pesan WhatsApp dari frey.


Mendapatkan pesan dari suaminya yang mengajak makan siang membuat hati Diandra berdebar, karena kesalahan yang telah dibuatnya sendiri membuat Diandra di dalam ketakutan yang besar, entah apa yang terjadi jika perbuatannya malam itu bersama Mario di ketahui oleh suaminya, riwayat hidup Diandra pasti akan hancur.


***


frey menunggu istrinya diruangan khusus VIP di restouran Haruka, kali ini frey ingin memberikan sebuah suprise untuk menyenangkan hati istrinya, sekitar 15 menit menunggu akhirnya seorang pelayan restouran datang bersama Diandra.

__ADS_1


frey tertegun sejenak melihat penampilan Diandra yang sedikit berbeda, baju kaos dengan kerah turtleneck yang menutupi leher sehingga membuat leher Diandra semakin jenjang, kontras dengan perpaduan Celana jeans yang menutupi seluruh tubuh bagian bawahnya membuat penampilan Diandra sangat mahal dan elegan, rambut panjang sepinggangnya yang biasanya di ikat kini di urainya, di tambah dengan kacamata hitam menambah kesempurnaan penampilan Diandra siang ini.


"Hallo honey..." Sapa frey dengan tatapan yang tak lepas dari tubuh Diandra.


"Hallo mas..." Diandra mengecup bibir frey seperti biasa, sebagai salam pertemuan mereka "maaf ya aku telat, di jalan macet banget"


"Its okay.. kamu datang saja mas senang banget"


"Hmm...tumben kamu ngajak aku launch disini"


"Iya.. hari ini hari spesial buat kamu, aku mau minta maaf sama kamu soal kemaren"


Diandra menarik nafas sebelum berbicara "Iya gak apa apa kok mas, mungkin aku yang terlalu antusias, aku juga mau minta maaf sama kamu, kalau kamu belum siap melakukannya aku bisa sabar menunggu" Rasa bersalah membuat Diandra menerima saja apa yang di ucapkan oleh fray.


"aku hanya butuh waktu sayang, trauma ku saat berhubungan belum bisa aku hilangkan sepenuhnya" selama pernikahannya fray beralasan jika dia tidak bisa berhubungan badan karena ada trauma di masa lalu, dan Diandra menerima alasan itu, namun tidak mungkin selamanya Diandra akan menerima hak yang terabaikan.


Diandra tersenyum kecut membayangkan jika suatu saat trauma suaminya hilang dan sudah sanggup memberikan haknya sebagai istri tetapi di dapati istrinya sudah tidak perawan lagi karena tidak mampu menahan hasrat hingga berhubungan dengan orang lain membuat pikiran Diandra kembali kacau.


"honey.... are you okay?? kenapa dengan wajah mu?? kok berubah begitu??" fray panik saat istrinya terlihat tidak baik baik saja.


"i am okay sayang .. aku hanya merasa bersalah karena memaksa kamu"


"apa ini sayang???"


"bukalah..." titah fray sambil tersenyum, Diandra menuruti ucapan suaminya, kedua tangannya meraih kotak itu lalu membukanya, mata Diandra terbelalak melihat apa yang ada di dalam kotak bewarna merah itu.


sepasang anting diamond dengan brand Chopard sangat terlihat ellegant, anting idaman para sosialita yang di tafsir harganya tidak kurang dari 200 juta sudah pasti siapapun tidak akan menolak hadiah semewah dan sepantastik itu.


Diandra menutup kembali kotak merah itu lalu menyodorkan kembali kepada suaminya "aku tidak bisa menerima ini mas, ini terlalu berlebihan"


"honey.. ini hadiah permintaan maaf ku, ini tidak berlebihan, andaikan kamu minta lebih dari aku akan memberikannya, anting ini tidak apa apa dibandingkan dengan besarnya cintaku kepada dirimu"


mata Diandra berkaca kaca mendengan ucapan fray, tangan kekar fray menggenggam tangan lembut Diandra untuk meyakinkan ucapannya.


"mas .. kamu terlalu baik kepadaku, sedangkan aku.... hiks hiks hiks ..." air mata Diandra tumpah juga, rasa bersalahnya semakin besar saat fray semakin baik pada dirinya, sedangkan frey merasa berdosa telah membohongi istrinya berulang kali.


"honey... sudah ya . kamu itu istriku, uangku buat apa lagi kalau bukan untuk dirimu" fray mencoba membujuk istrinya yang semakin terisak Isak.

__ADS_1


"maaf kan aku mas .. " ucap Diandra lirih dalam Isak tangisannya..


"kok minta maaf honey, udah ya nangisnya" frey kembali mencoba menenangkan suaminya.


Diandra izin ketoilet untuk melampiaskan tangisannya, rasa sesalnya tidak bisa di tumpahkan di hadapan suaminya, Diandra takut jika frey akan curiga kepada dirinya.


saat berjalan di antara meja meja para tamu restoran telinga Diandra tidak sengaja mendengar namanya di sebut oleh seseorang, Diandra mencoba mencari sumber suara itu.


"Namanya Diandra???"


"bukan masalah namanya, tetapi dia istri orang bro!!!..."


"serius???? hebat donk kamu bisa main dengan istri orang"


"gila Lo.. dia masih perawan"


"Haaa...."


"iya .. aku sendiri kaget, Diandra itu sangat cantik, dia pasti bukan perempuan biasa sudah pasti dia bukan istri orang sembarangan"


"Gila Lo, udah dapat yang cantik perawan lagi.. ha ha ha ha"


percakapan 4 orang pada meja yang di lalui oleh Diandra sudah pasti percakapan itu mengarah pada dirinya, Diandra juga sangat mengenal salah satu dari suara mereka sudah pasti Mario, pria brengsek yang sudah menidurinya.


Diandra yang telah melewati meja itu berbalik arah kembali pada meja yang telah riuh membicarakan dirinya, dengan wajah merah karena marah Diandra mengambil segelas minuman yang ada di atas meja lalu menuangkan kekepala salah satu diantara mereka yaitu Mario.


mereka kaget melihat aksi Diandra, namun tidak ada yang bisa menghentikannya.


setelah merasa puas Diandra kembali melangkahkan kakinya menuju toilet, Mario yang telah basah karena disiram oleh Diandra segera mengikutinya dari belakang, teman teman Mario sedikit bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Diandra.. tunggu .." mario berusaha mengejar Diandra tetapi Diandra tidak menghiraukan panggilan Mario.


"Diandra.... Diandra..." Mario berusaha mengejar hingga ke toilet.


"Plak... Plak... " dua tamparan berhasil mendarat pipi Mario. nafas Diandra terlihat turun naik di dadanya kemudian dia mengangkat tangan lagi untuk menampar Mario, tapi Mario berhasil meraih tangan Diandra dan tangan satunya meraih pinggang Diandra hingga Mereka berdempetan.


"lepas Mario.."

__ADS_1


"tidak akan.."


"mar..." baru saja diandra ingin protes mulut Diandra sudah di bungkam oleh Mario menggunakan bibirnya, Diandra berusaha memberontak tetapi masih kalah dengan tenaga Mario.


__ADS_2