Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
Part 12 Pemikiran yang Kalut


__ADS_3

frey mencari akal agar Diandra tidak memaksanya melakukan seperti yang di lakukan oleh Mario kepadanya, dia tidak bisa meskipun harus di paksa.


"Honey... seluruh tubuhku sakit sekali, aku tidak bisa melakukannya lagi" frey mencondongkan tubuhnya kedepan agar Diandra benar benar yakin jika dirinya benar benar sedang sakit.


"baiklah.. jika kau tidak melakukannya biarkan aku melakukannya, kau jangan mengkhawatirkan kemampuan ku sayang, ayo... mas tinggal terima beres saja" Diandra menepuk bantal yang ada di sebelahnya memberikan kode agar frey berbaring di sampingnya.


frey bagaikan termakan buah simalakama, alasan apapun yang di berikan kepada Diandra sepertinya tidak akan membuahkan hasil, Diandra tetap menginginkannya lagi, frey Sampai penasaran permainan bagaimana yang telah Mario lakukan hingga istrinya ketagihan seperti ini.


"tidak honey... nanti kamu kelelahan" frey mencoba membuat alasan satu kali lagi.


"aku tidak akan kelelahan, trust me!!!" Diandra meyakinkan frey.


"honey please... masih ada hari esok kan sayang, bukannya mas tidak mau, tetapi sekarang sudah subuh kapan lagi kita istirahat nya??" frey setengah memohon terpaksa mengeluarkan jurus terakhirnya, yaitu menjanjikan hari esok yang entah bisa atau tidak dia menepati nya.


"janji...." Diandra mengangkat jari kelingkingnya sebagai lambang perjanjian disambut dengan jari kelingking frey.


"kamu pasti sangat lelah... sekarang aku mengerti selama ini kamu belum melakukannya karena kamu mempersiapkan semua gaya hebat itu kan???" Diandra tersenyum genit.


"hah.. gaya hebat???"


"iya... style kamu bercinta sangat luar biasa mas, aku sangat sangat menikmatinya, dimana kamu belajar bercinta seperti itu mas, apa kau punya guru??"


frey menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah gaya seperti apa yang dilakukan Mario hingga Diandra tidak berhenti memujinya "cukup ya honey, jangan bicara seperti itu aku malu" Frey yang sudah duduk diatas kasur merebahkan diri membelakangi Diandra kemudian menarik selimut sebatas leher karena tidak mau lagi mendengarkan omongan Diandra yang membuatnya sakit hati dan cemburu.


"mas... aku cuma penasaran dengan kehebatan mu, kamu luar biasa mas" Diandra juga ikut merebahkan diri kemudian memeluk suaminya dari belakang "aku minta maaf ya sayang, selama ini aku berpikiran kalau kamu itu impoten lho mas... hehehe .. ternyata aku salah, sekali lagi maaf ya sayang..."


Deg... jantung frey seakan terhenti mendengar ucapan istrinya, rasanya ucapan itu seperti menampar wajahnya berkali kali hingga muka frey terasa panas, ucapan itu juga membuat frey sangat tersinggung dan sakit hati karena harus menerima kenyataan jika ucapan itu benar adanya.


"mas... kau marah padaku???" diamnya frey membuat Diandra khawatir jika dia Talah salah berbicara.


"mass..." Diandra memegang bahu frey.


"iya.. aku sangat ngantuk honey.. aku tidak bisa menahannya lagi.." frey berbohong untuk menutupi perasaannya dan dia tidak sanggup jika harus mendengar Diandra berbicara lagi.


"baiklah.. maaf karena diriku istirahatmu jadi terganggu, selamat malam sayang.. mimpi indah, terimakasih untuk semuanya" Diandra mengecup punggung frey.


frey tidak menjawab, dia sibuk dengan pikirannya sendiri menyesali apa yang telah terjadi, seharusnya dia bahagia tetapi yang dirasakannya tidak ada sedikitpun kebahagiaan, hidupnya benar benar palsu.


entah sampai kapan hidup frey akan bertahan seperti ini, frey telah sadar akan hal itu, tetapi dia berharap setelah ini semuanya akan baik baik saja.


*


*


*


"dari mana kamu???" Daniel bertanya dengan Mario, tidak biasanya dia datang terlambat.

__ADS_1


Mario tidak menjawab, dia hanya mengambil segelas minuman alkohol kemudian meneguknya.


"kau terlihat kacau malam ini, ada apa???" Daniel semakin penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Mario.


Mario tidak menjawab, minuman alkohol kembali di tuangnya kedalam gelas lalu kembali di teguknya.


"Mario,. jawab aku" Daniel semakin kesal dengan sikap bartender Nya.


"aku lelaki pecundang Daniel.." akhirnya Mario berbicara.


"maksudmu bagaimana???"


"aku baru saja meniduri Diandra"


"ha... bukanya memang seperti itu yang kau inginkan bukan???"


"iya... tapi tidak dengan rencana membuatnya hamil lalu tidak mencintainya kemudian melupakannya Daniel " Mario kembali menuangkan minuman kedalam cangkirnya.


"what... aku semakin bingung dengan ucapanmu yang mulai melantur"


Mario kembali meneguk minumannya, hanya dengan begitu perasaannya sedikit tenang.


"frey telah menemui diriku disini"


"kenapa aku tidak tau dan kau kenapa diam saja tampa cerita kepadaku"


"terus.."


"dia telah mengetahui kalau aku memperawani istrinya"


"dia marah???"


"tentu saja, suami mana yang tidak marah jika istrinya di tiduri orang lain"


"tapi kau tidak babak belur" Daniel meneliti secara umum tubuh anak buahnya itu.


"dia marah sangat elegan sekali, karena frey adalah seorang pengusaha, punya perusahaan bukan seorang mafia sepertimu"


"marah ellegant??? bagaimana itu???" Daniel sedikit bingung.


"frey memintaku untuk tidur bersama istrinya hingga Diandra hamil dari benihku"


"hahahaha...." Daniel tertawa terpingkal pingkal


"kenapa???"


"frey tenyata laki laki bodoh"

__ADS_1


"kenapa kau mengatakan itu???"


"kau juga bodoh.." ejek Daniel.


"stop Daniel, jika kau menganggap kami lelucon berhentilah berbicara menambah pusing saja" frey tersinggung dengan ucapan Daniel, dia berdiri untuk meninggalkan Daniel pergi.


"tunggu Mario.. jangan tersinggung begitu, aku hanya merasa frey itu orang yang sedikit aneh.. duduklah dulu aku belum mengetahui ceritamu itu secara lengkap, jangan buat aku penasaran.. oke"


Mario terpaksa menuruti perintah bosnya, karena Daniel tidak akan membiarkan Mario pergi sebelum dia puas, mario kembali duduk.


"apakah frey tidak bisa menghamili istrinya hingga dia memintamu melakukannya" tanya Daniel penasaran.


"aku tidak berani menanyakan hal tersebut, rasa bersalahku membuat aku menuruti saja apa yang dia inginkan"


"berarti kau tidak perlu menyesal.."


"aku menyesal Daniel, karena aku tidak boleh mencintai Diandra"


"itu adalah resiko yang harus kau ambil bukan???"


"apa aku sanggup Daniel?? dan saat Diandra hamil anakku nanti aku tidak berada di dekatnya, itu sangat menyakitkan"


"jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi"


"tetapi itu akan terjadi Daniel"


"jangan berpikir terlalu jauh jalani saja dulu"


"tidak bisa Daniel, ini bukan hubungan yang normal"


"terus senjutnya apa rencana mu???"


"aku akan jujur pada Diandra "


"bagaimana dengan frey??? apa dia tidak masalah"


"itu masalahnya Daniel, sebelumnya dia telah mengancamku untuk memasukan aku ke penjara"


"bagi frey itu bukanlah hal yang sulit bukan???"


"tentu saja Daniel"


"berarti kau tidak punya pilihan, lagipula apa masalahnya jika kau membuat Diandra hamil, kau tidak perlu mengkhawatirkan masa depan anakmu Mario, dia akan jadi pewaris" Daniel mencoba memahami jalan pikiran Mario.


"aku bukan pecundang seperti dirimu Daniel, aku tidak pernah berpikir untuk punya anak tetapi jika aku membayangkannya aku sangat bahagia, bahkan aku tidak sabar jika Diandra akan segera hamil anakku"


"akhhhh.... masalahmu membuatku pusing Mario, sebaiknya kau pikirkan sendiri masalahmu, aku tidak ikut campur" Daniel pergi meninggalkan Mario yang masih dalam keadaan kacau.

__ADS_1


semakin Mario memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya semakin sempit pemikirannya, jalan satu satunya adalah melupakan semua yang terjadi antara dirinya dan Diandra, ya... Mario akan mencoba melakukan itu.


__ADS_2