
Marvel sudah berusaha membujuk Diandra untuk tidak menjenguk Frey, karena kondisinya yang lemah yang tidak bisa memungkinkan untuk pergi ke rumah sakit, selain dari itu mama Tiara juga tidak akan mengizinkan Diandra untuk masuk ke ruangan Frey.
Namun Diandra tidak peduli, apapun yang akan terjadi di rumah sakit nanti dia akan menanggung resikonya.
"aku akan membuat Mama Tiara mengerti Marvel, Bukankah selama ini dia menginginkan seorang cucu, sekarang impiannya sudah terwujud meskipun frey dalam keadaan koma" ini yang sudah keberapa kali Diandra menjelaskan kepada Marvel.
"baiklah... Jika kau yakin seperti itu aku akan membawamu ke rumah sakit, semoga dengan keadaanmu yang sedang hamil Mama Tiara akan mengerti segalanya " Marvel mengelus bahu Diandra.
Marvel segera membawa Diandra ke rumah sakit meskipun hatinya penuh dengan kecemasan selain dari kecemasan Diandra yang tidak diterima oleh Mama Tiara dan kecemasan bayi siapa yang ada di dalam kandungan Diandra.
"Kamu tunggu di mobil dulu ya aku mencoba berbicara dengan Mama Tiara terlebih dahulu" ucap Marvel meminta persetujuan Diandra, mereka sudah berada di depan rumah sakit tempat frey dirawat.
"Baiklah tetapi jangan terlalu lama aku sudah sangat merindukan frey " ucap Diandra sambil tersenyum .
"Aku tidak akan lama hanya sebentar saja Oke... kamu sabar ya"
Marvel segera keluar dari mobil menuju ke dalam sakit, Diandra sedikit gugup karena meskipun dia juga yakin akan Mama Tiara tidak lagi marah kepadanya Tetapi ada juga rasa khawatir Mama Tiara akan tetap marah kepadanya karena hasutan dari Selvi.
Tiba tiba Pintu mobil dibuka oleh seorang wanita membuat Diandra sedikit terkejut, kemudian dengan elegan wanita itu duduk di samping Diandra lalu dia membuka kacamata hitam yang dipakainya, Diandra ternganga olehnya Karena Wanita itu adalah Selvi.
"Hai apa kau terkejut...." tanya Selvi sambil tersenyum sumringah.
"aku tidak terkejut aku hanya heran dengan dirimu??? mengapa kau suka sekali mengikuti aku???" Diandra tidak pernah takut dengan selvi, baginya saat ini selvi memang bisa menghasut Mama mertuanya tetapi jika frey sadar kembali semuanya akan kembali seperti semula .
"Sebenarnya aku tidak suka menguntit dirimu Diandra sayang.... hanya saja Aku ingin menyampaikan sebuah kabar baru untuk dirimu.." ucap selvi dengan percaya diri.
__ADS_1
"Oke sebelum kau akan menyampaikan kabar itu, aku juga akan menyampaikan sesuatu hal kepadamu"
"Benarkah Apakah yang ingin kau sampaikan membuat aku sedikit penasaran, boleh aku menebaknya ???" tanya selvi mengejek .
"kau ingin menebaknya??? aku ingin melihatmu menebak???"
"seperti ini, selvi aku telah menyerah silakan kau ambil frey aku datang ke sini hanya untuk menyampaikan salam perpisahan, Bagaimana Apa tebakanku benar ??" ucap selvi yang berbicara seakan akan menjadi Diandra.
"tentu saja salah karena aku akan menyampaikan terima kasih telah memberiku saran untuk bertemu dengan dokter Obgyn, karena berkat dirimu sekarang aku hamil.. aku hamil selvi dan segala tuduhanmu yang mengatakan kalau aku mandul adalah terbantahkan.."
"wow..." selvi memberikan aplus "aku turut berbahagia dengan kehamilanmu Selamat ya Diandra semoga kehamilanmu membawa keberuntungan bagimu atau sebaliknya..." selvi mengejek, dan dia sama sekali tidak tertarik dengan kehamilan Diandra.
"tentu saja akan membawa keberuntungan bagiku, karena akan menyempurnakan kehidupanku, aku sempurna dan kau heh...." Diandra balik mengejek selvi "Kau hanya wanita pelacur yang mencoba merebut suamiku, tapi sayang sebelum itu terjadi aku akan menghalangimu"
"Oh ya ya ,,, aku harap kau bisa melakukannya Diandra, tetapi aku penasaran dengan kehamilanmu itu, apa kau benar benar mengandung anak frey???" tanya Selvi sambil melihat kearah perut Diandra yang masih rata.
"hmmmm... ucapanmu sangat benar Diandra, Frey sangat mencintaimu hingga dia buta karena cintanya, dia bahkan tidak masalah ketika kau tidur dengan lelaki lain"
"jangan sembarang kalau bicara Selvi, semua yang kau katakan itu fitnah"
"fitnah... bagaimana kalau aku tunjukan vidio ini kepadamu, apa kau masih mau menuduhku telah mengatakan fitnah" Selvi mengeluarkan ponselnya lalu membuka sebuah vidio dan ditunjukannya kepada Diandra.
Diandra pun melihat vidio itu dan seketika wajahnya berubah.
"kenapa??? kau terkejut???" Selvi segera menarik ponselnya dari tangan diandra
__ADS_1
"dari mana kau dapatkan vidio itu??"
"tidak perlu kau tau, karena itu tidak terlalu penting bagiku "
"itu juga tidak terlalu penting bagiku karena dividii itu Bukanlah Diriku !" Diandra berusaha menyembunyikan wajah ketakutannya dari selvi karena video yang diperlihatkan oleh selvi adalah video panas saat dirinya bersama Mario pertama kali di klub dia tidak pernah membayangkan jika perbuatannya bersama Mario bisa diketahui oleh orang lain, melihat vidio ini tentu selvi tidak mungkin diam saja dia pasti akan menggunakan video itu sebagai alat untuk memisahkan antara dirinya dan frey.
"kamu yakin kalau itu bukan dirimu Bagaimana jika aku mencari orang lain untuk memperlihatkan video ini dan meyakinkan jika yang ada di dalam video itu adalah kamu "
" lterserah aku tidak peduli " Diandra mencoba untuk tidak tertekan tetapi hatinya tidak bisa bohong selvi pasti tetap akan berusaha menekan dirinya.
"baiklah jika aku memperlihatkan video ini kepada Tante Tiara aku lebih penasaran Bagaimana reaksi mereka "
"sudah ku bilang terserah aku tidak peduli karena yang ada di sana Bukan Aku" sekali lagi Diandra menekankan kalau yang ada di video itu adalah bukan dirinya .
"oke aku hanya bertanya masalah video itu, Bukankah aku tidak sopan jika aku memperlihatkan video itu terlebih dahulu pada Tante Tiara tanpa bertanya duku kepada mu" ucap selvi santai sambil membuka pintu mobil dia segera ingin pergi.
Diandra tidak bisa menahan dirinya, dia tahu bagaimana selvi akan beraksi sudah jelas dia akan memperlihatkan video itu kepada Mama Tiara, apalagi yang harus dilakukannya sekarang selain dari menahan selvi untuk tidak pergi, Diandra segera mencengkram pergelangan tangan Selvi dan menahannya.
"lepaskan aku .. " Selvi menarik tangannya dari cengkraman Diandra hingga lepas, cengkraman tidak begitu kuat karena memang kondisi Diandra yang masih sangat lemah.
"jangan sentuh aku... " ucap Selvi tegas
"tunggu... kita belum selesai berbicara"
"apa lagi yang ingin di bicarakan??? apa kau ingin mengakui jika di dalam vidio itu adalah dirimu???" tanya Selvi dengan bibir terangkat sebelah menambah kejudesan wajah Selvi.
__ADS_1
"duduklah dulu" Diandra harus mengulur waktu Selvi, dia harus tetap tenang meskipun dalam ancaman besar dari Selvi.
Selvi memutar bola matanya, dia sangat malas untuk berbicara lagi dengan Diandra, sepertinya menghancurkan Diandra secepatnya adalah jalan yang tepat, untuk apa lagi mengasihani wanita yang telah mengambil hati lelaki yang sejak lama di cintanya dan wanita itu juga telah berani menghinanya.