Selingkuh Yang Tak Di Inginkan

Selingkuh Yang Tak Di Inginkan
PART 5 Ketahuan


__ADS_3

fray yang menunggu Diandra sudah merasa gelisah, beberapa kali melirik jam tangan karena sudah hampir 10 menit Diandra berada di toilet tetapi belum kembali juga, akhirnya fray memutuskan untuk menyusul Diandra.


frey berjalan gontai menuju toilet, beberapa wanita menatap kearahnya, meskipun frey berperawakan kurus tetapi wajah tampan nya tetap nyata terlihat, wibawa sebagai seorang pemimpin perusahaan besar tidak bisa di sembunyikan di manapun dia berada, beberapa orang yang berpapasan dengannya sedikit menunduk memberikan hormat kepada fray.


tidak sedikit wanita yang berada di sana melirik fray karena penampilan fray yang parlente dan sangat berkelas, semua wanita jika melihat fray pasti akan memimpikan berada disisinya, begitulah pesona fray Dimata para Netizen.


setelah sampai dipintu toilet wanita fray berjalan agak melambat, dia takut jika para wanita di sana terkejut akan kehadirannya. pintu menuju kearah toilet terbuka sedikit, fray berusaha membukanya agak lebar tetapi tidak menimbulkan suara, setelah berhasil dia melakukannya fray sangat sangat terkejut melihat pemandangan di dalamnya, kakinya mundur selangkah dan wajahnya di buang kesamping, kedua tangannya mengepal kuat hingga urat uratnya terlihat.


suami mana yang tidak akan emosi melihat istrinya sedang berciuman mesra dengan seorang lelaki, untung saja fray sangat pandai meredam emosi, saat itu dia tidak ingin langsung memergoki Diandra yang sedang berciuman, fray tidak tertarik dengan aksinya yang dilihatnya sekarang tetapi apa yang terjadi sebenarnya yang membuat fray lebih penasaran.


"Diandra... aku mohon dengar penjelasan ku dulu" Mario berusaha meredam emosi Diandra.


"penjelasan apa?? kau sengaja menjajakan aibku kepada teman temanmu" sarkas Diandra tidak terima dengan perlakuan Mario.


"maksudku bukan begitu, kamu salah paham" Mario berusaha menjelaskan maksudnya agar Maria memahami kondisinya


"aku menyesal telah berkencan dengan mu bajingan, aku benar benar bodoh telah datang ketempat itu"


"aku minta maaf .." Mario memeluk erat Diandra, dia sangat menyesali apa yang telah terjadi.


"bukankah aku sudah memintamu untuk pergi, tetapi kenapa kau masih ingin ikut denganku???"


Diandra tidak menanggapi ucapan Mario karena ada benarnya, dia teringat malam itu Mario ingin pergi meninggalkannya tetapi dia ingin ikut Mario.


"maafkan aku.."


Diandra kembali diam, amarahnya kini berganti dengan kesedihan, dia tidak bisa menyalahkan Mario sepenuhnya, dialah yang datang ke club' itu untuk mencari kesenangan yang tidak di dapatnya di rumah.


"lupakan percintaan kita semalam" ucap Diandra dengan tetesan air mata.


"tidak Diandra, aku tidak akan melupakannya, aku orang pertama yang menjamah tubuhmu maka aku tak akan pernah melupakannya"


"aku sudah bersuami Mario, percintaan kita semalam adalah sebuah kesalahan"


"tidak Diandra, kita adalah takdir"


"jangan rusak kebahagiaanku Mario, lupakan saja"

__ADS_1


"aku akan menemui suamimu dan mempertanggung jawabkan semuanya"


mata Diandra terbelalak mendengar apa yang baru saja di katakan Mario, itu adalah ide gila yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya.


"plak..." sebuah tamparan keras kembali melayang di pipi Mario.


"aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku hanya demi seorang lelaki sepertimu Mario, kau bukan apa apa jika dibandingkan dia, dan ingat satu hal, jangan pernah berani kau membuka masalah ini kepada siapapun" Diandra sangat marah atas apa yang ucapkan Mario.


setelah jelas mendengarkan semua pembicaraan Mario dan Diandra fray langsung pergi meninggalkan restouran, hatinya hancur berkeping keping, istri yang sangat di cintai dan di banggakannya telah mengkhianati cintanya, pada akhirnya ketakutannya selama ini telah terjadi.


Diandra telah kembali dari toilet untuk menemui suaminya, tetapi sesampainya di sana Diandra tidak menemukan siapapun.


"maaf mbak, suami saya kemana ya???" tanya Diandra pada salah satu pelayan restoran.


"mas yang ada disini tadi??"


"iya.."


"dia telah pergi baru saja mbak, sepertinya sangat buru buru"


"ohh . terimakasih mbak"


"lihat saja Diandra, seberapa kuat benteng pertahanan mu" ucap Mario dengan senyuman mengejek mengiringi kepergian Diandra.


*


*


*


langit sudah menampakan sisi gelapnya, sisa sinar matahari menghiasi lautan yang beriak kecil diatas pasir putih yang menghampar pada tepian.


frey yang sebenarnya tidak menikmati keindahan pantai di senja itu sedang duduk pada sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu menatap kosong ketengah lautan.


pikirannya sedang berkelana kemana mana, perasaannya tidak ada yang bisa di lakukannya lagi, tidak ada lagi harapan di dalam hidupnya, perusahannya yang besar, seluruh aset yang dianggapnya berharga, harta kekayaan melimpah ternyata bukanlah ukuran dari sebuah kebahagiaan.


semuanya seakan tiada arti setelah mengetahui istrinya telah menyerahkan kesuciannya pada orang lain, dan itu karena kesalahannya sendiri, penyakit yang sangat menyiksanya membuat hidupnya begitu sengsara.

__ADS_1


"drrrtttt... drrrtttt... " sebuah panggilan dari mamanya membuyarkan lamunannya, meskipun sangat enggan menerima panggilan itu tetapi karena mamanya yang menelpon frey terpaksa menjawabnya.


"ya ma" suara tidak bersemangat dari frey tidak bisa di sembunyikan.


"kok lemes anak mama??? ada apa??"


"capek ma.. jadwal meeting sama clien padat hari" frey sedikit berbohong, dia memang tidak pernah bercerita masalah rumah tangganya pada mamanya karena frey tidak mau mamanya ikut campur.


"oh.. tapi bisakan kamu sama Diandra makan malam bersama mama papa malam ini???"


hening sesaat, frey tidak menjawab karena dia juga tidak tau mau menjawab apa, sementara ini frey tidak ingin bertemu dengan Diandra, tetapi dia juga tidak mau mengecewakan orangtuanya.


"mama tidak suka penolakan, mama tunggu kalian pukul delapan malam di rumah mama ya, see you sayang..."


Mama frey menutup panggilan suara sepihak membuat frey semakin kalut setelahnya, dilema akan memilih menahan rasa amarah pada istrinya atau memberikan rasa kecewa kepada mama yang sangat di sayanginya.


*


*


*


Diandra sejak tadi mondar mandir di kamar tidur menunggu suaminya, sudah hampir jam 7 malam fray belum juga menunjukan batang hidungnya, harap harap cemas jika suaminya tidak pulang kerumah.


tidak berapa lama frey sampai dirumah, dia segera masuk kamar, tujuannya pulang adalah membersihkan diri dan mengganti pakaian.


"hai sayang... kok kamu tinggalin aku di restauran tadi siang" Diandra menyambut kepulangan suaminya, meraih tas kerja dan jas yang sudah di lepas oleh fray.


fray tidak merespon sambutan hangat istrinya, setelah dia langsung berjalan menuju toilet.


"kamu marah ya karena aku lama di toilet?? maaf ya mas aku bertemu sama teman lamaku, jadi kami terpaksa ngobrol sebentar" Diandra berbohong untuk menutupi kesalahannya, fray tersenyum sinis menanggapi ucapan yang kebenarannya telah di ketahui ya, tetapi fray berusah tidak emosi.


fray terus berjalan menuju kamar mandi "sayang .. mama tadi telpon nanyain kamu, aku bilang kamu lagi tidak dirumah, dan mama mau kita.."


"dinner!!!" sambung frey.


"iya, kita pergi ya.. aku gak mau ngecewain mama kamu" rengek Diandra bergelayut di lengan frey.

__ADS_1


"persiapkan dirimu" ucap frey sambil berlaluk kekamar mandi.


Diandra berjingkrak kegirangan karena dapat persetujuan dari suaminya, dia langsung memilih pakaian yang cocok untuk di gunakan.


__ADS_2