Sementara Hilang Memori

Sementara Hilang Memori
12. Mencari Natsya


__ADS_3

"Naila, sudah mau pesan? Kakak akan panggilkan pelayanan," ucap Linda melihat Naila meletakkan buku menu.


Naila menggeleng, "Naila tunggu Kak Syasya dulu."


"Baiklah, kita tunggu saja." Linda tersenyum mengusap kepala Naila gemas.


"Ngomong-ngomong Natsya kok lama sekali ya. Aku jadi khawatir. Naila kamu tunggu di sini ya, Kakak akan cari Kak Natsya sebentar."


"Naila mau ikut cari Kak Natsya. Jangan tinggalin Naila."


"Ok, kita cari sama-sama."


Linda menggandeng tangan Naila mencari Natsya ke toilet. Keduanya memasuki toilet, tapi toilet itu kosong. Tidak ada seorang pun di dalamnya.


"Natsya kamu di mana?"


"Kakak Linda, ke mana Kak Natsya?" tanya Naila bingung.


"Mungkin Natsya pergi ke toilet lain. Coba kita cari lagi." Linda berkata menghibur Naila juga dirinya.


"Iya." Naila mengangguk setuju.


Keduanya naik ke lantai dua, namun toilet di lantai dua juga tidak ada Natsya.


Keduanya kembali ke lantai satu siapa tahu Natsya sudah ada. Melihat sekeliling lantai pertama mereka tidak melihat Natsya. Linda panik jangan-jangan Natsya hilang lagi.


××××××


Di dalam ruangan duduk beberapa orang mengelilingi meja bundar. Mereka adalah sepupu-sepupu Adler, Adrian, Arfan, dan Asgar dan istrinya Rindi.


"Kenapa Kak Adler lama sekali. Katanya dia sudah tiba. Seharusnya dia sudah ada di sini sekarang." Asgar menatap pintu gelisah.


Apakah Adler tidak jadi datang? Mungkin makan siang ini akan seperti yang sebelum-sebelumnya yang entah karena suatu hal Adler tiba-tiba pergi. Pikir Asgar kecewa.


"Tunggu sebentar lagi. Kak Adler pasti akan datang kok. Lagi pula Kak Adler tidak sesibuk sebelumnya sebagai bintang," bujuk Rindi menenangkan suaminya.


Mereka sering mengadakan makan bersama dan selalu mengundang Adler, tapi setiap kali dia tidak datang karena urusan pekerjaan. Harapan mereka sudah sirna, namun kali ini sedikit berbeda.

__ADS_1


"Aku harap perkataanmu benar."


'Tok... Tok..."


"Itu pasti Kak Adler," ucap Rindi penuh antisipasi. Semoga saja ini benar Kak Adler sehingga Asgar tidak kecewa lagi.


Pintu terbuka dan Adler memasuki ruangan.


"Akhirnya kamu datang juga. Aku pikir kamu tidak akan datang lagi." Asgar berkata senang karena kali ini Adler menepati janjinya.


Adler melihat sekeliling ruangan semuanya sudah ada hanya dirinya yang terlambat.


"Ayo duduk. Aku sudah memesan hidangan spesial yang ada di restoran ini. Aku yakin kamu pasti akan menyukainya," ucap Asgar menarik kursi untuk Adler.


Adler mengangguk ke arah Asgar, lalu berbalik melirik ke belakang dilihatnya Natsya berdiri menunduk menatap sepatunya. Adler menarik tangan Natsya menariknya ke dalam ruangan.


"Kakak kenapa berdiri di sana? Itu-," Rindi terkejut melihat Adler membawa seorang wanita bersamanya.


Adrian, Arfan, dan Asgar juga ikut terkejut, ini pertama kalinya mereka melihat Adler bersama seorang wanita, apalagi sampai memegang tangan wanita itu.


Wanita itu terlihat sangat cantik, mungkin blasteran, wajah berbentuk telur, mata besar dengan pupil kecokelatan, bulu mata yang panjang seperti kipas, hidung mancung, dan bibir merah muda. Rambut coklat lurus sepinggang dan kulitnya sangat putih. Mengenakan gaun kuning selutut dan sepatu palat datar dengan warna yang sama.


Sementara itu, Adler ternyata memegang tas wanita berwarna hitam di tangannya dan tangan lain memegang tangan wanita itu. Berdiri bersama keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat serasi, pria tampan dan wanita cantik.


Natsya tidak tahu harus berbuat apa? Kenapa paman polisi menariknya ke sini dan bertemu dengan orang-orang ini? Apa mereka juga polisi?


Berpikir seperti itu membuat Natsya semakin takut. Semakin takut semakin berperilaku baik pula dia.


Natsya mengikuti Adler memasuki ruangan dan duduk di kursi sesuai arahan Adler. Dia melihat orang-orang yang duduk dan tersenyum ke arah mereka.


"Kakak siapa ini?" tanya Rindi setelah tenang dari keterkejutan atas perilaku Adler.


"Apa ini pacarmu?" tanya Adrian main-main. Wanita ini sangat cantik, apa ini tipe Adler?


"Dia Natsya. Natsya mereka sepupuku, ini Adrian, kamu bisa menyebutnya kakak pertama. Ini Arfan, kakak kedua. Ini Asgar, adik keempat dan ini istrinya Rindi," kata Adler memperkenalkan dan menunjukkan satu persatu .


"Hai, salam kenal semuanya," ucap Natsya sopan.

__ADS_1


Pelayan yang mengantarkan makanan datang dan meletakkan piring di meja. Mereka terpaksa berhenti bicara walau banyak pertanyaan yang ingin mereka ajukan.


Setelah pelayan pergi, Asgar langsung bertanya, "Kakak ketiga siapa wanita ini? Kenapa memperkenalkannya seformal itu?" Perkenalan Adler terlalu berlebihan sampai menyebutkan urutan saudara-saudara mereka jika Natsya ini hanya sekedar teman. Pasti lebih dari teman.


"Apa dia benar pacarmu?" tambah Asgar.


"Lebih baik kita makan dulu. Pertanyaannya nanti saja, bukankah kita di sini untuk makan, bukan untuk menginterogasi ku?" Adler berkata sambil memasukkan makanan ke piring Natsya.


Asgar dibuat terdiam mendengar ucapan Adler, apalagi melihat perilaku Adler yang mengambilkan makanan untuk wanita itu. Apalagi yang perlu ditanyakan? Sudah jelas di depan mata.


Natsya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Adler. "Terima kasih. Kamu sangat baik."


"Ayo makan. Bukannya kamu tadi Bilang lapar?"


"Em."


Natsya menikmati makanan yang diberikan Adler padanya. Makanan di sini sangat enak, dia menyukainya.


Melihat Adler dan Natsya mengingatkan Adrian akan kenangan masa lalunya. Dari tatapan mata Adler dia bisa melihat kasih sayang yang ditujukan pada wanita itu. Cinta benar-benar luar biasa, bisa mengubah sifat orang termasuk dirinya dan Adler.


Arfan sedikit iri melihat mereka berdua. Kini hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan. Asgar sudah menikah, Adler memiliki pacar sekarang, dan Adrian pernah memiliki pacar sebelumnya. Dia hingga sekarang masih sendiri jangankan pacar, teman wanita saja dia tidak punya.


Melihat Natsya makan dengan lahap tanpa memperhatikan sekelilingnya membuat Adler sedikit bingung. Natsya biasanya akan melayaninya saat mereka makan bersama dan sesekali menanyakan preferensi nya tentang makanan itu. Karena saat berikutnya dia akan mencoba membuat makanan yang disukainya.


Kali ini mereka berpisah begitu lama padahal mereka baru saja menikah, tapi Natsya tidak menanyakan apa-apa padanya. Dia ingat setiap kali dia pulang terlambat Natsya pasti akan khawatir.


Apa yang terjadi padanya belakangan ini? Kenapa ia merasa sikap Natsya terhadapnya berubah?


Sementara itu, Linda dan Naila yang mencari Natsya tidak bisa menemukannya juga. Linda lalu meminta bantuan manajer restoran untuk melihat rekaman CCTV restoran.


Manajer menyetujui permintaan Linda dan membawa mereka ke ruang kontrol. Linda meminta mengecek CCTV dekat kamar mandi terlebih dahulu dan memberitahukan waktu perkiraan saat Natsya menghilang.


Operator memutar rekaman CCTV dan Linda mengamati tampilan layar dengan cermat. Akhirnya mereka melihat Natsya yang keluar dari kamar mandi.


Linda meminta memperbesar gambar itu, lalu memutarnya.


×××××

__ADS_1


__ADS_2