
"Kamu beruntung banget Sya bisa memiliki suami orang terkaya di negara ini. Semoga pernikahan kamu langgeng ya, Sya. Aku harap kamu bisa bahagia menjalani hidup barumu," ucap Krista tulus.
Sebagai teman masa kecil Natsya, Krista tahu betul betapa susah kehidupan Natsya dulu. Di usir oleh keluarga ibunya, hidup tidak berkecukupan, dan selalu di bully oleh orang lain karena tidak memiliki ayah.
Krista hanya berharap dengan memiliki suami yang kaya dan kuat, Natsya tidak akan sengsara seperti dulu.
“Amiiin ...." ucap Natsya.
”Oke. Gimana nih, kita jadi nggak pergi ke acara pembukaan restoran baru papamu?" ucap Linda mengalihkan suasana.
“Tentu saja jadi," ucap Krista. "Kalian tunggu sebentar. Aku akan ganti pakaian dulu."
Linda dan Natsya mengiyakan. Krista pun naik ke atas berganti pakaian di kamarnya dan turun kembali setelah berganti pakaian.
"Ayo pergi," ucap Krista.
Ketiganya pun keluar dari rumah, masuk ke mobil yang sudah menunggu di depan pintu, dan menuju restoran baru papa Krista.
Di acara pembukaan ini di pimpin oleh Krista sebab restoran baru ini di berikan kepadanya.
”Udah selesai acaranya?" tanya Linda saat Krista duduk di meja mereka.
“Udah. Kalian udah coba hidangan spesial restoran ini?" tanya Krista.
”Ya. Hidangannya sangat enak. Aku jamin restoran kamu pasti akan ramai," kata Linda.
“Amiin. Oh ya, aku udah minta koki untuk buatin pastry kesukaan kalian berdua. Itu dia pastrynya datang," ucap Krista sambil melihat ke arah pelayan yang datang dengan membawa nampan berisi pastry.
Saat pelayan itu sudah hampir tiba di meja mereka seorang tamu wanita tiba-tiba datang entah dari mana dan menabrak pelayan itu.
"Bukkk."
"Ahh!" pekik pelayan wanita itu.
"Banggg!"
"Kracckk!"
Pelayan itu terjatuh beserta piring yang dibawanya. Dan tanpa sengaja salah satu pastry yang terbang jatuh mengenai lengan Natsya.
”Kamu nggak apa-apa kan, Sya?" tanya Linda khawatir melihat Natsya tertimpa pastry.
__ADS_1
Natsya melirik kue coklat yang hancur di bagian lengan atasnya mengotori lengan dress nya. Natsya cemberut melihat ini.
Linda buru-buru meraih tisu dan membantu Natsya membersihkan kue di lengan bajunya.
“Kalau jalan tuh pake mata! Dasar pelayan nggak becus! Lihat, gara-gara kamu sepatu saya jadi kotor! " bentak tamu wanita yang menabrak pelayan itu.
Pelayan itu menatap tamu wanita yang menabraknya, menggigit bibir bawahnya menahan amarah. Dia meraih pecahan piring dan meletakkannya di atas nampan.
"Kamu harus ganti rugi sepatu saya! Hei!" Tamu wanita itu menendang pelayan itu.
Pelayan itu tersentak duduk di lantai. Dengan mata merah pelayan itu mengangkat kepalanya menatap tamu wanita. ”Kamu sudah keterlaluan Anna. Kamu lah yang menabrak ku hingga terjatuh. Sekarang kamu masih menendang ku. Kenapa kamu selalu menyusahkan aku?" teriak pelayan itu.
Manajer restoran yang melihat keributan itu segera menghampirinya.
“Kamu benar-benar nggak apa-apa kan, Sya?" tanya Krista.
”Tidak apa-apa, ini hanya noda kue. Lebih baik kita lihat dulu mereka," kata Natsya menatap ke dua orang yang sedang berdebat.
Krista dan Linda melihat keributan itu dan setuju. Ketiganya lalu berdiri dan menghampiri.
"Ada apa ini?" tanya Krista.
”Nona, mohon jangan pecat saya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini," mohon pelayan itu berlinang air mata.
Jika dia di pecat, bagaimana dia bisa membiayai pengobatan ibunya?
Ini adalah pekerjaan bergaji tinggi yang dia dapatkan dengan susah payah. Kenapa Anna harus mengacaukan pekerjaan kali ini?
Keduanya adalah saudara dari ayah yang sama. Dia tidak mengerti kenapa Anna begitu memusuhinya.
Apakah salahnya jika harus menjadi anak haram? Dia tidak bisa memilih di mana dia akan dilahirkan. Jika memungkinkan dia tidak mau menjadi anak haram.
Natsya menatap wajah pelayan wanita itu dan merasa pernah melihatnya. “Siapa nama kamu?" tanya Natsya.
Pelayan itu menghapus air matanya dan melihat ke arah Natsya. ”Nama saya Liona, Nona." Liona melihat noda coklat di lengan baju Natsya dan buru-buru meminta maaf. "Maaf, Nona, gara-gara saya baju Anda jadi kotor. Saya pasti akan mengganti rugi baju Nona."
Natsya ingat di mana dia pernah melihat wajah wanita itu. Dia lalu menatap tamu wanita, wajah yang familiar juga. Natsya mengenal siapa keduanya.
“Kenapa kamu bekerja sebagai pelayan di restoran? Apakah keluarga kalian kekurangan uang?" pertanyaan terkhir Natsya tanyakan pada Anna.
”Ibu saya sedang sakit dan membutuhkan uang untuk berobat. Jadi, saya mohon jangan pecat saya," ungkap Liona.
__ADS_1
"Kamu bekerja sebagai pelayan, tapi dia berpakaian bagus dan makan di restoran mahal. Bukankah kalian bersaudara?" tanya Natsya bingung.
Anna dan Liona tercengang mendengar ucapan Natsya.
“Kamu kenal mereka?" tanya Linda pada Natsya. Bukannya Natsya hilang ingatan? Bagaimana dia bisa tahu kedua orang ini?
”Aku tidak mengenal mereka. Tapi, aku tahu sedikit tentang kedua gadis ini," jawab Natsya.
Pikiran Natsya masih polos tidak mengerti hal-hal mengenai perselisihan keluarga. Sudah jelas kedua orang ini saling bermusuhan. Pertanyaan Natsya pasti menusuk hati wanita itu. Pikir Linda melihat wajah tamu wanita yang jelek.
"Kamu jangan asal bicara ya! Dia bukan saudaraku!" teriak Anna marah.
Natsya menggelengkan kepalanya. “Kenapa kamu berteriak padaku? Aku tidak salah bicara," bantah Natsya.
Krista menatap Linda mencari tahu ada apa dengan Natsya. Kenapa dia tiba-tiba bertindak seperti ini? Tidak seperti hal yang akan dilakukan Natsya sama sekali.
Krista yang tidak mengetahui kehilangan ingatan Natsya merasa bingung dengan perilaku Natsya.
Linda menggelengkan kepalanya. Natsya saat ini bukan Natsya yang dulu dingin dan cuek, acuh tak acuh akan segala hal. Natsya sekarang pikirannya penuh dengan rasa ingin tahu, sama seperti anak kecil.
Aduh, bagaimana ini? Batin Linda.
”Kamu tidak menyukainya, membencinya, karena itu kamu melakukan hal ini padanya?" Natsya mengingat hal-hal yang di terima mommy oleh wanita yang ingin merebut daddy dari mereka.
Perilakunya sangat mirip dengan wanita ini, suka menghina dan membully mommy. Natsya tidak menyukai wanita seperti itu. Wanita ini tidak cocok menjadi saudaranya.
“Siapa kamu menanyai aku seperti ini? Terserah aku mau melakukan apa padanya. Dia pantas mendapatkannya," balas Anna.
Krista marah mendengar ucapan Anna. ”Kamu tidak berhak tahu siapa dia. Sebaiknya kamu keluar dari restoran saya sekarang juga sebelum saya memanggil penjaga keamanan!" teriak Krista.
Anna menatap Natsya dan Liona dengan marah, kemudian berbalik meninggalkan restoran.
“Kamu kembali bekerja. Saya tidak akan memecat kamu," kata Krista pada Liona.
”Terima kasih, Nona."
“Natsya, pakaian kamu kotor. Aku punya pakaian ganti di mobil yang masih baru. Bagaimana kalau kamu ganti dengan itu," ucap Krista.
”Oke. Terima kasih Krista," ucap Natsya.
×××××
__ADS_1