
Bu Ely bergegas menuju dapur dan segera membuka bungkusan berisi sate ayam dan ikan bakar dan menghidangkannya di depan Alfian yang sedang makan. Alfian nampak keheranan, melihat betapa banyaknya lauk di depannya. Tumben hari ini makan dengan lauk sebanyak itu. Banyak macamnya lagi. Bu Ely hanya tersenyum melihat mata Alfian melirik ke sana kemari.
"Sudah, enggak usah tanya di mana ibu mendapatkan semua ini. Kamu makan saja, sekali-kali bolehkan kita makan mewah," kata bu Ely mendahului sebelum Alfian menanyakannya. Diapun kemudian ikut makan bersama Alfian.
"Assalamualaikum."
Terdengar salam dari arah luar. Alfian dan bu Ely terdiam, ingin memastikan bahwa salam yang terdengar memang ditujukan untuk mereka.
Ucapan salam kembali terdengar kedua kalinya. Bu Ely bangkit dan segera melangkah ke arah suara. Seorang gadis muda terlihat di halaman rumah. Gadis itu tersenyum ketika melihat Bu Ely keluar dari rumah.
"Eh, Nak_" kata bu Ely sambil berusaha mengingat nama gadis di depannya.
"Emi Bu," kata Emi menyambut. Bu Ely tersenyum.
"Oh ya Nak Emi. Ibu jadi lupa, maklum ketemunya baru sekali," kata bu Ely sambil menunjuk Emi.
__ADS_1
Emi menyodorkan tangannya hendak menyalami bu Ely tapi bu Ely buru-buru menarik tangannya.
"Aduh maaf Nak Emi, ibu belum cuci tangan. Tangan ibu bau amis," kata bu Ely setengah malu. Tapi Emi tetap meraih tangan bu Ely dan menciumnya.
"Mari masuk ke dalam nak, gak enak berdiri di luar," kata bu Ely mempersilahkan masuk.
"Gak usah Bu, saya buru-buru. Saya mau ke pondok. Saya kesini hanya mau mengucapkan terimakasih karna ibu sudah menyimpan buku saya kemarin."
"Ucapan terimakasihnya kan udah kemarin. Tapi gak apa-apa, ibu senang Nak Emi mau mampir lagi ke rumah ibu,"
"Aduh, Apa ini Nak, kok repot-repot sih," kata bu Ely. Awalnya ia mendorongnya kembali tapi Emi terus berusaha agar bu Ely mengambilnya.
"Saya sudah niat memberikannya sama ibu, jadi saya harap ibu tidak menolaknya. Bu, kapan-kapan saya main lagi kesini kalau ada waktu. Tapi sekarang saya pamit dulu, mau ke pondok." Emi meraih tangan bu Ely dan menciumnya. Bu Ely tiba-tiba memegang kepala Emi dan mencium keningnya. Emi hanya tersenyum.
"Datanglah kapan-kapan. Pintu rumah ibu selalu terbuka," kata bu Ely.
__ADS_1
"Terimakasih Bu. Mari Bu, assalamualaikum," kata Emi pamit dan pergi diiringi pandangan kagum bu Ely.
Setelah tubuh Emi menghilang dari pandangannya, Bu Ely kembali masuk dan menemui Alfian yang masih belum menghabiskan makanannya di dapur. Dia sengaja makan pelan agar bisa menemani bu Ely menghabiskan makanannya, setelah beberapa saat menemui seseorang di luar rumah. Bu Ely yang ditunggu malah sibuk membuka oleh-oleh yang tadi diberikan Emi.
"Ibu COD apa lagi itu," tanya Alfian ketika melihat ibunya mencoba membuka bungkusan berwarna hitam. Bungkusan itu disegel terlalu rapat, membuat bu Ely kesulitan membukanya. Melihat itu, Alfian segera mencuci tangannya. Pisau yang terselip di rak piring diambilnya dan mulai memotong lakban yang mengikat bungkusan.
"Ini seperti paket yang biasa dipesan lewat online. Beli jarak jauh Bu, lewat internet. Ibu hebat, sudah bisa pesan barang lewat internet," kata Alfian menggoda ibunya.
"Ibu enggak ngerti. Ini tadi di kasih sama nak Emi. Itu, anak yang kemarin ketinggalan bukunya,"
Alfian terdiam . Jantungnya seketika itu juga berdegup kencang. Ternyata gadis berkerudung putih adalah tamu ibunya beberapa saat tadi. Ia merasa menyesal telah melewatkan kesempatan melihat gadis pujaannya. Alfian bertambah kaget ketika melihat isi bungkusan yang dibukanya ternyata tiga ikat cumi kering.
"Kok nak Emi tahu ya kesukaan kamu. Kok dia tahu juga kalau stok cumi di rumah sudah habis. Baru saja ibu berencana mau ke pasar untuk beli cumi kering,eh cuminya datang sendiri. Barangkali kamu berjodoh nak," ledek bu Ely sambil mencubit dagu Alfian.
Alfian tersenyum. Entah berapa kali terucap kata Amin dalam diamnya. "Ya Allah, kabulkanlah doa ibu Hamba," doa Alfian dalam hati.
__ADS_1
Cuaca di atas langit desa terlihat mulai gelap. Mendung yang tadi masih terlihat di kejauhan sudah tiba dan memenuhi langit. Rintik-rintik hujan mulai terdengar di atas genteng rumah. Semakin besar dan hujan terdengar deras.