
Hari berganti hari. Waktu terus bergulir. Hidup seperti roda yang berputar, bergantian di atas dan dibawah. Pristiwa dalam hidup semuanya menyimpan hikmah. Ketika saat ini hidup sedang terpuruk, menghibur diri dengan prasangka baik,tentang sesuatu berharga yang disimpan Allah untuk kita adalah cara untuk senantiasa bersyukur atas nikmat hidup. Juga sebuah cara memanage luka dan kesedihan dunia.
Apa yang tidak bisa kita raih jika hubungan kita dengan Tuhan terjaga dengan baik?
Shalat adalah tali cinta Allah kepada hamba-Nya. Shalat adalah sebenar-benarnya hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Jika seorang hamba tak lagi memperhatikan shalatnya, maka ia telah memutuskan hubungan itu dengan sendirinya. Dan jika hubungan itu telah terputus, mau seperti apa lagi cara kita memanggil-Nya?
Dengan kasih sayang-Nya yang maha luas, Dia hanya meminta kita untuk beribadah kepada-Nya sebagai bentuk penghambaan manusia kepada-Nya. Tapi waktu yang kita habiskan semuanya untuk dunia dan keinginan kita yang tanpa batas.
Alfian dan Emi telah menganggap shalat sebagai kebutuhan hidup mereka. Mereka berdua terus menerus menyambung hubungan itu walau sesekali hendak putus akibat ujian dan putus asa yang mendera hidup.
Tepat sebulan sejak pertemuannya dengan Alfian, Emi akhirnya memberanikan dirinya berterus terang kepada kedua orang tuanya tentang hubungannya dengan Alfian. Bahkan ia menangis terlebih dahulu di hadapan pak Marwan dan bu Marwan agar menerima Alfian sebagai pasangan hidupnya. Tak lupa ia menceritakan semuanya kepada keduanya, tentang istiharah panjangnya, tentang mimpinya dan tentang keadaan Alfian.
__ADS_1
Ketika ia mendapatkan undangan pernikahan dari ustadz Mohammad Alqof dan sahabatnya Nurhalimah, ayah dan ibunya tampak bingung. Mereka menganggap Nurhalimah telah mengkhianati anaknya. Tapi Emi berusaha menjelaskan bahwa dialah yang menolak ustadz Mohammad Alqof.
Ketika ia memberanikan diri membawa Alfian ke rumahnya untuk diperkenalkan kepada ayah dan ibunya, ibunya sempat menangis tersedu-sedu menyaksikan Emi begitu bahagia bersama Alfian.
Bu Ely pun tidak menyangka anaknya yang cacat dan buruk rupa bisa menaklukkan hati Emi. Walaupun ia sangat berharap dan bercita-cita punya menantu seperti Emi, tapi ia tidak ingin anaknya jadi bahan olokan para tetangga. Sudah berkali kali ia meminta Alfian untuk tidak lagi berhubungan dengan Emi. Ia merasa tak tega jika ia hanya akan jadi cemoohan orang banyak.
Sejak itu Alfian jadi banyak merenung di dalam kamarnya. Ia kembali menjadi pemurung. Ia pun kembali banyak menghabisi waktunya di bangunan tua. Dan akhirnya ia sempat menyerah. Ia mulai menghindar dan tak pernah mengaktifkan hp nya.
Tidak hanya itu, bu Ely pun mendatangi pak Marwan dan bu Marwan saat Emi tak ada di rumah. Dia meminta bu Marwan dan pak Marwan tegas menolak pernikahan itu.
Karir Alfian sebagai penulis novel meningkat, Ia dikontrak sebagai penulis tetap di salah satu surat kabar dan beberapa majalah remaja terkemuka.
__ADS_1
Dengan penghasilan yang besar, Alfian berhasil membeli bangunan tua bertingkat yang ia sulap sebagai tempat penampungan anak yatim dan anak terlantar. Ia juga menghadiahkan sebuah mobil pengangkut air untuk mertuanya.
Saking kayanya Alfian, ia sempat meminta ijin pada Emi untuk melakukan operasi pada wajahnya, dengan alasan agar Emi dan anak-anaknya kelak tidak malu melihat wajahnya, tapi Emi menolak karna merasa akan kehilangan sosok suaminya saat pertama kali bertemu.
"Jika nanti mereka ingin melihat wajah ayahnya yang sebenarnya, cukup melihatnya di photo," kata Emi saat menolak keinginan Alfian.
Setahun setelah pernikahan mereka, mereka di karuniai seorang anak perempuan cantik yang mereka beri nama "Berlian".
Kita tercipta dari tanah dan titah Tuhan untuk kita adalah untuk menunduk dan bersujud serendah-rendahnya ke asal kita tanah. Menunduk penuh kerendahan diri dan bersujud untuk penyembahan pada Sang Khaliq. Agar kita selalu ingat bahwa kita berasal dari tanah yang kita injak.
Semua makhluk diciptakan Tuhan berpasang-pasang. Tidak usah takut tidak bisa menemukan belahan hidup, seburuk apapun rupa dan keadaanmu. Sifat dasar manusia cendrung menyukai hal yang tampak baik. Mereka akan lebih dulu tertarik dengan paras yang bagus rupawan dan tubuh yang indah.
__ADS_1
Jika kau punya wajah yang buruk, kau masih bisa mengandalkan bagusnya fisikmu. Jika kau tak memilikinya juga, kau masih punya kekayaan untuk memiliki apa saja yang kamu mau. Jika kamu tak memiliki satupun dari itu, kamu masih punya hati. Dan itu bisa kamu gunakan untuk memiliki apapun di dunia ini, melebihi apa yang bisa dilakukan orang-orang yang memiliki kekayaan dan kekuasaan. Kamu akan menjadi raja dunia akhirat.
Berjalanlah dengan tenang dan lihatlah Sang Pencipta disetiap pandangan yang kamu arahkan, maka kamu tidak akan mendengar apapun yang membuatmu terluka. Sadarkan dirimu bahwa kamu dan semuanya pada akhirnya akan meninggalkan dunia yang dibangga-banggakan. Amatlah berat pertanggung jawaban di sisi Tuhan. Dia mencintai dalam bentukmu yang tak sempurna. Maka jalani dengan sabar dan tenang sampai Tuhan memanggilmu menghadap-Nya.