Seperti Senja Bagiku

Seperti Senja Bagiku
Karna Itu Percuma!!!


__ADS_3

Seorang remaja yang masih menggunakan seragam putih abu-abu menarik paksa seorang gadis yang bahkan seragam yang sama dengannya.


Dari lapangan sekolah yang harusnya saat ini berlangsung upacara seperti biasanya di hari senin. Gadis itu meronta,memukul lengan sang pria dengan tangan kirinya mencoba melepaskan tangan tanpa harus menimbulkan keributan agar tidak menarik perhatian murid yang lainnya.


" aku bilang masuk sekarang!!!"bentaknya dengan penuh amarah,rahangnya mengeras dan mata yang menatap tajam saat sudah sampai di parkiran tepat di depan mobilnya.


"kak,sakit tangan aku.please,lepasin!!!"


mohonnya,tapi tak di gubrisnya sama sekali. bahkan dia malah mendorong masuk gadis itu kedalam mobil sampai kepalanya terbentur.


" auw....." ringisnya kesakitan mengusap kepalanya. Baru saja mengusap kepalanya yang sakit,mantan ketua osis itu kini sudah duduk di sampingnya mengunci mobilnya dari dalam agar gadis yang di sebelahnya tidak kabur.


"kakak mau apa sih,aku mau masuk kak hari ini aku ada ulangan"ucapnya yang masih mengusap kepalanya. Laki-laki yang kini memegang setir itu segera melajukan mobilnya keluar dari halaman sekolah dia hanya melotot tajam kearah sebelahnya sebagai jawaban.


Pukul 06.45,pintu gerbang masih belum tertutup dan masih menunggu kedatangan siswa siswi itu.Namun mantan ketua osis itu malah pergi bolos membawa gadis yang notabene adalah adik kelas yang hanya beda satu tingkat dengannya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,amarahnya masih di ubun-ubun kepala. Sementara gadis yang di sebelahnya tidak berani melihat bahkan bicara lagi,kini ia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"sebenarnya dia mau apa,sial kepalaku sakit sekali...!!!".umpatnya dalam hati sambil menarik nafas panjang kemudian di hembuskannya,karena mungkin dengan begitu rasa sakitnya akan sedikit berkurang.


Kepalanya semakin pusing,kini dia sudah tidak peduli lagi entah mau dibawa kemana saat ini. Bukan karena tak berani melawannya hanya saja kepalanya masih terasa sakit dan pusing,oleh karna itu dia lebih memilih diam.


Baru 15menit mobilnya melaju di jalanan,hujan turun dengan sangat deras dan udara terasa sangat dingin. "kenapa turun hujan sekarang,kasihan kan kalau begini upacara pelantikannya akan di tunda".ucapnya lirih namun masih bisa terdengar di telinga orang yang duduk di sebelahnya.


Pria itu fokus menyetir sesekali melirik kesamping saat lampu berubah warna merah untuk memperhatikan gadis yang kini hanya diam saja. Baru saja ingin marah mendengarkan perkataannya yang khawatir akan pelantikan ketua osis baru yang gagal karena hujan,namun amarahnya berubah menjadi senyum manis yang tak terlihat.


Gadis yang bertuliskan NADIRA BRAMASTA di nametage seragamnya tertidur. Lucu bukan,orang disampingnya menahan amarah padanya tapi nadira malah tertidur.


"Dasar gadis bodoh,awas saja kalau kau masih saja dekat dengannya,maka akan kubuat kau menyesalinya". gumamnya dalam hati.


"sebaiknya aku beli cemilan untuk disana". katanya melepas seatbelt nya dan berlari masuk ke dalam minimarket.


Nadira membuka matanya saat mendengar suara pintu mobil ditutup.memikirkan perkataan mantan ketua osis itu.


...sebaiknya aku beli cemilan untuk disana...

__ADS_1


"memang dia mau mengajakku kemana" pikirnya.


ya,sebenarnya dia hanya pura-pura tidur untuk mengurangi rasa sakit kepalanya ditambah lagi perutnya pun ikutan melilit kesakitan. Tak ingin menyia-nyiakan waktu,ia pun segera keluar dari mobil meski kini hujan sudah membasahi tubuhnya.


Didalam minimarket dia terus saja memperhatikan mobilnya,benar saja saat di depan kasir minimarket dia melihat nadira kesusahan melepat seatbelt yang melingkar di pinggangnya.


"maaf kak,ini seratus rupiahnya boleh di donasikan"


Vikri langsumg menyambar barang belanjaannya berlari meninggalkan kasir.


"ambil saja semuanya!!" teriaknya berlari meninggalkan minimarket untuk mengejar nadira yang sudah berlari keluar dengan hujan yang mengguyur tubuhnya.Dia melempar barang ke kursi belakang mobil.


"NADIRA !!!" triak pria itu,namun yang dikejar tidak peduli dengan suara panggilan mantan ketua osis itu. Karena terlalu fokus untuk pergi sampai-sampai dia tidak perduli dengan jalanan kanan kiri.


mobil melaju dengan kencang bersamaan dengan nadira yang berlari. suara klakson terdengar nyaring,untung saja pria yang tadi mengejarnya berhasil menariknya dalam pelukannya dan menghindari tabrakan itu.


"jangan pernah berpikir kabur ataupun lari dariku,karna itu percuma....!!!" bisiknya tepat disamping telinga nadira,karena posisinya mereka berpelukan.

__ADS_1


" kak-Vikri....!!!"


__ADS_2