
"o....,tolong katakan pada vikri nanti malam ada acara keluarga tolong suruh dia pulang" ungkap vian.
"tin...tin..." klakson mobil yang di naiki andi sudah berbunyi.
"iya,baiklah" meninggalkan vian yang masih diam di tempat melihat kepergian mereka.
Dua sahabat itu sudah memasuki kawasan apartment dimana unit vikri berada.
"treeeeeet....treeeeet" andi meneka bel sebanyak dua kali namun tak ada jawaban. Dia pun bergegas menelpon vikri,baru saja warna hijau ia geser dilayar ponselnya pintu terbuka.
"brengsek loe...gue pencet-pencet ni bel ampek nunggu lama gak keluar-keluar,emang ngapain aja sich bro sama si nadira" kata andi yang kesal karena menunggu lama di depan pintu.
"sorry,gue baru bangun tidur" jawab vikri yang masih dengan suara khas bangun tidur.
"gimana nadira,udah jebol belum "goda andi lagi, Rico yang mendengar hanya bisa geleng-geleng kapala
"Dasar gila,otak loe itu kotor banget. Gua cuma manfaatin dia aja buat hancurin vian,justru hari ini gue yang apes"wajah pias vikri saat mengingat kejadian pagi tadi.
__ADS_1
"o ya bro,tadi gue ketemu vian. Dia bilang lo suruh pulang kerumah,ada acara keluarga katanya" yang kemudia duduk di depan televisi guna memasang game .
"hem,iya. Bokap udah nelpon tadi"
"nich!!!!"lempar andi yang tak lain adalah tas dan ponsel nadira.
Vikri yang mendapt lemparan pun dengan sigap menangkapnya. penasaran dengan isinya,ia pun berniat membuka tas itu.
"paling juga isinya kosmetik sama dengan ciwi-ciwi yang ngejar loe" kata andi yang mendudukan dirinya tepat di sebelah rico untuk bersiap main bersamanya.
vikri yang mendengar kedua ucapan sahabatnya itu pun langsung membuka tas nadira,ingin membuktikan sendiri apa saja isi didalamnya.
"kreeek" vikri menganga takjub melihatnya. Banyak buku didalamnya serta ponsel yang menyala.
Diambilnya ponsel itu,nampak foto nadira yabg begitu manis dengan menampakan lesung pipinya. Ada begitu banyak panggilan,lebih tepatnya 32panggilan tak terjawab dan 44 pesan tak terjawab.
"kira-kira perempuan biasanya pakai sandai ponsel apa ya?"rasa penasarannya membuncah ingin melihat deretan pesan dan panggilan itu.
__ADS_1
"tanggal lahir pacar,tanggal jadian"jawab andi
"ehm kalau liat typical nadira kayaknya gak dech,dia akan pilih tgl lahir saudara atau orang tuanya mungkin"sahut rico.
Membayangkan wajah papa dan kakaknya nadira membuat nyali vikri menciut,ia pun pasrah tidak bisa membukanya. Sampai akhirnya matanya tertuju pada sebuah buku novel di dalam tas nadira.
Ada batas penanda saat dibuka novel itu saat dimana seorang pria mendamba wanitanya.
"*Can't you...break up with him*?"
"*Can't I .... take his place?"
"Or,you could go on loving him and live while being next to me*...."
Entah mengapa tulisan itu seolah menunjukkan ungkapan perasaannya saat melihat Nadira tertawa bersama Vian. Ingin rasanya ia berada pada posisi itu dan melihat nadira tertawa kepadanya.
"tidak... cinta dan hatiku sudah mati, kali ini tujuanku hanya menghancurkanmu vian,kau sudah mengambil ayahku dan karena ibumu juga ibukupun meninggal. Aku sudah mati rasa"gumamnya yang kemudian menutup mata dan buku dalam genggamannya.
__ADS_1
......*Apa itu cinta,saat ibukku yang begitu mencintainya* *penghianatan lah yang jadi jawabannya.......
Aku tak ingin mengenal cinta,hatiku sudah beku. Wanita hanya bagian dari permainanku untuk mengahncurka mu dan ibumu.Aku hanya ingin kau merasakan apa yang ibuku rasakan,saat terluka karena cinta*...