Seperti Senja Bagiku

Seperti Senja Bagiku
calon tunanganku


__ADS_3

"lain kali jangan dekat dengan pria manapun,atau aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi terhadapmu"sedikit berbisik di telinga nadira,lalu melepaskan kungkungannya dan pergi meninggalkan nadira yang masih berdiri mematung ditempat yang sama.


"kemarin dia tidak melakukan apapun,aku yakin itu"batinnya yang mencoba tenang dan berjalan menuju kelasnya.


"dasar pria gila"umpatnya kesal melihat orang yang tadi membawanya, kini sudah berlalu pergi.


"Puk ". Tepukan keras di pundaknya,membuatnya menoleh seketika.


"ica... ngagetin aja lu,tambah bikin kesel jadinya"gerutu nadir


"kenapa sich?". tanya nya penuh keheranan,lantaran sikap sang sahabat yang beberapa hari tidak masuk sekolah."masih sakit?" tangan sang sahabat kini berada tepat di dahi nya.


"apa'an sich!!!"ditepisnya tangan ica. "aku udah sembuh,cuma lagi kesel aja". sambil berjalan menuju kelasnya.


Aktifitas pelajaran berjalan seperti biasanya,gerutuan para siswa saat mendapati ulangan dadakan,serta canda tawa godaan dari murid ke guru sudah biasa terjadi di tiap pelajaran. sampai akhirnya bel istirahat membuat para siswa bersorak ria mendengarnya.


"nad,ke kantin atau mau ke perpus?" tanya ica merpikan bukunya masuk ke dalam tas.


"kantin aja ya laper".


Sepanjang perjalanan menuju kantin,ica menceritakan tentang orang yang ia sukai. Sementara Nadira masih enggan membicarakan masalah pribadinya kepada sang sahabat hingga akhirnya dia memilih menjadi pendengar yang baik .


Dua gadis yang awalnya nampak biasa,saling berbincang dan tertawa bersama sempat terhenti karena sapaan seseorang dari jauh yang berlari mendekat ke arahnya.


"nad..." panggilnya dari kejauhan


"kak vian" lirihnya terdengar oleh ica yang berada di sampingnya.


"kamu samperin aja dech,aku pesan makan dulu. Seperti biasa kan?" tanya ica memastikan,setelah mendapati angguka sebagai jawaban nadira ia segera berjalan lebih dulu ke kantin dan memesan makanan.


Ica tau,kakak kelasnya kan vian menaruh hati pada sahabatnya nadira,oleh karenanya dia membiarkan mereka bicara berdua. sungguh teman yang begitu pengertian...😅😅😅.

__ADS_1


"iya,ada apa ya kak?"


"ehm,gak kok. cuma pingin bareng aja ke kantin". jawabnya enteng dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"oh..." hanya jawaban itu saja yang keluar dan terpikirkan oleh nadira. Bukannya dia tidak tau tentang gosip yang beredar di kalangan siswa osis dan teman-temannya mengenai perasaan vian padanya,hanya saja bagi nadira itu tidak mungkin karena vian memperlakukannya sama seperti vian memperlakukan orang lain.


Mereka pun berjalan beriringan hingga sampai dimana tempat ica duduk menunggu. Teman-temannya saling berdehem dan memperhatikan dengan senyuman yang terasa aneh,ada yang tersenyum atau bahkan tak sedikit pula yang menyindir.


"cie... cie... jangan lupa PJ pokoknya..."


"masih cantikan gue kemana-mana"


Begitulah suara-suara yang meng-interupsi mereka di dalam kantin sekolah. Nadira lebih memilih menulikan telinganya dari ucapan mereka dan hanya menanggapinya dengan senyuman.


"kamu udah pesen makanan nad?"


"udah kak,tadi udah titip sama ica. Kakak pesan aja dulu,kita tungguin disini sambil jagain tempat duduk buat kakak.hehehehehehe" cengirnya yang sudah duduk disebelah ica.


"kamu udah jadian sama kak vian?" dengan menaik turunkan alisnya ia sedikit mengintrogasi sahabatnya itu.


"gak kok,sapa juga yang jadian"jawabnya dengan enteng dan tanpa beban. Ica masih menelisik mata nadira dengan seksama,namun na'as nya tidak ada kebohongan yang terpancar dari mata maupun ucapannya hingga seseorang tiba-tiba datang dan duduk tepat di tengah antara nadira dan ica. kursi kantin yang panjang seperti kursi yang ada di warung pada umumnya dan memungkinkan bisa menampung tiga hingga empat orang untuk bisa duduk bersama.


'Jleb'


"bisa geseran" dengan nada sedikit ketus dan gaya ponggahnya dia menyuruh seseorang yang tak lain menyuruh ica untuk bergeser.


"apa'an sich kak,kakak tu yang harusnya minggir". dengan nada tak kalah sarkasnya ica membalas ucapan Vikri.


Orang yang ada di tengah mereka adalah vikri,setelah mendengar riuh dari para teman dan adik kelas karena kedatangan vian dan nadira bersamaan di kantin membuat darahnya sedikit mendidih.


"gue kan gak ngusir elo,cuma bilang geser dikit. apa sich susahnya".

__ADS_1


"sudah jangan ribut,malu di liati teman-teman".nadira lebih memilih berdiri dan akan berpindah tempat duduk di depannya.Bukan karena malu ribut,tapi lebih tepatnya ia ingin menghindari sama yang namanya kak vikri.


Baru juga nadira berdiri dan akan berjalan untuk pindah tempat,vikri sudah melotot tajam pada ica. Jangn di tanya lagi ica yang mendapati tatapan tajam itu sedikit takut.


"iya, iya gue geser" jawabnya kesal,kemudian bergeser dan berpindah tempat ke samping sebelah nadira.


Vian nampak heran melihat vikri yang sudah duduk anteng dengan posisi vikri,nadira kemudian ica.


"kak vian,bisa duduk di samping ica. masih muat kok"jawabnya tersenyum karena sedikit tak enak hati pada vian.awalnya dia yang menawarkan diri untuk menjaga tempat duduk untuknya namun sekarang malah di tempati oleh kak vikri.


"atau kak vikri mau pindah duduk sama teman genk nya mungkin?" ica sedikit menyindir,berharap mantan ketua osis itu bisa pindah duduk bersama genknya yang kini duduk di hadan mereka.


"gak gue duduk sini aja,apa salah kalau gue duduk sama calon-"


"gak pa pa kok ca,kak vian duduk di sebelah teman kak vikri aja" potong vian yang tau kemana arah ucapan vikri. ia tak mau semua orang tau kalau sebentar lagi nadira adalah tunangan vikri.


Vian masih berharap kalau rencana perjodohan itu dibatalkan sebelum semua orang mengetahuinya.


"ah kak vian,baik banget dan pengertian dech".sanjung ica dengan senyuman lebar tak elak membuat vikri and the genk berdecak sebal,sedangkan nadira hanya diam saja menunduk menikmati makanannya.


"aku sudah selesai makan,kalian silahkan lanjut aja ngobrolnya. aku mau pergi ke perpus". nadira merasa jengah dan ingin segera pergi menghindari vikri.


"habisin dulu makanan kamu" ucap vikri tanpa melihat ke arah nadira,ia hanya nenatap piring yang masih menyisakan makanan.


"aku udah kenyang,mau lanjut ngerjain tugas karna gak masuk sekolah kemarin". ucapnya permisi meninggalkan mereka.


Vian berniat ingin menyusul nadira,namun vikri langsung berdiri mencondongkan badannya ke arah vian.


"jangan ganggu calon tunanganku!!!" ia mengatakan dengan lirih namun penuh penekanan diakhir kalimat yang bisa di dengar oleh vian dan teman yang semeja dengannya.


Tubuh vian menegang,kata-kata inilah yang tak ingin dia dengar sedari tadi. jangan di tanya lagi soal teman mereka yakni ica,andi dan rico mereka menatap cengo akan apa yang didengar barusan.

__ADS_1


__ADS_2