
"jangan harap kau bisa lolos dengan mudah!!!"batin niko
"aku bisa mati hari ini di tangan papa!!!!tidak,pokoknya aku harus lolos dari masalah ini secepatnya!!!"
"treeet.....treeeet...."
Suara bel pintu berbunyi,rani segera membukakan pintu.Nampak seorang wanita menyerahkan paperbag berisi pakaian sesui dengan yang di pesan rani.
Suasana sunyi senyap,tanpa ada obrolan membuat rani semakin cepat melangkahkan kakinya untuk segera memakaikan pakaian pada nadira dan segera keluar dari situasi ini.
"Siapa namamu??"tanya adiguna
"Vikri"jawabnya datar
"kau teman sekelas nadira?"
"aku kakak kelasnya" mendapat anggukan dari adiguna ta da dia mengerti
"apa kau pacar atau kekasih anakku?"
"BUKAN!!!"jawab perempuan yang masih terlihat lemah keluar dari kamar,berjalan menghampirinya.
"bukan pap,dia bukan pacar,teman,sahabat ataupun kekasihku. Dia hanya MANTAN KETUA OSIS"Jawabnya sambil menekan kalimat pada kata-kata terakhirnya.
"nad kau ini kenapa,bukankah kakak tadi sudah mengantarmu kesekolah"uneg-uneg yang sedari tadi dia tahan karena tak mau disalahkan sang papa,terlebih lagi melihat kondisi adiknya seperti ini.
"ehm... sebenarnya hari ini adalah pelantikan ketua osis yang baru dan ada beberapa barang yang harus kami beli. Saat membeli barang karena tak melihat jalan saat menyebrang dia menyelamatkanku saat hampir tertabrak,kebetulan tadi hujan turun dengan deras" sementara nadira berbicara panjang lebar,vikri hanya mentapanya cengo.
"hebat,aku bisa keluar dari masalah ini tanpa harus berbuat banyak hal"pikir vikri
"wah hebat ya,ini seperti serial hindia atau drama korea"celetuk niko yang seperti sindiran.
__ADS_1
"papa,kepala nadira pusing.kita pulang yuk!!" ajak nadira yang kemudian di angguki oleh papa dan kakaknya.
Mereka pun keluar dari unit milik vikri,tubuh nadira sungguh-sungguh lemah.
"sini kakak gendong"tawar niko dan benar saja nadira langsung meloncat dalam pelukan sang kakak.
"ih... tubuhmu sekarang berat,kau harus diet"goda sang kakak
"kak...." rengek nadira
Saat sudah di depan lobby,mobil pun sudah terparkir tepat di depan mereka siap mengantar untuk pulang.
"kalian pulanglah dulu,papa mau bicara dengan mbak rani di ruangan papa,o ya niko kau hubungi dokter suruh dia datang kerumah dan ingat jangan katakan apapun pada mama mu soal kejadian hari ini"angguk niko mengerti.
"sial...sial...sial !!!"umpat vikri yang merasa kalah telak.
"ayah" ucap nya saat melihat ponsel bergetar dengan nama sang ayah yang terlihat.
"halo"
(\*\*\*\*)
__ADS_1
"hem ,iya".panggilan itupun berakhir,ia pun lebih memilih melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. Dinyalakannya AC di ruang kamarnya,aroma parfum nadira melekat di selimut dan ranjang tidurnya.
"harum dan menenangkan,dia sudah menolongku hari ini" gumamnya dengan memeluk bantal yang tadi di gunakan nadira.
Nadira dan kakakknya sudah sampai di rumah,untung mamanya sedang keluar jadi tak ada keributan yang ditimbulkan.
Dokter keluarga sudah memeriksa keadaan nadira dan memang benar gadis itu demam dan sedikit flu di tambah lagi asam lambungnya meningkat.Obat dan vitamin sudah di berikan,paling tidak dia harus istirahat sedikitnya 2hari untuk pemulihan.
Hari sudah sore,pelajaran tambahan bagi siswa kelas tiga sudah berakhir. Sahabat vikri bersiap untuk pulang mengantar tas nadira ke apartment vikri.
"andi... Rico...." teriak seorang pria berlari menghampirinya.
"ada apa"jawab malas andi
"kalian mau kemana??"andi pun memutar bola matanya malas sekali menjawab pertanyaan vian,ia pun langsung masuk kedalam mobilnya tanpa menjawab.
"ke apartment vikri"sahut rico dengan senyuman.
"o....,tolong katakan pada vikri nanti malam ada acara keluarga tolong suruh dia pulang" ungkap vian.
"tin...tin..." klakson mobil yang di naiki andi sudah berbunyi.
__ADS_1
"iya,baiklah" meninggalkan vian yang masih diam di tempat melihat kepergian mereka.