Seperti Senja Bagiku

Seperti Senja Bagiku
BARENG


__ADS_3

Mentari bersinar terang,cahaya mulai memasuki ruang kamar melalui sela-sela gorden kamar yang berwarna putih denga motif bunga yang berjaring-jaring.


"Hoam..."Nadira bangun mencoba menetralkan pandangan matanya.Minum segelas airputih yang sudah ada di atas nakas samping tidur menjadi rutinitas nadira sebelum masuk kamar mandi.


Selang 30menit dia sudah keluar kamar dalam keadaan sudah rapi menuju meja makan.


"pagi,ma papa"sapa nadira saat sudah duduk di kursi kebanggaannya.


"hari ini mau diantar papa atau mau bareng kak niko?" tanya nera sembari menuangkan nasi goreng di piring nadira.


"ehm....nadira bareng kak niko aja. Nanti biar kak niko turunin nadira di tempat biasa"jawab nya


"jangan naik angkot dulu,kamu baru aja sakit"gerutu nera.


"enggak ah ma,kalau bareng papa terlalu pagi. Masa',aku harus nemanin pak satpam. Ih... ogah"sambil menggelengkan kepalanya.


Papanya yang mendengar obrolan kedua wanita beda usia itu langsung menutup korannya mendengar dirinya adalah objek utama dari yang diperbincangkan.


"yakin mau naik angkot?"nadira mengangguk tanda meng-iyakan,karena kini dia sedang mengunyah makanannya.


"wah sayang sekali,padahal papa mau berangkat agak siang supaya bisa ngantar kamu"


"gak usah papa...."suaranya lembut namun tetap bernada manja.setelah menyelesaikan sarapannya mereka pun berpamitan pada kedua orang tuanya terlebih dulu sebelum masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"mama papa, nadira berangkat.daaaa....."pamit nadira berlari masuk kedalam mobil.


Sesuai permintaan nadira, niko menurunkannya di tempat biasa,pertigaan jalan yang sering dilalui oleh angkutan umum.


"kak, minta duit donk"ucapnya sebelum turun.


"tadi emang gak dikasih sama papa?"


"lupa minta"jawaban singkat nadira sudah biasa bagi niko,apalagi setiap diantar sampai pertigaan jalan ia selalu minta uang.


"dasar!!!alasan aja kamu itu dek"gerutunya merogoh dompet yang ada di saku celananya,tak lama tiga lembar uang berwarna merah dia serahkan pada adik kesayangannya itu.


"terima kasih oppa"dengan menunjukkan tangan bersimbolkan cinta seperti drama korea,serta di bumbui dengan senyuman manis. Hingga drama itu pun berakhir dengan niko yang sudah meninggalkannya sendiri menunggu angkot.


Baru beberapa meter berjalan melewati gerbang sekolah,nadira sudah di tarik oleh seseorang disana dan dibawa ke sudut sekolah dibelakang lapangan olahraga.


"apa mau kakak"tatapan sinis dan sikap to the point ia lontarkan pada pria yang sudah menariknya saat ini.


"maaf soal kemarin"lirihnya namun masih bisa didengar oleh gadis cantik yang dikungkung dihadapannya itu.


"emang soal apa"kernyitnya bingung dengan menaikkan alisnya.


"lain kali jangan dekat dengan pria manapun,atau aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi terhadapmu"sedikit berbisik di telinga nadira,lalu melepaskan kungkungannya dan pergi meninggalkan nadira yang masih berdiri mematung ditempat yang sama.

__ADS_1


"kemarin dia tidak melakukan apapun,aku yakin itu"batinnya yang mencoba tenang dan berjalan menuju kelasnya.


"dasar pria gila"umpatnya kesal melihat orang yang tadi membawanya, kini sudah berlalu pergi.


.


.


.


.


.


.


*apakah vikri mencintainya?*


masih belum tau,antara cinta ataukah hanya pelarian saja.


*apakah kisah ini sama dengan mereka yang awalnya benci bisa jadi bucin?


mungkin saja,

__ADS_1


__ADS_2