Seperti Senja Bagiku

Seperti Senja Bagiku
Bramasta Prov


__ADS_3

"bibirmu ingin sekali aku menciumnya".gumam vikri,namun dengan segera hal itu di tepisnya.


...ingat vikri fokus pada tujuanmu,gadis ini hanya sebagai batu loncatanmu....


"wajahmu begitu menenangkan saat tidur".akhirnya vikri merebahkan tubuhnya tidur di samping nadira selimut yang sama.


Di front desk,mbak rani yang sekaligus manager bagian unit VVIP mulai bingung memikirkan dua anak berseragam sekolah yang dia kenal dalam kondisi acak-acakan,Apalagi di jam sekolah yang mana mereka seharusnya belajar.


"anak muda jaman sekarang,mentang-mentang orang tua mereka kaya jadi seenaknya. Sudahlah...".menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi ke depan ruang rapat untuk menyambut para petinggi yang akan mengadakan pertemuan seperti biasanya di akhir bulan.


Niko bramasta,berjalan beriringan dengan sang papa ADIGUNA BRAMASTA menuju ruang rapat. Setelah laporan demi laporan sudah di sampaikan serta keuntungan yang memuaskan membuat mereka tak berlama-lama dalam ruang rapat,mengingat sebentar lagi jam makan siang,sedangkan papa dan anak itu harus segera datang ke tempat lain.



**Niko pro**v


aku NIKO BRAMASTA putra pertama dari **Adiguna bramasta dan Renata handoko**. Saat libur semester aku akan bekerja di kantor papa,seperti saat ini aku sedang menunggu wisuda karna aku sudah menyelesaikan sekolah S1. usiaku 22th dan punya adik perempuan namanya nadira bramasta,dia adalah kesayanganku.


Satu jam sudah rapat akhirnya selesai,para pemegang saham serta karyawan mulai pergi satu demi satu. Saat ini hanya tersisa mbak rani yang merapikan meja kerjanya di ruang rapat.


"mbak rani,terima kasih ya atas kerjasamanya" ucap niko ramah mengulurkan tangannya kepada mbak rani.


"sama-sama tuan muda".menyambut tangan niko,yang akhirnya mereka saling berjabat tangan.


"mbak,nadira masih sering belajar masak di restoran bawah??"


"iya tuan,dia belajar setiap hari sabtu.o iya hasil masakan dan kue buatannya enak sekali. chef sering muji nona muda karna nona lebih cepat belajar" jawabnya sambil tersenyum hangat.


" iya mbak,karna beberapa minggu ini dia terus yang masak kalau di rumah". tertawa bahagia.

__ADS_1


Sejenak hati mbak rani memberanikan diri bertanya pada niko sang kakak tentang apa yang dilihatnya hari ini.


"ehm-m tuan muda,apa nona hari ini libur?"


"ehm".niko menautkan alisnya bingung dengan pertanyaan mbk rani,karna ini kan hari senin pastinya nadira sekolah.


"emang kenapa mbk,kangen sama di nad???"


mbak rani semakin takut,tak menemukan jawaban dari pertanyaannya melihar kondisi nadira hari ini.


"eh - eng , eh iya mas" jawabnya gusar.


"nadira sekolah mbak rani,tadi saya yang antar kok".menepuk bahu mbak rani.


"gak mungkin,tadi saya liat non nadira datang kesini dengan kondisi baju basah dan rambut acak-acakan"cetus mbk rani spontan.


..."aduch ini mulut,kenapa keceplosan sich".batin mbak rani,tapi mau tidak mau akhirnya ia pun menceritakan apapun yang dilihatnya tadi pagi. ...


"APA!!!"teriak sang papa yang ternyata mendengar cerita rani.


FLASHBACK ON:


Rapat bulanan di APT BMS kali ini tidak banyak menguras waktu seperti beberapa bulan lalu,karena semua fasilitas telah di perbaharui.


Setelah rapat usai,dia menyempatkan beramah tamah dengan pemegang saham yang lain.Mereka berjalan beriringan sambil menebar senyum membicarakan bisnis lainnya,setelah berbicara panjang lebar serta berniat hati mengenalkan putra pertamanya pada beberapa investor.


"dimana dia".menengok kanan kiri mencari putranya.


"putra anda hebat ya,sudah bisa diajak kerja sekarang"celetuk investor lain yang ikut berbincang.

__ADS_1


"ah iya,maklum anak muda ide-idenya selalu baru,jadi bisa buat refrensi untuk kedepannya" tawa mereka pun menggema


"benar-benar,tapi putraku masih duduk di bangku SMA ,jadi aku harus sabar untuk menunggunya lulus"celetek rekanan yang lain.


"baiklah tuan adiguna kami permisi dulu".satu persatu dari mereka pun sudah memasuki mobil nya masing-masing pergi meninggalkan apartment.


Dia masih menengok ke kanan dan kiri mencari putranya,ia pun langsung berjalan masuk kembali berniat kembali ke ruang rapat tadi. Alangkah terkejutnya dia mendengar cerita yang sampaikan oleh rani,manager VVIP.


flasback off.


"ayo ran,ikut ke ruang CCTV ingin kupastikan sendiri dia putriku atau bukan,bisa saja kan kau salah lihat" sangkalnya,berharap sekali bahwa itu salah.


"baik pak,mungkin juga saya hanya salah lihat. Mari kita pastikan bersama"jawab mbak rani yang kepalang tanggung,lebih baik memastikan bersama dari pada nanti malah terjadi yang enggak-enggak.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2