
Hati vikri seharusnya senang karena vian sudah secara terang-terangan memintanya untuk menolak perjodohan ini,setidaknya rencana yang ia susun sudah berhasil.
Namun mengapa hatinya mendadak kesal mengingat ucapan vian yang akan merebut nadira,dengan tangan yang masih terkepal ia menggebrak meja yang membuat andi dan rico saling menatap heran hingga bel istirahat berbunyi.
"kenapa sih loe seharian ini,uring-uringan terus sejak balik dari ngobrol bareng ma vian wajah loe berubah seperti orang nahan kentut"andi yang notabennya adalah orang yang suka blak-blakan kalau ngomong langsung memberanikan diri bertanya padanya sambil mengalungkan tangannya di leher vikri.
"ada apa sich bro,gue lihat juga selama pelajaran elo gak fokus banget. kayak pikiran elo kemana gitu"bawa an rico yang kalem ikut bertanya.
Mereka berjalan beriringan menuju kantin,rico bertugas memesan makanan sementara andi dan vikri mencari tempat duduk. Setelah menemukan tempat duduk yang di rasa spot nya bagus dikantin,ekor matanya menelusuri sepanjang kantin yang cukup mewah dan bersih untuk mencari keberadaan seseorang.
"apa dia masih sakit" batinnya dalam hati karena tidak menemukan nadira dimanapun.
"woi ...ditanya malah bengong,dari kelas sampai kantin gak dijawab bikin jiwa kepo kita meronta aja loe" seru andi yang merasa dari tadi di cuekin,sementara rico yang sudah datang membawa makanan hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan absurd andi yang seperti akun gosip.
"gue gak papa geblek..." ia langsung menyambar bakso yang sudah di bawa oleh rico.
"gimana soal nadira,elo berhutang cerita dan penjelasan buat kita"angguk rico yang setuju dengan andi,entah mengapa timbul rasa ingin tau soal temannya satu ini.
Selama ini memang vikri di puja oleh kaum hawa baik di sekolah sendiri maupun di sekolah lain,selain dulu dia menjabat sebagai ketua osis kharisma serta wibawanya bisa membuat orang tak berhenti mengaguminya.
Kepintaran,tampan dan kaya sudah jelas jangan di tanya lagi,meski sikap dingin serta datar yang dia tampakkan tetap tidak mengurangi rasa kagum dari para hawa padanya.
"singkat cerita intinya.kita gak ngapa-ngapain. Cuma kehujanan terua aku ajak dech ke apartment,eh gak taunya dia sakit kena flue"
"jadi gak ada drama roman picisan dong"ungkap andi sedikit kecewa. Vikri sengaja tidak menceritakan segalanya karna ia tau bagaimana mulut lemes temannya itu,sedangkan rico hanya diam menyimak.
"dasar otak kotor loe,anjir"vikri melempar tisue bekas membersihkan mulutnya ke arah andi kemudianberdiri pergi,rico tertawa sambil geleng-geleng melihat kelakuan mereka.
"woi jijik gue!!!!" teriaknya,namun tidak di gubris oleh vikri dan tetap berjalan menjauh.
Dia sudah duduk di bawah pohon yang rindang dekat lapangan basket,udaranya sejuk sambil memasang earphone di telinganya mendengarkan lagu sambil menutup mata sejenak.
...Saat kita jumpa ada rasa di dalam dada...
...Kau tersenyum manja membuatku terpana...
...Aku pun tak bisa 'tuk menahan gejolak diri...
...Ingin ku katakan aku menyukaimu...
...Hanya dirimu...
...Hanya dirimu...
__ADS_1
...Yang aku suka...
...Terpesona, ku pada pandangan pertama...
...Dan tak kuasa menahan rinduku...
...Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku...
...Ingin ku peluk dan ku kecup keningmu...
...Oh, indahnya...
...Kini ku rasakan (kini ku rasakan)...
...Getaran cinta dalam dada...
...Ku ingin bersama...
...Untuk selamanya...
...Hanya dirimu...
...Hanya dirimu...
...Ooh, ooh, ooh...
Entah mengapa saat menutup mata dan mendengarkan lagu itu bayangan demi bayangan saat pertama kali bertemu nadira,hingga kejadian kemarin membuat nya tersenyum tulus.
Perasaan yang sedari tadi bisa membuatnya uring-uringan gak jelas hilang sudah,kini tergantikan senyuman di bibir.Apalagi aroma tubuh nadira yang kemarin dia peluk,membuatnya candu hingga ingin memeluknya lagi
Vikri masih belum sadar akan perasaan yang sesungguhnya pada nadira,apakah cinta ataukah obesesi yang ingin menghancurkan vian.Biarlah author yang akan menjawab,wkwkwkwkwkwkđź¤đź¤đź¤đź¤
Nadira menggeliat kecil dari tidurnya setelah obrolan panjang dengan sang papa,badannya sudah sehat setelah minum obat dan makan sup buatan mama.
"kok sepi banget,bi.....!!!" Panggilnya pada maid yang ada di rumah.
"iya non"jawab wanita paruh baya yang sudah menjadi maid dirumahnya.
Nadira menanyakan tentang keberadaan papa dan mamanya saat ini,setelah mendapatkan jawaban dia langsung berjalan ke arah gazebo kolam renang.
Baru saja di tanyakan,kedua orang tuanya masuk kerumah dengan membawa belanjaan yang cukup banyak. Nadira yang mendengar suara mobil dan suara yang ribut di dapur sudah bisa dipastikan kalau mamanya sudah pulang.
"sayang...."panggil nera yang kini sudah menghampirinya duduk tepat disamping putrinya.
__ADS_1
Nadira hanya menatapnya,seolah takut kalau mamanya akan menanyakan kejadian kemarin tapi nyatanya nera tidak bertanya karena adiguga sudah melarangnya.
" apa badanmu masih demam,pusing?"nadira hanya menggeleng kepala sebagai jawaban,lalu memeluk erat tubuh mamanya.
"kenapa hem?"ia menciumi pucuk kepala putri cantiknya itu,nadira tau pasti mamanya kecewa karena kejadian kemarin itulah yang dipikirkan nadira. Dia hanya diam tak menjawab namun semakin mengeratkan pelukan nya
"mama sudah tau semua dan mama percaya dengan putri mama satu ini" manatap anaknya,mencolek lembut hidung mancung putrinya.
"ma...."panggilnya
"apa???"
"ma...." goda nadira lagi
"ada apa?"
"mama bau asem habis dari pasar" setelah mengatakan itu ia segera melepas pelukannya dan berlari menjauh dari sang mama.
"nadira........ aeas kau ya!!!"teriaknya yang ikut lari kedalam mengejar anaknya itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
thanks yang udah baca karya author ini,🙏🙏🙏
jangan lupa tinggalin jejak ya.
__ADS_1