
"jangan pernah berpikir kabur ataupun lari dariku,karna itu percuma....!!!" bisiknya tepat disamping telinga nadira,karena posisinya mereka berpelukan.
" kak-Vikri....!!!"
pelukan itupun terlepas,vikri menyeret tangannya untuk kembali ke mobil. Nadira masih shock,hampir saja nyawanya melayang kalau vikri tidak menariknya.
hujan masih belum reda tubuh yang basah serta ace mobil yang menyala membuat tubuh menggigil,untung saja tempat yang dituju sudah di depan mata.
vikri sesekali melihat kondisi nadira yang masih bergetar,entah itu karena shock atau karena hujan.
hatinya pun melunak,kemarahan yang tadi sudah diubun-ubun sekarang menguap entah kemana.
"ayo turun". ajaknya lembut.
"nad ..." panggilnya,sementara nadira hanya diam saja,tatapannya kosong entah kemana.
"nad,ayo turun" panggil vikri untuk kedua kalinya."apa perlu ku gendong" katanya kemudian yang di jawab gelengan kepala oleh nadira.
mereka turun dari mobil memasuki gedung pencakar langit,apartemen mewah dengan fasilitas yang menakjubkan di dalamnya.Saat pintu lift terbuka receptionis yang ada di front desk bingung menatap kondisi mereka,tubuh yang basah serta rambut acak-acakan dari salah satu pemilik room VVIP mereka ditambah lagi untuk pertama kalinya dia membawa seorang gadis.
"selamat pagi,selamat datang tuan muda-" belum selesai receptionis di depan berucap,vikri sudah memberi tanda dengan jari telunjuk menempel dibibirnya.
RANI memberi tanda anggukan mengerti dan melihat mereka berjalan menjauh untuk memasuki lift khusus VVIP. kepala nadira tidak bisa di ajak kompromi,tubuhnya ambruk kemudian tepat di samping vikri.Dengan sigap vikri langsung menangkapnya lalu menggendongnya ala bridalstyle
"tring". bunyi suara lift terbuka tanda sudah sampai pada lantai yang di inginkan. hanya memasukkan beberapa kode keamanan pintu pun langsung terbuka,dengan sedikit kesulitan dia pun berhasil mendorong pintu dengan lengan dan bahunya.
Bingung dimana nantinya akan merebahkan tubuh nadira sementara tidak mungkin di tidurkan di ranjang dalam kondisi memakai pakaian yang basah dan akhirnya setelah pergulatan panjang dia merebahkan tubuh nadira secara perlahan di atas sofa,memegang kening nadira yang sedikit demam.
"sekarang bagaimana caranya aku mengganti pakaianmu,tidak mungkin kan aku yang melepasnya" ucapnya sendiri,pakaian dalam nadira yang berwarna hitam tercetak jelas tembus pandang karena seragamnya yang basah.
__ADS_1
Naluri lelakinya muncul dan entah dari mana tiba-tiba bayangan saat nadira tertawa bersama pria pagi tadi,serta bagaimana pria lain mengacak-acak kecil rambut nadira membuat vikri kembali memanas.
Satu persatu pakaian nadira terlepas jatuh di sofa,pergulatan hatinya membuatnya berhenti.Kini hanya tersisa penutup gunung kembar dan celana segitiga.
Hatinya merasa sesak saat memikirkan bagaimana hancurnya perasaan nadira saat tahu apa yang telah di perbuatnya saat ini,lebih tepatnya melucuti pakaiannya.
"sudahlah,biarkan saja.Mungkin dengan begini takdir menjadikanmu milikku".mengusap lembut pipi nadira dan nengecupnya sekilas lalu menggendongnya kembali masuk ke kamar.
Saat berjalan menuju kamar Vj pun terbangun karena deru nafas nadira yang di dada vikri,apalagi saat kulit halus nadira menyentuh dada vikri. Sontak saja naluri dan hasrat lelakinya muncul di waktu yang tidak tepat.
"sial... sial ...dia bangun disaat yang salah tapi waktu dan tempat yang memungkinkan". gerutunya merutuki VJ nya.
Dia rebahkan di atas tempat tidur dan menutupinya dengan selimut tebal hingga leher. Vikri segera menelpon seseorang di sana.
" dokter aku ingin kau membawa perawat wanita,ingat bawa perawat wanita saja" dengan sepihak menutup telponnya.
"dasar anak muda jaman sekarang,menyuruh dokter datang memeriksa dengan membawa perawat perempuan lalu menutup telpon tanpa pamit. Dasar anak muda tidak punya sopan santun,kalau saja aku bukan dokter keluarga sekaligus sahabat ayah dan memandang hormat mendiang kakek aku pasti tidak mau datang meski kau bayar berapapun". runtuknya .
"gak usah basa basi,langsung masuk ke kamarku!!!"ucapnya tapi langsung menghentikan pergerakan dr.johan.
"dokter kau tunggu sini saja,biar perawatmu ini yang masuk"
"hei,dokternya disini aku apa dia!!!" tunjuknya pada vikri.
"tentu saja kau,hanya saja aku tidak ingin kau memeriksa temanku di dalam".jawabnya bersemu memalingkan wajahnya. "karna dia wanita" imbuhnya lagi.
"tenanglah aku tak kan macam-macam,biarkan aku memeriksanya". bujuknya pada vikri karna untuk pertama kalinya dia melarang,namun gelengan kepala vikri sebagai jawabannya.
Hembusan nafas panjang dari sang dokter membuat dia berpikir keras siapa wanita yang bisa meluluhkan wajahnya tapi mau tak mau dia harus sabar. "baiklah sus,kau periksa di dalam"
__ADS_1
Tak lama suster sudah keluar ke ruang tamu,dia menjelaskan semua gejala serta diagnosanya pada sang dokter.
"ehm,dia hanya demam. kemungkinan juga asam lambungnya meningkat karena dia belum sarapan". jelasnya pada vikri.
"aku sudah menuliskan resep online dan memesannya,nanti kalau dia datang tinggal kau minumkan saja waktu dia sadar dan satu lagi-"
"apa!!!"sahut vikri.
"jangan lupa berikan dia makanan saat dia bangun nanti,untuk sementara tidak masalah karena aku sudah menyuruh suster untuk menyuntiknya dengan obat pereda demam" imbuhnya.
"ehm,terima kasih". ucapnya dengan sungguh-sungguh. " ehm suster, bisakah... bisakah kau menolongku sekali lagi" ucapnya penuh harap.
" iya tuan,apa yang bisa aku bantu" jawab sang suster lembut.
"ikutlah denganku!!!" tak ada jawaban dari sang suster,tapi tatapan sang suster pada dokter johan seraya meminta ijin. setelah mendapat persetujuan sang dokter,ia pun mengikuti vikri ke kamar tempat nadira tertidur.
"sus-"
"iya tuan muda"
"ehm,tolong---" suaranya seakan tercekat di pangkal leher,antara malu dan bingung.
"iya tuan,mau di tolong apa"
vikri pun memberanikan diri,dia tatap sang suster dengan penuh ketegasan.
"tolong kau membukanya menunjuk ke arav dada sang suster". mata suster pun langsung melotor
" oh ..shit!!!pasti suster ini salah paham" runtuknya dalam hati.
__ADS_1
"maaf,maksudku tolong buka bra istriku"