
"baik pak,mungkin juga saya hanya salah lihat. Mari kita pastikan bersama"jawab mbak rani yang kepalang tanggung,lebih baik memastikan bersama dari pada nanti malah terjadi yang enggak-enggak.
mereka berjalan bersama ke ruang CCTV yang bisa manampakkan samapai koridor kamar.
"siang pak teguh"sapa mbak rani kepada kepala bagian IT apartment.
"siang mbak"jawabnya."eh ada pak adiguna bramasta" kagetnya saat melihat dua orang dibalik tubuh mbak rani saat pintu terbuka lebar.
"iya pak teguh,maaf mas kami ada perlu untuk camera pengawas mulai rentan pukul 8 sampai pukul sembilan tadi pagi pak" katanya to the point.
"ada masalah kah mbak?atau ada barang yang hilang?".tanya pak teguh penuh selidik,karena biasanya kalau pak adiguna juga datang maka akan ada hal seperti itu.
"eh,enggak kok pak,cuma memang pak adiguna sama tuan niko mau lihat rekaman saja". jawabnya dengun penuh senyum .
Melihat tatapan tuan muda nya yang dalam mode seperti menahan amarah,ia pun langsung mempersilahkan ketiga orang itu masuk.
"enggak mungkin,nadira gak mungkin kabur dari sekolah saat jam belajar" pikir niko.
Mereka duduk di kursi penonton yang terpampang jelas layar yang penuh dengan gambar-gambar.
Adegan demi adegan mulai dari mobil yang di tumpangi nadira sampai mereka di dalam lift menuju lobi pun terpampang jelas.
"nik,ini jelas-jelas adikmu"seloroh adiguna menatap putranya
__ADS_1
"iya pah,tadi beneran niko udah antar dia kesekolah" untuk pertama kalinya niko bingung atas apa yang diperbuat adiknya apalagi dia pergi bersama dengan seorang pria.
"kita samperin mereka sekarang!!!"kata niko
"maaf tuan,kita tidak bisa datang sembarang ke unit yang di tempati oleh tuan vikri" jawab mbak rani
"kenapa?"
"karna dia adalah salah satu pemilik unit VVIP,bahkan dia bukan sekedar penyewa melainkan sudah di beli secara langsung olehnya"jelas mbak rani.
"VVIP... ingatlah kau tidak boleh gegabah niko"tambah adiguna.
Mereka pun memutuskan untuk melihat lebih detail lagi sampai dimana vikri menggendong nadira yang pingsan.
"Tuan bisa pergi terlebih dulu,sementara saya akan mengambil kunci"ucap mbak rani saat sudah di depan lift VVIP, niko pun mengangguk mengerti.
papa dan anak itu sudah tidak sabar,ingin tau apa yang sebenarnya terjadi tentang putri dan adik kesayangannya itu.
Pingsan dan pria,sesuatu yang menjadi ketakutan adiguna. dia tidak ingin putrinya di manfaatkan oleh orang lain,mengingat dirinya adalah seorang pembisnis.
Saat mereka telah sampai,tanpa mengurangi rasa hormat dia pun segera menekan bel yang ada di kamar tersebut.
treet, treeet, treeeet
__ADS_1
Sudah berkali-kali mereka menekan bel,namun tak ada jawaban sampai mbak rani sendiri yang akhirnya datang membuka pintu.
pintu kamar pun terbuka,nampak sunyi senyam tanpa penghuni hingga tatapan tajam mereka tertuju pada pakaian yang berserakan disofa.
Sedangkan dua orang yang berada di kamar sudah tertidur lelap,yang satu karena pengaruh obat yang disuntikan karena demam dan prianya sedang tidur karena kelelahan di tengah hujan.
Damn in !!!!!!
mata mereka terbelalak saat memasuki kamar,terlihat nadira tidur pulang di pelukan pria dalam selimut yang sama
.
.
.
.
.
.
bantu like,coment dan vote ya
__ADS_1