
Makan malam keluarga terasa lengkap dengan kesembuhan nadira di tengah meja makan.
"kau rakus sekali,seperti tidak pernah makan saja"ejek niko yang geleng kepala melihat nadira makan dengan lahapnya,apalagi saat dia mengambil cumi saos padang dalam jumlah yang banyak kedalam piringnya.
"enak saja bilamg rakus,ini gegara mama yang kemarin waktu sakit hanya ngasih aku bubur saja. kau tau kan bubur itu tidak Me nge nyang kan" sambil menekan kata terakhirnya yang kemudian mendapat tatapan tajam dari mama nya.
"dek,mana ada orang sakit makan cumi saos padang" memukul kepala nadira dengan sendok puding
"akkkkhhhh" ringis nadira.
"pa,kakak memukulku" adu nandira pada adiguna.
Nera dan adiguna hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan kakak beradik itu,padahal usianya sudah dewasa tapi kelakuannya masih seperti anak kecil. Inilah yang membuat suasana rumah terasa hangat dan bahagia.
Kericuhan antar saudara itu berlanjut hingga di ruang keluarga,bantal sofa terlempar dimana mana sampai suara ibunda ratu yang berteriak dengan keras hingga suasana yang semula ramai menjadi hening seketika.
"gara gara kau" sikut nadira di perut sang kakak
"N A D I R A, jangan memulai lagi" penekanan suara sang mama membuatnya diam seketika. Adiguna hanya bisa menahan tawa karena ulah anak anak yang membuat nera seolah kalah.
__ADS_1
"sudah bisa tenang sekarang,kini giliran mama yang akan membuat heboh kalian"nera berdiri di tengah ruang keluarga drngan tangan bersedekap di dada.
Kakak beradik sontak memperhatikan sang mama lalu mengalihkan pandangannya,saat kedua mata saudara itu beradu tatap dengan saling mengedipkan mata seolah mencari tau ada rencana apa ini sebenarnya.
"besok akan ada tamu spesial,mama harap kalian jangan bersikap seperti hari ini" nera menghembuskan nafas kasar dan kembali duduk di samping sang suami.
"emang tamunya siapa sich ma,kok sampe heboh gitu!!!" nadira
"calon suami kamu"kini adiguna yang menjawab pertanyaan nadira.
Mendengar jawaban papanya,dia sedikit bingung akan keputusannya. "secepat ini kah" batinnya.
Niko merangkul bahu adik kesanyangannya itu.
"kalau dia berani menyakitimu,kakak akan jadi orang pertama yang akan menghancurkan dia"senyum nadira mengembang seketika saat mendengar ucapan kakakknya.
"ih... co cweeet banget sich kakak aku ini"mencubit gemas dagu niko. Keriwuhan di ruang keluarga itu kembali terjadi,suasana menjadi hangat kembali.
Meskipun.bibir tersenyum dan tertawa,namun di dalam hatinya menyimpan begitu banyak kebimbangan.
__ADS_1
Nadira menatap dan memperhatikan keluarganya satu persatu berharap tak kan kehilangan tawa nera,senyum adiguna serta cerca'an dengan nada yang bisa membuat tertawa dari sang kakak.
"aku akan menerima perjodohan ini,demi kalian"dalam hati nadira
Setelah puas bercanda ria di ruang keluarga tak terasa malam semakin larut,semua kembali ke kamarnya masing masing.
"selamat malam anak anak" ciuman mendarat di pucuk kepala dan pipi nadira dan niko. ciuman dari para orang tua seakan mampu memberikan mimpi indah dalam setiap tidur mereka.
Tepat didepan kamar,niko memperhatikan dengan seksama gelagat adiknya itu lalu merengkuhnya dalam sebuah pelukan.
"tidurlah,esok semuanya akan baik baik saja"mengecup kening adiknya dengan sedikit mengacak rambut nadira,nadira hanya bisa pasrah dengan bibir manyun seolah sebal sekali dengan perlakuan kakaknya yang suka mengacak rambut indahnya
...***...
LIKE LIKE LIKE,
COMENT COMENT COMENT ,
VOTE VOTE VOTE
__ADS_1
Thanks 😊