Seperti Senja Bagiku

Seperti Senja Bagiku
Mine


__ADS_3

"O... yang tadi bilang CALON TUNANGANKU,emang bener kan". vikri mengatakannya dengan wajah datarnya,padahal dia ingin sekali tersenyum melihat mata nadira yang melotot ke arahnya.


"jangan bilang tidak atau pun gak mau,bukankah kita sudah tidur bersama".sungguh sadis dan kejam kata-katanya,hingga membuat nadira yang tadinya duduk di sampingnya kini sudah berdiri tegak.


"apa ada yang salah?"vikri berdiri men-sejajarkan dirinya di depan nadira.


"GAK LUCU ...!!!!"


-------****-------


Pikiran nadira melayang buana entah kemana,ucapan Vikri selalu terngiang di kepalanya sampai saat dia pulang ke rumah.


Langkah kakinya terhenti sejenak menatap ke arah dapur yang sedang riuh lantaran sang mama tengah heboh dengan aneka masakan.


"ma...." memilih memutar jalan menuju dapur dan memeluk mamanya dari belakang.

__ADS_1


"sayang,kamu udah pulang?"


"laper ya?"


Nadira hanya menggeleng kepala menanggapi pertanyaan mamanya.


"mama kok masak banyak banget,apa ada tamu?" ia lalu melepaskan pelukannya dan mengitari meja menatap hasil masakan sang mama yang ada beberapa sudah matang.


"ehm ... Nanti calon suami kamu bakalan datang. Jadi mama mau masak spesial buat dia,terlebih lagi dia punya banyak restoran jadi mama enggak mau kalau donk kalau masakan mama enggak se-enak masakan restonya". Nera berhenti menggorengnya dan menyuruh bibi yang melanjutkannya.


"kamu coba gih, cicipin beberapa yang udah matang. Kamu nilai masakan mama ini".lanjutnya mendekati anaknya yang sedang memandang aneka masakan.


Di lain tempat, pria yang merasa menang di atas awan lantaran tidak perlu repot-repot membuat rencana menghancurkan saudara tirinya kini tengah sibuk dengan laporan dan pendapatan dari masing-masing cabang restorannya.


"maaf tuan muda, ada masalah di restoran cabang kota z. Karna setelah saya cek laporan pendapatan dan pengeluaran tidak seimbag. Jadi kita perlu mengirim orang kesana untuk memantau" jawab asisten vikri dengan sedikit takut-takut dan menunduk.

__ADS_1


"tidak perlu kirim orang kesana,biar aku sendiri yang kesana. Siapkan semuanya saja dua minggu ke depan,setelah ujianku selesai aku akan langsung kesana".ucapnya dengan wajah datar dan masih menatap berkas yang di tangannya.


Setelah mendapat jawaban dari vikri asisten itu pun pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.


Dua minggu lagi dia selesai ujian lalu setelahnya akan ada liburan sekolah yang juga berlangsung selama dua minggu. Biasanya saat liburan seperti ini dia akan fokus sepenuhnya pada restorannya,terlebih sekarang dia sedang mencoba membuka usaha baru lagi di bidang hotel ,cafe dan bar.


Sambil mengetuk meja dengan ujung jari telunjuknya dia sedang berpikir untuk tidak bisa melepas pantauannya terhadap gadis yang akan di klaim sebagai calon tunangannya itu.


Tiba-tiba ide gila mucul di kepalanya. Kita tidak akan bertungan, tapi kita akan langsung menikah. Disaat itulah aku akan melihat sebagaimana hancurnya dia di depan wajahku ini.


..."You are my mine and always my mine" ....


mencari ponselnya dan menghubungi seseorang dengan langkah yang lebar keluar menuju mobilnya.


"halo-....." baru saja terdengar suara vikri sudah menimpalinya dengan penuh perintah.

__ADS_1


"cepat datang ke apartmentku,aku tunggu dalam waktu 30 menit"


"tuuuut.... Tuuut....tuuut...." terputus sudah, belum sempat menjawab namun sudah di matikan.


__ADS_2