Si Culun Vs Aktor Tampan

Si Culun Vs Aktor Tampan
Jatuh cinta


__ADS_3

Mendengar kabar naura terluka,manager willy langsung memberitahu bos sagara,untungnya bos sagara sudah selesai pertemuan dengan pak nyoman.


"Bos,nyonya naura terluka!"


"Apa? ada apa dengan si cupu itu?"


"Nanti kita bicarakan masalah ini di rumah bos saja,bagaimana bos?"ajak willy


"Baiklah kalau begitu,kalau begitu jadwal syuting iklan kita tunda besok saja will!" perintah sagara


"baiklah bos!"


Kemudian willy segera melajukan mobil bersama bosnya menuju kediaman sagara.


"Kamu beneran gak kenapa-kenapa naura? Papah panggilkan dokter yang bagus buat kamu ya?" usul pak wijak yang masih merasa panik


"Tidak usah pah,naura baik-baik saja!"tolak naura sembari menyenderkan tubuhnya di atas tempat tidur


Berhubung ada pak wijak,naura buru-buru bergegas ke kamar sagara meski harus menahan sakit yang luar biasa ,agar seolah-olah mereka berdua tidak pisah kamar selama ini,naura ataupun sagara tidak ingin jika sampai papahnya tahu.


Sekitar satu jam,sagara tiba di rumahnya,dengan gerakan cepat,sagara langsung meluncur ke lantai atas,apalagi tadi ia melihat ada mobil milik papahnya terparkir di luar


"Semoga saja si cupu naura berada di kamarku!! Bisa repot urusannya kalau sampai papah tahu kita berdua pisah ranjang!"


Namun,senyum cerah di wajah sagara telah terbit setelah melihat naura sudah berada di kamarnya.


"bagus!!! Kadang si cupu naura cukup pintar juga mengatasi situasi seperti ini!" puji sagara.


Ketika sagara datang dari balik pintu,pak wijak langsung memarahi sagara karena tidak becus menjaga naura.


"Kamu itu bagaimana tanggung jawab sebagai suami? Naura sedari tadi terluka,tapi kamu baru sekarang datang kesini? Apa kamu tidak peduli dan hawatir dengan keadaan naura?" tanya pak wijak.


"pah!!! Bukannya sagara tidak peduli dengan naura,tapi hari ini saga benar-benar sedang sibuk!"


"sudah jangan banyak alasan,kalau sampai kejadian seperti ini terulang kembali dengan naura!! Awas saja kamu saga!"


"Cihhh!!! Kenapa papah sangat membela si cupu naura? Hello gw ini anaknya sedangkan si cupu cuma sebatas menantu!" gumam sagara sembari ngedumel di dalam hatinya karena kesal dengan sikap papahnya yang seolah-olah lebih menyayangi naura ketimbang dirinya.


"Yasudah kalau begitu papah pamit pulang dulu,besok kamu di rumah saja,biar urusan kantor papah saja yang handel,dan kamu willy!! Besok temani saya ya?"perintah pak wijak


"Siap bos!" jawwb willy singkat


"Pah!!! Jangan terlalu berlebihanlah,papah lihat sendiri kalau naura itu baik-baik saja iya kan naura?" tanya sagara

__ADS_1


"Iiiiiiiyyyaaaaa pah,naura baik-baik saja! Namun ekspresi wajah naura mengatakan lain,wajahnya tampak pucat dan keringat sebesar jagung mulai bercucuran di sekitar wajahnya.


"Pokoknya papah gak mau tahu,kamu besok tidak usah masuk ke kantor!! Urusin naura sampai benar-benar sembuh!! Urusan kantor biar papah yang handel,ngerti kamu sagara?" perintah pak wijak dengan tegas kepada putranya.


"Oh my god! Males banget gw harus di rumah terus dan jagain si cupu naura!! Mimpi apa gw semalem????? Aarrkkkkhhhh dasar sial!!" gumam sagara merasa kesal


Akhirnya pak wijak pulang di susul oleh willy,dan kini tinggal ada naura dan sagara.


"Eh cupu,elo kenapa bisa kaya gini? Terus kaki elo dan tangan elo kenapa sampai di perban?" tanya sagara sedikit sinis


"emmhh,tadi naura di serempet motor mas!" terang naura


"kok bisa? Elo itu jadi cewek harus hati-hati!! Gara-gara kecerobohan elo,gw terpaksa harus nemenin elo di sini sampe elo sembuh,apes banget sih gw!"


Naura hanya tersenyum sinis sembari menatap tajam sagara


"heh!!!! Kenapa elo natap gw kek gitu?" tanya sagara


"Harusnya mas saga itu tanya,kenapa aku bisa sampai di serempet sama motor,tepatnya sih ada orang yang sengaja ingin menabrakku?"


"Maksud elo apa ngomong kaya gitu?" tanya sagara bingung


Kemudian naura mengambil ponsel di atas nakas,di bukanya kotak pesan dan menunjukan pesan ancaman dari orang yang telah mencelakainya.


"Sebenarnya pacarnya mas saga itu yang mana saja selain yang kepergok naura tempo hari?" tanya naura ketus


"Stop!!! Diem lo cupu!! Gak usah elo ikut campur urusan gw!!" perintah sagara yang sudah merasa kesal


"Aku gak akan diem mas,masalahnya aku kaya gini karena ulah siapa coba?"


Sagara mulai mengambil nafas yang dalam,dan sepertinya ia sudah mengetahui siapa yang sudah mencelakai naura


"Okey!!! gw akan tanggung jawab dengan semua ini!!


"Maksud aku bukan seperti itu mas,emmmhhh naura cuma!!"


Tiba-tiba perkataan naura terhenti ketika sagara menutup mulut naura dengan jari telunjuknya


"Sudah diam,gw harap masalah teror ini jangan sampai papah tau,bisa mampus gw cupu!"ancam sagara


"Iiiiya...mas aku gak akan buka mulut tentang masalah ini dengan papah!" jawab naura terbata-bata


"Bagus!!! Yasudah sekarang elo pindah gih ke kamar elo di sebelah,sudah cukup akting di depan papah kalau kita satu kamar!"perintah sagara

__ADS_1


"iya mas!" jawab naura sembari berusaha berjalan dengan kondisi kaki masih terasa sakit,dia pun terpaksa menahan sakitnya ketika kaki kirinya menyentuh lantai.


"Aaauuuu!!!!" ucap naura sembari berjalan pelan menahan rasa sakitnya,tidak sengaja bulir bening keluar dari sudut matanya


Melihat naura yang seperti itu,sagarapun tidak tega,lalu dia menggendong naura menuju kamarnya.


"Lepasin mas!! Aku bisa jalan sendiri!" pinta naura


"Sudah!!! Jangan kebanyakan protes!!" ucap sagara


Akhirnya naura menuruti perintah sagara,diapun melingkarkan tangannya ke leher sagara agar tidak terjatuh,padahal sagara menggendongnya cukup kuat. Sesampainya di kamar naura,sagara meletakan naura dengan hati-hati karena takut luka di kakinya tersenggol,namun bukan kaki yang tersenggol melainkan lengan naura yang terkena luka bekas cakaran dari tangan sagara ketika kejadian tempo hari di kantor.


"Aduhhhh sakit mas!" ucap naura


"Tangan elo kenapa kaya gini? Sepertinya bukan bekas luka terserempet motor?" selidik sagara


"Emang mas lupa dengan kejadian tempo hari waktu mas saga di kantor?"


sagarapun terdiam,diapun mengingat kembali kejadian naas yang telah menimpa naura.


"Ya tuhan!! Kenapa gw bisa sekasar itu dengan si cupu? kenapa bekas cakarannya begitu banyak? Pasti dia sangat kesakitan!" gumam sagara yang menatap tajam naura,di tatap seperti itu,tiba-tiba saja wajah naura berubah menjadi merona karena malu,menurutnya kejadian di kantor adalah ciuman keduanya bersama sagara,laki-laki yang secara tidak sadar telah menjadi pelabuhan hatinya.


"lo tunggu di sini sebentar!" perintah sagara yang bergegas pergi ke kamarnya


"Ya allah,kenapa detak jantungku selalu berdebar seperti ini? Apakah ini yang dinamkan cinta? Tapi apa iya kalau aku mulai mencintai mas saga?" gumam naura tidak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Tidak lama kemudian,sagara datang kembali untuk menemui naura serta membawa kotak P3K.


"Mas mau ngapain?" tanya naura bingung


"Ya,obatin bekas luka elo lah!" jawab sagara singkat


Lalu sagara membersihkan luka bekas cakaran tangannya yang belum kering oleh alkohol,naura pun meringis kesakitan,namun masih bisa menahannya! Tiba-tiba sagara mengatakan sesuatu pada naura!


"Maaf!! Gak seharusnya gw berlaku kasar sama elo cupu!! Gw janji mulai detik ini gak akan larang elo berpenampilan seperti apa??? Karena itu semua hak elo,Tapi ingat!! elo jangan pernah sedikitpun mencampuri urusan pribadi gw,begitupun sebaliknya...gw gak akan ikut campur urusan pribadi elo.


Namun entah kenapa justru naura terus menatap sagara yang sedang berbicara dan sibuk mengobati lukanya,apalagi posisi sagara begitu dekat dengan naura.merasa ada yang memperhatikan!! Sagara kembali menatap naura,kini mereka berdua saling menatap dalam diam.


"Ya allah,kenapa jantungku berdebar sangat kencang? Apakah aku benar-benar telah jatuh cinta dengan suamiku sendiri?" gumam naura bertanya-tanya kepada hatinya.


"kenapa bola matamu selalu membuat hati ini tidak berdaya? Kenapa melihatmu seperti melihat milla?" gumam sagara


Entah kenapa tiba-tiba sagara mengusap lembut pipi naura dengan tangannya,sedangkan naura sendiri membiarkan sagara melakukan itu padanya,pandangan mereka semakin dekat hingga berjarak beberapa senti,tiba-tiba saja ponsel sagara berdering hingga membuat mereka berdua kembali saling berjauhan,naura tampak gugup sedangkan sagara terlihat grogi,dan pergi keluar untuk mengangkat panggilan telepon.

__ADS_1


"oh my god!! Hampir saja mas saga menciumku lagi!!" ucap naura sembari mengulum senyumnya karena malu.


__ADS_2